Proses Kreatif: Oleh-oleh dari Mardi Luhung

Kasnadi *

Pada Selasa, 13 November 2007, SMA Immersion Ponorogo mengundang seorang penyair “nyentrik” angkatan 2000. Ia adalah H.U. Mardi Luhung, yang lahir di Gresik 42 tahun lalu. Sebagai penyair, kepenulisannya ditandai dengan penuh gairah dan daya vitalitas yang sangat tinggi. Ia termasuk salah satu penyair muda yang sangat produktif. Karya-karyanya tersebar di berbagai media cetak baik lokal maupun nasional. Continue reading “Proses Kreatif: Oleh-oleh dari Mardi Luhung”

Daerah Tak Peduli Dewan Sekolah?

Sutejo *
Kompas, 6 Juli 2001

Keberadaan Dewan Sekolah (DS) yang mendesak diwujudkan tampaknya belum mendapat perhatian serius pihak pemerintah kabupaten/kota. Ini dibuktikan dengan belum berdirinya DS di banyak daerah di Indonesia. Padahal, Dirjen Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Muljani A Nurhadi sejak jauh hari sudah mengingatkan akan pentingnya DS untuk menyukseskan ‘’program’’ desentralisasi pendidikan ke kabupaten/kota. Continue reading “Daerah Tak Peduli Dewan Sekolah?”

Keindahan Genre dalam Angkatan Sastra Sumut

Hesti Sartika *
Harian Waspada, 12 Mei 2013.

Karya sastra merupakan sebuah hasil dari kreativitas, imajinasi dan simbol-simbol yang di dalamnya berguna untuk memperindah bahasa yang menjadi medium dalam sebuh karya sastra. Sapardi Djoko Damono memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Continue reading “Keindahan Genre dalam Angkatan Sastra Sumut”

SEJUMLAH KONTROVERSI HADIAH SENI (SASTRA)

Hudan Nur *
esaihudannur.blogspot.com

“Budi Palopo dapat hadiah seni dari gubernur. Tahun depan aku njagoin Lan Fang. Tahun depannya lagi Tjahjono Widianto terus A. Muttaqin, S. Yoga ==> lha kok klik DKJT semua ya? Politiknya kayak TUK ya… atau sama juga DKL. Wah politicking jadi virus juga di seni. Bencana nih!” (sms seorang teman)

NAMPAKNYA keberlangsungan sejarah sastra memang harus bertengkar dan berludah-ludah. Tidak hanya menyuarakan ketertindasan sosial tetapi juga bertengkar dengan koleganya. Sehingga penyasastra yang idealnya soliter cenderung berklik. Continue reading “SEJUMLAH KONTROVERSI HADIAH SENI (SASTRA)”

Dunia yang Klise

Ilham Wahyudi
radarbanten.com May 18, 2013

Seringkali hidup kita terus mengikuti alur pada cerita ‘klise’. Selalu meniru apa yang kita lihat dan rasakan pada awal mula hidup kita. Tapi, tak mau mencari tahu lebih dalam tentang apa yang kita tiru tersebut. Demikianlah kita selalu menjadi bebek pada barisan paling belakang. Terus mengikuti pejalan terdepan yang menciptakan lajur. Anehnya meskipun kita mengikuti arah yang salah, kalau tetap pada lajur kelompok maka kita tidak merasa ada masalah. Continue reading “Dunia yang Klise”