JADILAH GURU YANG INSPIRATIF!

Orasi Ilmiah Sutejo dalam Acara Wisuda Sarjana STKIP PGRI Ponorogo, tanggal 6 Oktober 2012
Sutejo

Dalam realita pembelajaran, sering kita temukan guru yang tidak kreatif, monoton, malas, tidak inovatif, dan fatalnya menyalahkan murid-muridnya dengan berbagai alasan. Dari tidak punya motivas, tidak berbakat, malas, tidak kooperatif, nakal, sampai anak-anak mutakhir mengalami disoreantasi. Hal demikian bukan bukanlah realita positif, karena itu dibutuhkan keberanian untuk berubah. Tidak saja, para guru tetapi juga komponen birokrasi yang berpengaruh untuk mencorong terciptakan guru yang ideal.

Gagasan berikut menarik untuk direnungkan, khususnya para guru untuk kemudian diubah dalam praksis pembelajar-an di ruang-ruang kelas, tempat terindah persemaian generasi di masa datang. Pokok-pokok inspirasi ini sekaligus sebuah poin-poin pemikiran dalam buku “Becoming a Good Teacher” yang direncanakan terbit awal 2013 mendatang.

Jadilah Guru Motivatif
Motivasi guru dapat dibangun dengan contoh diri sebagai guru yang melangkah penuh motivasi. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar bukanlah hasil dari semangat sesaat, karena itu, buat diri Anda terus semangat di ruang-ruang kelas nantinya. Kehangatan guru terletak pada sorot mata yang penuh dengan keteduhan dan motivasi. Keramahan guru adalah modal belajar anak didiknya. Puji guru serupa motivasi bagi anak didik Anda. Ingatlah, jangan kikir puji, terlebih bakhil sanjung, karena itu akan menjadi jeruji yang memenjara, akan menjadi sandung dalam langkah belajar pesona didik Anda.

Jadilah Guru Inspiratif
Guru inspiratif adalah guru yang dirindu ketika dia tidak hadir di ruang kelas. Ketika dia mengajar: mata, kata, tangan, dan tubuhnya menghipnotik anak didiknya! Guru inspiratif adalah guru yang mampu mengoptimalkan gelombang alfa di balik selancar emosi mutiara didiknya. Guru yang inspiratif itu seperti peniup seruling sehingga subjek belajar menari sesuai dengan irama seruling yang disenandungkannya.

Jadilah Guru Filosofis
Guru yang luar biasa seperti matahari bagi anak didiknya. Untuk itu, lenyapkanlah embun yang menyelimutinya, hangatkan dingin tubuhnya, lepaskan air kehidupannya, dan poleslah cakrawala hidupnya di kala pagi tiba. Kesadaran seorang guru yang tertinggi adalah ketika dia menyadari bahwa dia berdiri di puncak lembah, kemudian berusaha keras memanggil suara hati anak-anak gembalaan untuk mendaki. Kesadaran seorang guru adalah ladang bagi anak didiknya untuk tumbuh menjadi pohon kehidupan yang kokoh dengan kelindan akar-akar kehidupannya yang kuat.

Jadilah Guru Sejati
Guru sejati adalah seorang filosof, ia senantiasa mempertanyakan hakikat kebenaran-kearifan untuk disematkan di ruang-ruang tanya, di rumah kebenaran murid-muridnya. Guru sejati adalah mereka yang menuntun mutiara didiknya nyaman di rumah kedamaiannya, untuk merentas makna belajarnya, memetik dawai untuk menjadi dewasa dalam kehidupannya.

Guru sejati adalah “nabi bagi umatnya” di balai-balai sekolah, bukankah ia si rahmatan lil’alamin. Penyala nur kehidupan bagi kegelapan permata didiknya. Guru sejati itu adalah seorang mentalis. Dengan kemampuan memanipulasi ruang kelasnya sehingga segalanya jadi bergairah dan bermakna. Guru sejati adalah guru yang menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi siswa didiknya. Bukan pewaris jiwa penganggur yang menanti ulur tangan kehidupan.

Jadilah Guru Berkomitmen
Komitmen seorang guru dapat dibangun dari belajar disiplin pada apa yang telah dikata dan disepakati. Bukankah kata guru adalah sabda nabi? Bukankah kesepakatan adalah penggerak kedua belah pihak. Guru-murid adalah dua eksistensi yang menyatu dalam kesepakatan belajar-mengajar dan mengajarkan cara belajar. Komitmen guru yang terbesar adalah saat melihat anak-anaknya yang merasa tidak mampu tapi jemari guru mampu mengubahnya untuk mampu melakukannya. Kata Andrie Wonggo, kebahagiaan terbesar seseorang adalah ketika orang lain membayangkan kita tidak mampu melakukan tetapi kemudian mampu melakukannya.

Jadilah Guru Berjiwa Petani
Guru itu ibarat petani. Ia menanam benih, menyiangi, dan memupuknya agar tumbuh tanpa gangguan perdu yang mengganggu. Jika Anda tidak merawatnya, maka apakah yang dapat Anda tuai di ujung waktu? Seorang petani dengan jiwa tulusnya akan mengalirkan air meski hujan di musim kemarau tidak menghampirinya. Seorang petani dengan jiwa yang tak pernah lelah untuk menumbuhkan tunas-tunas padi sehingga di ujung waktu, ketika berisi ia melahirkan mutiara didik berjiwa padi. Semakin menuduk saat mereka berisi!

Jadilah Guru Berjiwa Ikhlas
Jangan pernah mengeluh ketika berhadapan dengan anak didik –bagaimanapun keadaannya—pandanglah mereka dengan hati untuk menemukan potensi terpendam yang belum menyadari akan kilau permatanya. Guru adalah penggembala kehidupan, peniup seruling gembala penghibur kesepian anak didiknya. Dengan jiwa ikhlas seorang penggembala, mutiara didik akan nyaman dalam pencarian sumber kehidupan.

Jadilah Guru Kreatif
Guru kreatif adalah mereka yang mampu melakukan pembelajaran dengan cara berbeda dari umumnya guru biasa. Kegagalan menjadi seorang kreator jauh lebih baik daripada keberhasilan seorang monotonis yang nyaman berbuat seperti biasanya. Jadilah kreator ulung di ruang-ruang kelas sehingga inspirasi kreatif kita menjadi penggerak motivasi yang tak berjarak! Guru kreatif dengan demikian serupa malaikat yang menjelma, serupa dewa yang memancarkan cahaya.

Jadilah Guru yang Baik
Guru yang baik adalah dirigen lagu di ruang-ruang kelas sehingga melahirkan harmonisasi lagu yang indah. Semua anak adalah komponen alat musik yang potensial menyuarakan nada terbaiknya. Guru yang baik, guru yang memiliki laku dan kata yang sama dalam perbuatannya, begitulah terminologi baik menurut orang Samin. Orang yang baik, dalam mitos Yunani diungkapkan sebagai rhapsodist, yakni orang yang berpikiran cemerlang dan berbicara secara cemerlang pula!

Jadilah Guru Profesional
Profesionalisme guru hanya akan lahir ketika ia memiliki komitmen, keikhlasan, dan motivasi yang luar biasa. Guru yang profesional seumpama bunga Lili dalam cerita motivasi, yang tumbuh di tebing gunung, namun dengan semangat dan motivasi yang tak kenal menyerah mengubahnya menjadi panorama yang indah sehingga mengundang mutiara didik untuk berubah.

Jadilah Guru Idaman
Di mata anak didik guru idaman adalah perentas kehidupan yang dengan jari lembutnya menciptakan pintu-pintu kehidupan baru bagi masa depan permata didiknya. Tidak sulit menjadi guru harapan bagi permata didiknya, yang sulit adalah menjadi guru penuh harapan. Bukankah ketika guru penuh harapan hakikatnya harapan bagi anak didiknya? Hanya guru yang berhatilah yang bisa singgah di hati anak didiknya. Berpeganganlah pada bening hati, karena hati tak pernah menipu, karena hati adalah bening telaga untuk menghirup haus anak didik Anda.

Jadilah Guru Penghayat Iman Proses
Belajarlah pada kepompong yang menjadikannya kupu-kupu, tetapi bukan kepada ular yang dalam proses menjadinya ia tetap menjadi ular. Guru yang baik seperti kupu-kupu karena dalam proses pertapaan belajarnya telah mengubahnya menjadi sesuatu yang indah di depan anak didiknya. Ia akan hinggap pada sesuatu yang bermanfaat dan yang ditinggalkannya pun bermanfaat. Guru itu seperti pohon kelapa: akar, batang, daun, tangkai, kelapa, bunga, dan semua yang ada padanya bermanfaat bagi tunas didiknya. Di sinilah maka, di Bali pohon kelapa di sucikan, dan dalam cerita sufi kupu-kupu adalah metamorfosa perjalanan seorang penempuh jalan kesufian.

Jadilah Guru Empatif
Hati seorang guru akan tergetar ketika melihat luka di mata anak didiknya, bukan tertawa. Untuk itu, getarkan hati anak didik Anda untuk menyadari betapa berarti masa depannya. Jadilah guru yang empatif, guru yang mampu menyisir di pantai rasa anak didiknya sehingga radar empatinya terasah tajam untuk dihunus menaklukkan terjal keangkuhan kehidupan.

Untuk apa menjadi guru jika hati dan pikirannya tidak tertambat di hati dan pikiran anak didiknya. Untuk itu, belajarlah membaca kata dan bisik hati mutiara didik Anda. Balutlah dengan tulus rasa sehingga pembelajaran menjadi pergulatan rasa yang tidak dapat dimatrakan oleh bahasa.

Jadilah Guru Juru Praktik
Bukankah puncak belajar adalah mempraktikannya? Guru adalah pelatih renang. Karena itu, bagaimana mungkin mengajari renang kalau guru itu tidak memiliki kemampuan berenang. Memberikan komando di tepi kolam dengan berteriak-teriak tak akan memberikan makna apa-apa dibandingkan guru memberikan contoh berenang di dalam kolam.

Guru itu seperti pelatih. Sebab itulah guru yang baik adalah pelatih yang baik pula. Bagaimana mungkin menjadi pelatih yang baik jika tidak bisa menjadi pemain yang baik? Guru itu seperti seorang sopir bus malam. Bagaimana tangan lembutnya menjadikannya nyaman para penumpang, bukan gerak tangan kasar yang memabukannya.

Jadilah Guru Penulis Batu Karang
Jadilah guru yang menulis di atas batu karang. Meski lama, hasilnya tak akan enyah sepanjang masa. Keterbukaan seorang guru menjadi teman berenang bagi anak didiknya, karib bermain dalam kehidupannya, dan sahib berkhayal dalam mimpi masa depannya. Guru itu seperti nahkoda. Ia yang mendayung dan pengendali arah. Ia bak penyelamat bagi penumpang didiknya dari gelombang yang mengancam. Karena itu, jadilah pelukis di atas batu karang anak didik Anda, bukan melukis di atas pasir anak didik Anda. Karena lukisan di atas batu karang akan abadi, sebaliknya lukisan di atas pasir hanya seumur deburan ombak.

Jadilah Guru seperti Seniman
Guru itu adalah seniman kelas. Untuk itu, kenalilah seni belajar sebelum mengajar. Kenalilah seni mengajar sebelum mengajar. Hanya guru yang berjiwa senilah yang mampu singgah berlama-lama dalam rumah seni anak didiknya. Guru itu seperti seorang pelukis yang mampu menggoreskan aneka warna dengan kuas jemarinya yang indah sehingga menawan di kanvas kelas-kelas yang diciptakannya. Guru itu seperti seorang penyair sehingga suaranya mampu menyihir hati, menyisir bibit kemalasan, dan menumbuhkan imajinasi kreatif kader didiknya.

Ingat, wahai para guru, ketahuilah hakikat kemahiran hanyalah sebuah hukum pengulangan. Seorang juara sejati tidak berpikir berapa kali mengulang tetapi yang dibayangkan hanyalah kemahiran dalam genggaman. Terjatuh mengejar kemahiran adalah biasa, yang luar biasa adalah bangkit sekali lagi kemudian berlari mengejar kemahiran yang Anda impikan.

Jadilah Guru seumpama Orator Ulung
Guru adalah pencerita ulung yang dari bibirnya mengalir cerita kehidupan yang menyugesti dan menggerakkan tunas-tunas kehidupan. Guru itu seorang orator ulung sehingga suara meningginya suntikkan motivasi, suara datarnya mengalirkan kesadaran, dan suara rendahnya mengetuk mutiara didiknya untuk bergerak tumbuh dalam kehidupannya. Guru itu hakikatnya adalah pengukir cerita kehidupan. Karena itu, pilihlah tema yang tepat, contoh tokoh dan karakterisasi inspiratif yang kuat, setting yang impresif, sudut pandang yang menyenangkan, pilihan larik yang bergaya bahasa, dan dalamnya pesan kehidupan di setiap materi pembelajaran Anda.

Jadilah Guru Pewaris Kehidupan
Guru adalah wasilah kehidupan. Karena itu, berkaryalah. Bukankah karya seorang guru adalah pesona bagi anak didiknya? Guru adalah seorang pendaki kehidupan. Semakin hari tantangan pendakian semakin tinggi dan semakin meninggi, kelok jalan beriring terjal jurang yang menantang. Hidup seorang guru adalah penyerahan. Hidup seorang guru adalah pengabdian. Hidup seorang guru adalah pengorbanan. Maka, berserahlah, mengabdilah, dan berkorbanlah untuk permata didik dan profesi Anda.

Menangislah ketika melihat anak didik Anda menjadi penjahat dan bertaubatlah ketika anak didik Anda menjadi penipu. Sebab, berarti Anda telah mengajarinya menjadi penjahat dan penipu secara tidak langsung. Tersenyumlah, ketika anak didik Anda lebih hebat dari gurunya, dan menyesallah ketika Anda melihat anak didik tidak jauh berubah dari diri Anda.

Jadilah Guru yang Kaya
Guru yang kaya adalah guru yang banyak dikenang kata-kata arif bijaknya. Bukankah kearifan adalah kekayaan kehidupan itu sendiri? Guru yang miskin adalah guru yang tidak dapat dikenang sama sekali kebaikkannya oleh anak didiknya. Karena itu, jadilah guru yang kaya, guru pewaris kehidupan sebagai disunahkan oleh nabi sang penyuluh api peradaban manusia.

Jadilah Guru sebagai Pusaka
Pusaka seorang guru adalah kata-kata dan karyanya. Kata-kata guru diabadikan dalam rumah bawah sadar permata didiknya, karya-karya guru akan menjadi dendam inspirasi yang akan terus dikejarnya. Mukjizat seorang guru adalah hati dan pikirannya. Hati akan memandu kelembutan niat dan rasa, pikiran seorang guru akan melempangkan anak didiknya ke ngarai pikiran dan perubahan paradigmanya.

Jadilah Guru Sukses
Guru sukses adalah guru yang berhasil menyebarkan virus kesuksesan di ruang-ruang kelas sehingga melahirkan petarung-petarung ulung dalam kehidupan. Guru sukses adalah guru yang mampu mengatasi kesulitan dalam pembelajaran. Bukan pengeluh atas kesulitan dan hambatan di depannya. Guru sukses adalah guru yang memandang kesulitan sebagai kesempatan, bukan kesempatan sebagai kesulitan. Bukankah tak ada kesulitan yang tak dapat diatasi?

Guru sukses sejati adalah guru yang mampu mengubah kemiskinan mutiara didiknya menjadi kekayaan harga diri sehingga berubah etos menjadi seorang pendaki prestasi.

Jadilah Guru Inovatif
Mencoba jadi guru inovatif lebih terpuji daripada mencela kegagalan yang dilakukan oleh guru yang lain. Keberanian mencoba akan melahirkan makna pembelajaran yang luar biasa. Inovasi seorang guru adalah kebiasaan pemulung untuk memungut sesuatu yang di mata orang lain tidak bermakna tetapi di jarinya adalah sumber tunas tumbuhan didiknya. Berinovasilah, wahai alumni kampus tercinta. Inovasi Anda adalah harum wangi bagi kampus tercinta. Seumpama harum bunga, kehidupan akan merawatmu untuk tetap bisa menghirup harum wangimu.

Jadilah Guru Pembelajar
Jadilah guru pembelajar, karena pembelajaran hakikatnya adalah belajar itu sendiri. Jadilah Anda guru yang senantiasa belajar bagaimana mengajar, bukan menjadi guru yang sekadar mengajar. Mustahil menjadi guru yang baik kalau belum mengerti bagaimana cara belajar yang baik dan tidak baik. Tidak ada cara paling ampuh bagi guru untuk mengubah pembelajaran lebih baik kecuali menjadi guru yang lebih baik dari sebelumnya. Yakinilah, Anda adalah pengubah kehidupan itu sendiri! Einsten tak pernah menghafal, karena itu, jadilah guru yang tidak sekadar menghafal. Tetapi, pahami, maknai, dan praktikkan dalam proses pembelajaran Anda.

Jadilah Guru Penebar Jangkar
Senjata utama seorang guru adalah menjadikan pembelajarannya penuh dengan jangkar emosi. Sebab, kata Sandy MacGregor, emosi adalah memori itu sendiri. Jangkar emosi ini akan senantiasa menggerakkan motivasi untuk proses belajar mutiara didik selanjutnya.

Guru dengan kekuatan istimewa adalah mereka yang mampu menguak kekuatan dahsyat yang tersembunyi di balik rumah jiwa anak didiknya. Berpikir positif bagi guru seperti matahari yang tanpa prasangka untuk apa cahayanya ditebarkan di muka bumi. Sebab, setiap hari otak kita kata ahli neurologi, dirasuki setidaknya 50.000 pikiran setiap hari. Pastikan yang singgah di otak mutiara anak kita adalah pikiran-pikiran yang positif!

Jadilah Guru Pemindai Bakat
Guru berbakat adalah mereka yang menghargai bakat terkuat dirinya, menularkan etos penggalian pada anak didiknya untuk mengoptimalkan menjadi karya dan prestasi besar dalam kehidupannya. Guru pemindai bakat itu adalah guru yang unggul. Ia adalah mereka yang melakukan kesalahan untuk menjadikannya unggulan, bukan memupuk keraguan dan rendah diri sehingga tidak melakukan satu kesalahan sekalipun di ruang belajar mengajarnya. Guru unggul adalah guru yang mampu melangkahkan otak kanan dan kiri anak didiknya seperti orang berjalan untuk mendaki ke puncak impian.

Jadilah Guru Imajinatif
Guru imajinatif adalah mereka yang membayangkan dirinya berada di puncak gunung, tugas selanjutnya tinggal membawa fisik diri dan anak didiknya mendaki setapak demi setapak mencapai impian kehidupannya! Para guru bergurulah pada Wright bersaudara yang terbang menembus kabut asap kemustahilan. Jadilah guru kemustahilan yang terbang sebagaimana Wright terbang dengan temuan inovatifnya. Bukankah mustahil ketika terjadi bukan kemustahilan lagi? Jika tidak ada Wright bersaudara kita tidak akan menikmati pesawat udara.

Guru yang imajinatif adalah guru yang mampu menumbuhkan imajinasi para muridnya. Kembara imajiniasi adalah mutiara tersimpan dalam otak kanan anak-anak Anda. Bukankah imajinasi lebih penting dari pengetahuan kata Albert Einstein?

Jadilah Guru Perendra Kebahagiaan
Pena seorang guru adalah doanya. Karena itu, balutkanlah doa di sela-sela kehidupan Anda yang nyaman dan rileks, di sela-sela dzikir dan tafakur Anda untuk anak didik tercinta. Ukir kebahagiaan dengan hati, bukan dengan pikiran. Ukir hati dengan pejam mata, sebab jika mata kita terbuka maka hati akan terpejam, sebaliknya jika mata terpejam maka mata hati akan terbuka. Petik kebahagiaan dengan memaknai segala apa yang terjadi adalah cara Tuhan mengajarkan kebahagiaan kepada kita. Alirkan dan salurkan itu kepada mutiara didik kita.

Jadilah Guru Genius
Guru genius adalah guru yang mampu menerapkan kemampuan yang ada dalam pikirannya, mengubah pikiran anak didiknya untuk dipraktikkannya. Guru genius adalah mereka yang ahli strategi. Guru yang strategis adalah guru yang mampu menggunakan peta pikiran dalam pembelajarannya. Ingat, peta pikiran adalah pola kerja pikiran yang alami, tergantung Anda pergunakan untuk apa. Ingat kata Einstein, genius hakikatnya adalah 99 persen kerja keras dan 1 persen lainnya adalah bakat.

Jadilah Guru seperti Buku
Guru itu seperti buku. Senantiasa akan dibaca oleh anak didiknya. Setiap langkahnya adalah lembar-lembar buku yang menuliskan gerak dan makna kehidupan. Karena itulah, hati-hatilah menuliskan huruf lewat langkah kaki kehidupan Anda. Guru adalah buku. Karena itulah, tulisi hari-hari Anda dengan kreativitas, membaca, menulis, diskusi sehingga akan menjadi buku kehidupan bagi mutiara didik kita.

Jadilah Guru Terapis
Guru itu seorang hipnoterapist. Menguak bawah sadar anak didiknya, membuang mental blocknya, dan mengisinya dengan program kesadaran dan motivasi baja untuk menancapkan gedung pencakar langit kehidupannya. Melangkahlah dengan sepenuh nafas dalam pembelajaran Anda, karena bukankah Anda sedang mengajarkan bagaimana bernafas yang baik bagi anak didik Anda? Gerak tubuh seorang guru adalah aroma yang menghipnotik siswa didiknya. Urai dengan hati dan pisau bawah sadar untuk membongkar penyakit mereka sehingga merdeka dari kungkungan penyakit jiwa yang meraja.

Jadilah Guru selaksa Mutiara Hikmah
Guru itu selaksa mutiara hikmah. Kata, mata, sukma, logika, dan lakunya adalah senarai hikmah memendarkan cahaya bagi anak didiknya. Genggamlah cahaya kebijaksanaan guru agar mutiara hikmah tak lekang oleh waktu. Perjalanan guru itu seperti pengembaraan seorang saleh. Mereka mengembara dari bukit ke bukit, dari lembah ke lembah, mendaki ke puncak gunung yang satu ke puncak gunung yang lain, menyisiri gurun pasir yang satu kemudian ke gurun pasir yang lain, mengarungi gelombang samudera yang satu ke samudera yang lain, memasuki lebatnya belantara yang satu ke belantara yang lain; untuk menuntun puncak kesalihan sang murid dengan ilmu hikmah, ilmu irfan, dan ilmu hati yang dimiliki.

Jadilah Guru Luar Biasa
Menjadi guru biasa itu mudah. Lebih mudah lagi jika menjadi guru yang tidak bergairah. Karena itu, tanamkan gairah sehingga tunas anak didik di ruang kelas Anda adalah bibit perubahan yang indah. Ketika Anda terjaga di waktu malam karena terkenang bayang-bayang buah hati permata didik Anda, berarti Anda telah menjadi guru yang luar biasa!

Apa pun pilihan peran Anda di depan anak didik adalah sebuah risiko. Kadang jadi komedian, motivator, inspirator, dai, tukang bengkel, dan sekali waktu teman bermain yang menyenangkan. Menjadi guru bukanlah menggurui, tetapi mencipta cakrawala pikir sehingga terbuka dan menggema ke dalam sukma permata siswanya. Jangan pernah menjadi guru yang biasa sebab hasilnya pun akan biasa-biasa saja. Karena itu, jadilah guru yang luar biasa sebab hasilnya pasti juga luar biasa!

Ketahuilah, bahwa guru yang luar biasa sejatinya adalah guru yang mampu memprogram pikiran emas mutiara didiknya menjadi soft program kesuksesan mutiara didiknya. Jangan berhitung berapa kali Anda terjatuh, tetapi bangkitlah untuk mengubah kehidupan anak pualam didik Anda.
***