Kecerobohan Sang Kritikus atau Plagiarisme Sang Penyair Nobel?

Malkan Junaidi

Dalam bukunya yang berjudul Octavio Paz, Puisi dan Esai Terpilih, diterbitkan oleh Yayasan Bentang Budaya, pada sub-kumpulan Puisi-Puisi (1995-1996), Arif Bagus Prasetyo mencantumkan sebuah puisi yang berjudul Nyanyian Diri:

Mungkin aku bisa berkelok untuk hidup bersama satwa,
Mereka begitu lembut lagi penuh percaya diri,
Aku berdiri memandang mereka begitu lama. Continue reading “Kecerobohan Sang Kritikus atau Plagiarisme Sang Penyair Nobel?”

Jepang dari Syibumi, Tsunami, dan Teks Sastra

Tjahjono Widijanto
Suara Karya, 29 Juni 2013

Jepang adalah sebuah dunia yang penuh paradoksal. Di Jepang, teknologi yang demikan canggih bersilang sengkarut dengan kesemestaan, dimana mesin bersanding mesra dengan laut dan danau. Nun di sana pula kekerasan dan kelembutan berkelindan, kesunyian dan keramian dapat bersintesa, alam suatu saat dapat dikendalikan teknolgi sekaligus kesadaran persatuan manusia dengan alam yang tak kikis oleh zaman. Continue reading “Jepang dari Syibumi, Tsunami, dan Teks Sastra”

“TRAGEDI CANTOI” SULAIMAN JUNED: EKSTERNALISASI AGROPHOBIA

Wiko Antoni S.Sn *

Struktur lakon adalah partitur bagi seorang sutradara dalam `konser` peristiwa yang akan dipentaskan. Sebagai seorang penulis lakon tanggungjawab utama yang terpenting adalah membangun konsep dasar yang menjadi tempat berdiru teguhnya struktur pertunjukan, dari drama yang baik lahirlah pertunjukan yang luar biasa. Memang seorang sutradara mestilah kreatif dalam membangun realitas panggung namun drama yang baik akan menjadi pijakan kreatifitas yang baik bagi seorang sutradara dalam mempersiapkan pertunjukan berkualitas. Continue reading ““TRAGEDI CANTOI” SULAIMAN JUNED: EKSTERNALISASI AGROPHOBIA”

Bahasa »