“Doangang” Jenis Puisi Lama Dalam Sastra Makassar

Diposkan: Muhammad Muchlis
http://lobelobenamakassar.blogspot.com/

Doangang merupakan salah satu jenis puisi lama dalam sastra Makassar yang hampir sama maknanya dengan mantra dalam sastra indonesia. Kata doangang mengandung makna permohonan, permintaan atau harapan. Doangang berbeda dengan jenis sastra lainnya sebab doangang dianggap memiliki berkah dan mengandung kesaktian atau kekuatan gaib bila diyakini oleh pemakainya. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas masyarakat Makassar pada masa lampau didahului dengan membaca doangang dengan harapan agar mereka selamat dunia akhirat.

Pemakai doangang harus memperhatikan beberapa persyaratan agar doangang yang dibacanya mendapat berkah dari Allah, yaitu tidak boleh membanggakan atau menyombongkan diri. Doa itu tidak diucap pada sembarang waktu dan tempat, harus yakin bahwa doa yang diucapkan itu mempunyai daya gaib, serta dipakai dengan maksud untuk membela diri atau menolong orang.

Umumnya doangang diberikan kepada orang yang akan merantau kenegeri orang jauh dari kampung halaman, doangang ini diberikan oleh tetua adat, dukun atau orang-orang yang dituakan dalam masyarakat Makassar.

Berikut adalah contoh-contoh doangang dalam sastra makassar:

Doangang Punna La Naungko Ri Butta:

I kau Butta kuonjo’
Palewanga’ Tallasakku
Eranga’ mange
Ri Kaminang Mate’nea

Doa Ketika Akan Menjejakkan Kaki Ditanah Rantau (terjemahan):

Wahai tanah yang aku injak
Luruskanlah jalan hidupku
Bawalah aku
ketempat yang paling baikl

Doangang Punna A’jappa:

Bunga ribireang kukangkang
Bunga bulang kusoeang
Bunga ni ngaia ri lino
i nakke ngaseng pata
saba’ Allahu Ta’ala

Doa Ketika Mulai Berjalan (terjemahan):

Bunga biraeang yang ku genggam
Bunga bulan yang kuayunkan
Bunga yang disukai didunia
Saya semua yang punya
Karena Allah semata

Doangang Punna Lattinro:

Kupantinromi tubuku
kukalimbu’ sahada’ku
Patampulo malaeka’
Anjagaia’ i lalang tinro
Saba’ Allahu Ta’ala

Doa Ketika Akan Tidur (terjemahan):

Saya sudah menidurkan tubuh saya
dengan berselimut syahadat
Empat puluh malaikat
yang menjagaku didalam tidur
Karena Allah semata

Doangang Punna Ambangung Tinro:

Kukangkangmi anne linoa
Kupasapu ri rupangku
Kuerang kale
Butta salama’ kuonjo’
Lanri Allahu Ta’ala

Doa Ketika Bangun Dari Tidur (terjemahan):

Dunia ini sudah kugenggam
Sudah kuusapkan keseluruh tubuhku
Aku membawa diriku
Menginjak tanah yang selamat
Karena Allah semata

Doangang Sollana Ni Kamaseangko:

I nakke minne Ana’ I lalang mate’ne
Napinawanga’ pammuji
Ata – Karaeng
Mammuji Mangngamaseang aseng ri nakke
Barakka’ La Ilaha Illallah

Doa Agar Dikasihani Orang (terjemahan):

Saya adalah anak yang berbahagia
Yang selalu diikuti oleh pujian
Baik hamba maupun raja
Semua mengasihi dan menyayangi saya
Berkah Allah semata

Doangang Pa’bongka Setang:

Kau setang kau longga’
Pali’-palili kalennu
Lammaloi yukkung
Baja’ bassia
Panggala-gala Buttayya
Hu.. Kumpayakum

Doa Pengusir Setan (terjemahan):

Kau setan kau tinggi
Singkirkan dirimu
Yukkung akan lewat
Baja besi
Benguat tanah
Jadilah, maka jadilah

Doangang Parampa’ Nassu:

Limbu’bu’jintu pa’mai’nu
Bombangjintu nassunu
Kulappa’ na kuonjokang
Tamammoterang

Doa Penghilang Marah (terjemahan):

Perasaanmu itu hanya debu
Marahmu hanya ombak
Akan kulipat dan kuinjak
Sampai tidak kembali

Dijumput dari: http://lobelobenamakassar.blogspot.com/2011/12/doangang-jenis-piusi-lama-dalam-sastra.html