Satir Imajiner dalam Sastra

Bayu Agustari Adha *
Riau Pos, 14 Okt 2012

PADA tataran tertentu sastra dianggap sebagai suatu refleksi kehidupan seperti apa yang dipandang oleh Plato. Makanya Plato sendiri agak merendahkan sastra karena kalau sastra adalah refleksi maka itu adalah mimesis lapis ketiga. Itu terjadi karena dia menganggap bahwa kehidupan ini adalah suatu refleksi dari ide. Maka dari itu jikalau kehidupan sendiri adalah refleksi dari ide, jadi sastra mengalami dua kali tingkat turunan mimesis. Continue reading “Satir Imajiner dalam Sastra”

Tiga Aliran Puitika Jawa Timur

F Aziz Manna *
Seputar Indonesia, 25 Mar 2012

Situasi kesusasteraan khususnya perpuisian di Jawa Timur saat ini sangatlah meriah. Bahkan bisa dikata menegangkan. Bagaimana tidak, hingga kini perbincangan sastra (puisi) di Jatim menukik ke arah paling vital. Menajam pada visi dan ideologi puisi. Tapi secara garis besar, perbincangan yang kerap berujung pertikaian ini terkanalisasi dalam tiga aliran deras. Continue reading “Tiga Aliran Puitika Jawa Timur”

Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?

Bagian 22: Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia
(kupasan pertama dari paragraf lima dan enam, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)
Nurel Javissyarqi

I
Siapa saja bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi marah kepada orang yang tepat, dengan derajat kemarahan yang tepat, pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dengan cara yang tepat, ini tidak mudah.  (Aristoteles, 384-322 SM). Continue reading “Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden?”

Bahasa »