Perez, Oh Perez

Yeni Maulina
Riau Pos, 5 Mei 2013

JUDUL tulisan ini, bagi banyak orang, mungkin akan menggiring ingatannya pada nama tokoh tertentu. Orang yang senang ngegosip akan ingat Julia Perez, artis fenomenal yang selalu blak-blakan dalam bertutur kata itu. Lain halnya penggila bola, mungkin yang diingatnya Miguel Perez Cuesta, atau lebih dikenal dengan nama Michu (pemain gelandang Swansea, Inggris) atau Diego Perez (pemain gelandang Bologna, Italia). Continue reading “Perez, Oh Perez”

Mengukur Kualitas Sastrawan Indonesia

Nurman Hartono
Suara Karya, 4 Mei 2013

Sepeninggal Pramodya Ananta Toer pada 30 April 2006 silam, kegalauan banyak sastrawan negeri ini hingga sekarang adalah belum adanya sastrawan Indonesia yang menerima hadiah nobel. Meski setiap tahun ada ratusan sastrawan dari seluruh dunia yang diunggulkan mendapatkan Nobel untuk Sastra meski akhirnya yang terpilih hanya satu orang, tetapi tak satupun sastrawan Indonesia yang disebut-sebut sebagai calon kandidat. Continue reading “Mengukur Kualitas Sastrawan Indonesia”

ENSIKLOPEDI PENDERITAAN: WUJUD REALISME SOSIALIS PRAM DALAM CERITA DARI BLORA

Kasnadi *
stkippgripo.ac.id

Abstract

Pramoedya Ananta Toer Is one of the Indonesian vanguard authors. As a vanguard author, he is course of supported by his high-quality works in addition to his productivity. In his work, he tends to issue the marginalized humans, the oppressed figures with all the problem of life. Therefore, Pram is well-known as a socialist realis author. Continue reading “ENSIKLOPEDI PENDERITAAN: WUJUD REALISME SOSIALIS PRAM DALAM CERITA DARI BLORA”

Indonesia Beraksara!

Bandung Mawardi *
Bali Post, 21 April 2013

DI UJUNG abad XIX, Kartini berpengharapan, kaum perempuan diperkenankan bersekolah atas emansipasi dan kemodernan. Perempuan beraksara berarti mengenal diri dan dunia. Pengharapan itu tersendat dan bergerak lambat. Kartini enggan berpasrah, impian ingin terejawantah meski mendapati bantahan-bantahan tradisionalitas dan kekuasaan kolonial. Continue reading “Indonesia Beraksara!”

Bahasa »