KEBANGKITAN SASTRA NTT 2011

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 6 Maret 2012

TAHUN 2011 adalah tahun kebangkitan sastra dan sastrawan NTT. Sastra NTT yang dimaksudkan di sini adalah sastra tentang NTT atau sastra yang dihasilkan orang NTT dengan menggunakan media bahasa Indonesia. Sedangkan sastrawan NTT adalah pengarang karya sastra kelahiran NTT atau keturunan orang NTT (lihat Yohanes Sehandi, Pos Kupang, 13 Desember 2011 dan Flores Pos, 10-11 Januari 2012).

Ada sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa tahun 2011 adalah tahun kebangkitan sastra dan sastrawan NTT. Pertama, jumlah penerbitan buku sastra NTT tahun 2011 jauh melampaui jumlah penerbitan buku sastra tahun-tahun sebelumnya. Kedua, jumlah artikel opini sastra di media cetak (harian) NTT tahun 2011 jauh melampaui jumlah artikel opini sastra tahun-tahun sebelumnya. Ketiga, jumlah cerpen dan cerpenis serta jumlah puisi dan penyair NTT yang ditampilkan dalam “Kolom Imajinasi” harian Pos Kupang tahun 2011 jauh melebihi jumlah cerpen dan cerpenis serta jumlah puisi dan penyair NTT pada tahun-tahun sebelumnya.

Penerbitan Buku Sastra

Berdasarkan data yang saya kumpulkan, selama tahun 2011 sebanyak 14 judul buku sastra NTT yang diterbitkan. Rinciannya adalah: 6 judul buku novel, 5 judul buku kumpulan puisi, 1 judul buku kumpulan cerita pendek (cerpen), dan 2 judul buku telaah/kritik sastra. Penerbitan buku sastra tahun 2010 dan tahun-tahun sebelumnya tidak sebanyak itu.

Keenam judul buku novel yang diterbitkan tahun 2011 adalah (1) Perempuan Itu Bermata Saga (Agust Dapa Loka, Elex Media Komputindo, Jakarta); (2) Cinta Terakhir (Vincentcius Jeskial Boekan, Nuraniku, Kupang); (3) Membadai Pukuafu (Vincentcius Jeskial Boekan, Nuraniku, Kupang); (4) Loe Betawi Aku Manggarai (Vincentcius Jeskial Boekan, Nuraniku, Kupang); (5) Badut Malaka (Robert Fahik); dan (6) Belis Imamat (Inyo Soro).

Yang juga cukup menarik dan membanggakan, sejumlah novel yang diterbitkan tahun 2011 ini dibedah dan diluncurkan di tempat bergengsi dengan acara protokoler yang meriah dipadati peserta. Cinta Terakhir dan Membadai Pukuafu dibedah dan diluncurkan di hotel berbintang dan restoran bergengsi, sedangkan Badut Malaka dibedah dan diluncurkan di aula perguruan tinggi yang juga bergensi.

Salah satu novel yang terbit 2011, yakni novel Perempuan Itu Bermata Saga (Agust Dapa Loka) berhasil memenangkan hadiah (penghargaan) kategori “sastra” NTT Academia Award (NTT AA) tahun 2011 yang diberikan oleh Forum Academia NTT (FAN). Forum Academia NTT (FAN) adalah sebuah forum intelektual NTT yang anggota-anggotanya tersebar di seluruh dunia. Penyerahan NTT Academia Award ini dilakukan pada 14 Januari 2012 di Gedung Museum Daerah NTT.

Kelima judul buku puisi yang diterbitkan 2011 adalah (1) Cerah Hati: Sebuah Kumpulan Puisi (Christian Dicky Senda, Indie Book Corner, Yogyakarta); (2) Riwayat Negeri Debu (Jefta Atapeni, Kiara Publishing, Bandung); (3) Pukeng Moe Lamalera (Bruno Dasion, kumpulan puisinya dalam bahasa Lamaholot dan bahasa Indonesia, Lamalera, Yogyakarta); (4) Ketika Cinta Terbantai Sepi (Usman D. Ganggang); dan (5) Antologi Puisi Lonceng Sekolah (Arnoldus Ola Aman).

Buku kumpulan puisi Ketika Cinta Terbantai Sepi karya “penyair nyentrik” Usman D. Ganggang dibedah dan diluncurkan dua kali pada dua provinsi yang berbeda, bulan Oktober 2011 diluncurkan di Kesultanan Bima (NTB), bulan November 2011 diluncurkan di SMA Katolik Loyola, Labuan Bajo, Manggarai Barat (NTT). Di Labuan Bajo acara sastra ini mendapat sambutan yang meriah dari banyak kalangan.

Satu-satunya buku kumpulan cerpen yang terbit tahun 2011 adalah Wanita Sepotong Kepala: Antologi Cerpen (Komunitas Sastra Filokalia Seminari Tinggi Santu Mikhael, Lima Bintang, Kupang). Sedangkan dua buku telaah atau kritik sastra adalah (1) Sajak-Sajak Chairil Anwar dalam Kontemplasi (A.G. Hadzarmawit Netti, B You Publishing, Surabaya), dan (2) Studi Sastra Lisan: Sejarah, Teori, Metode, dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya (Yoseph Yapi Taum, Lamalera, Yogyakarta).

Artikel Opini Sastra

Artikel opini sastra yang dipublikasikan tahun 2011 jumlahnya melonjak melebihi jumlah artikel opini sastra pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang saya kumpulkan dari dua media cetak (harian) utama di NTT, yakni Pos Kupang dan Flores Pos, ada 26 judul artikel opini sastra yang dimuat oleh dua harian ini tahun 2011. Yang dimuat Pos Kupang ada 16 artikel opini sastra (tahun 2010 hanya 6 artikel), yang diterbitkan Flores Pos ada 10 artikel (tahun 2010 hanya 6 artikel). Apabila ditambah dengan artikel opini sastra yang dimuat di media cetak yang lain, harian Timex misalnya, jumlahnya bisa lebih dari 26 judul artikel sastra.

Ke-16 judul artikel opini sastra yang dimuat Pos Kupang tahun 2011 adalah (1) Cerpen dan Puisi Pos Kupang 2010: Krisis Apresiasi dan Kritik (Yohanes Sehandi, PK, 1 Februari 2011); (2) Sastra dan Pengarusutamaan Gender (Taty Gantir Neonbasu, PK, 24 Februari 2011); (3) Cerpen: Antara Realitas dan Kritik Sosial (Jimmy Meko Hayong, PK, 10 Maret 2011); (4) Dusun Flobamora: Wadah Sastra Kreatif untuk Para Pemula (Amanche Franck Oe Ninu dan Mario F. Lawi, PK, 20 Maret 2011); (5) Putu Wijaya dan Amanche Franck: Di Persimpangan Semiotik Keduanya Bebas Bicara (Pion Ratulolly, PK, 27 Maret 2011); (6) Puisi dan Kekuatan Sosial (Hengky Ola Sura, PK, 28 Maret 2011); (7) Memaknai Puisi Elisabet A. Sulastri (Videntus Atawolo, PK, 2 April 2011); (8) Mempertimbangkan Cinta Terakhir (Resensi Novel Cinta Terakhir, Julianus Akolit, PK, 3 April 2011); (9) Novel dan Tirani Televisi (Apresiasi Novel Belis Imamat) (V. Nahak, PK, 4 April 2011); (10) Bersastra di Tengah Karang dan Lontar (Januario Gonzaga & Amanche Franck Oe Ninu, PK, 10 April 2011); (11) Menulis Cerpen, Bukanlah Bercerita (Julianus Akoit, PK, 10 April 2011); (12) Belajar Bersastra dari Seorang Umbu (Willem B. Berybe, PK, 8 Mei 2011); (13) Diksi Sang Penyair: Percintaan di Dunia Sunyi (Julianus Akoit, PK, 15 Mei 2011); (14) Dialektika tentang Kematian di Ruang Imajinasi (Julianus Akoit, PK, 29 Mei 2011); (15) Puisi-Puisi Chairil Anwar (Sebuah Refleksi HUT ke-66 RI) (Willem B. Berybe, PK, 16 Agustus 2011); dan (16) Sastra NTT yang Berpijak di Bumi (Yohanes Sehandi, PK, 13 Desember 2011).

Selanjutnya, ke-10 judul artikel opini sastra yang dimuat Flores Pos adalah (1) Mempertimbangkan Ruang dan Waktu: Pengajaran Penulisan Kreatif Sastra di Sekolah (M.M. Bali Larasati, FP, 6 Januari 2011); (2) Mitos Ine Pare: Antara Fakta dan Fiksi (Perbincangan Sastra Lisan Etnik Lio) (M.M. Bali Larasati, FP, 13 Januari 2011); (3) Sastra dan Pendidikan (Hengky Ola Sura, FP, 19 Januari 2011); (4) Sahabat dan Puisi (Bill Halan, FP, 10 Maret 2011); (5) Puisi: Model Pembangunan Karakter (Sr. Wilda Wisang, CIJ, FP, 27 Juni 2011); (6) Dilema dan Tantangan Pekarya Sastra (Thomas A. Sogen, FP, 18 Agustus 2011); (7) Melacak Sastra dan Sastrawan NTT (Yohanes Sehandi, FP, 19 November 2011); (8) Melacak Sastra dan Sastrawan NTT (Sebuah Tanggapan) (Norbertus Jegalus, FP, 24 November 2011); (9) Pengarang NTT (Menanggapi Yohanes Sehandi) (Pion Ratulolly, FP, 29 November 2011); dan (10) Dosa Asal Sastrawan (NTT) (Januario Gonzaga, FP, 9 Desember 2011).

Cerpen dan Puisi Pos Kupang

Jumlah cerpen Pos Kupang (PK) tahun 2011 yang berhasil saya kumpul dan cermati berjumlah 45 judul cerpen dari 33 cerpenis NTT yang diambil dari 42 nomor PK edisi Minggu. Bandingkan dengan jumlah cerpen PK tahun 2010 sebelumnya. Tahun 2010, cerpen yang ditampilkan di PK berjumlah 36 judul dari 31 cerpenis. Jadi, tahun 2011 ini ada penambahan 9 judul cerpen dan penambahan 2 cerpenis NTT.

Cerpen PK tahun 2011 yang berjumlah 45 judul ini berasal dari 33 cerpenis. Ada beberapa cerpenis yang menulis lebih dari satu cerpen. Ke-33 cerpenis NTT yang menghasilkan 45 judul cerpen itu (berdasarkan urutan pemuatan cerpen di PK dari Januari sampai Desember 2011) adalah: Yosef S. Sefni, Amanche Franck, Jimmy Meko Hayong, Bernard Nailiu, Kristo Ngasi, Arys Botha, Engky Pukan, Roman Nama, Gobin DD, Mikhael E. Bernardus, Arsen Ngai, Taty Gantir, Ambrosius Beda Niron, Nong Djese, Rheynard el Meo, Fabio Seran, Mario F. Lawi, Atel Lewo Keda, Karolus Larantukan, Mariana Rilis Sogen, Holang Odorikus, Cosmas Kopong Beda, Keletus Marcel Udak, Jose Wassa, Herry Serang, Deodatus D. Parera, Lolik Luon, Januario Gonzaga, Agustinus Raring, Fram Maget, Fanny Watu, Djho Izmail, dan Vinsen Making.

Selanjutnya, jumlah puisi Pos Kupang yang berhasil saya kumpul dan cermati selama tahun 2011 berjumlah 99 judul puisi dari 36 penyair NTT yang diambil dari 42 nomor PK edisi Minggu. Ada penyair yang menulis puisi lebih dari satu puisi, bahkan ada yang sampai 4 dan 5 puisi. Bandingkan dengan tahun 2010 (sebelumnya). Tahun 2010, puisi yang tampil di PK hanya berjumlah 55 judul dari 24 penyair NTT. Jadi, tahun 2011 ini ada penambahan 44 judul puisi dan penambahan 12 penyair NTT.

Agar bisa diketahui para pembaca, ke-36 penyair NTT yang menghasilkan 99 judul puisi tahun 2011 itu (berdasarkan urutan pemuatan cerpen di PK dari Januari sampai Desember 2011) adalah: Magdalena Ina Tuto, Gobin DD, Jingga Clarita, Pion Ratulolly, Dody Kudji Lede, Vinsen Making, Avianita Rachmawati, Inosensius Nahak Berek, Elisabet A. Sulastri, Florensius Marsudi, Ferdy Mello, Viktorius P. Feka, Mario F. Lawi, Dion Tunti, Soleman Febe Maria, Trasianus Golo, Cosmas Kopong Beda, Holang Odorikus, August Kani, Januario Gonzaga, Jimmy Meko Hayong, Selamat Frans, Valens Daki Soo, Willem B. Berybe, Rosalia Dolu, Lambert Lalung Namang, Ishack Sonlay, Ninu Ecko, Fredy Oki, Arie Putra, Lee Risar, Chintia Devi Yurensi, Even DJ, Sisilia Semilia Seran, Tinus Tamo Ama, dan Bara Pattyradja.

Dalam tahun 2011 ini juga dua penyair muda NTT, yakni Ishack Sonlay dan Mario F. Lawi terpilih mewakili NTT menjadi peserta Temu Sastrawan Indonesia 4 (TSI 4) di Ternate, Maluku Utara pada 25-29 Oktober 2011 bersama 124 sastrawan yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

*) Pemerhati Bahasa dan Sastra Indonesia Dari Universitas Flores, Ende.
Dijumput dari: http://yohanessehandi.blogspot.com/2012/03/kebangkitan-sastra-ntt-2011.html