Pengantar ‘Riwayat’ oleh Soediro Satoto

Sulaiman Juned Menyuarakan Kematian, Kekerasan, Ketidakadilan, Kelicikan, Perbedaan dan Konflik dengan cinta kasih
Soediro Satoto *)
Komunitas Seni Kuflet, 03 Des 2011

Antologi puisi Riwayat ini ditulis oleh Sulaiman Juned. Meskipun orangnya tampak pendiam, low profile, ia seorang nasionalisme, moderat (bukan, separatisme, atau provokator) berkat hasil didikan kedua orang tuanya yang ketat berdisiplin, gigih, demokratis, dan religius sejak kecil. Ia pernah memakai nama samaran Soel’s J. Said Oesy ( ‘nunggak semi’ dengan nama ayahnya). ‘Juned kecil’ adalah anak kelima dari enam bersaudara buah cinta dari Abi/ayahnya, M. Juned Said, dengan Emak/ibunya, Juhari Hasan, (keduanya sudah almarhum dan almarhumah). Si Sulaiman Juned kecil tersebut dilahirkan di desa kecil Usi Dayah, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh, 12 Mei 1965. Jadi, ia adalah salah seorang warga asli Aceh menjadi warga Indonesia dan juga warga dunia yang menjadi saksi hidup sekaligus pelaku sejarah terjadinya konflik di Aceh, dan diperburuk dengan bencana alam gempa dengan skala ricther 8,9 dan tsunami yang telah banyak makan korban: baik waktu, fisik, psikis, finansial, material, fasilitas, nyawa, dan jika tidak segera diakhiri, juga generasi penerus penduduk Aceh (sekarang Nangroe Aceh Darussalam).

Penyair, teaterawan, dramawan yang wartawan dengan segudang pengalaman di berbagai profesi dan kegiatan seni, budaya, dan pariwisata, antara lain: sebagai jurnalis, baik sebagai penulis di berbagai surat kabar, majalah, maupun sebagai redaktur budaya atau editor majalah atau jurnal di berbagai kota. Di samping sebagai penulis puisi, naskah lakon, atau skenario sinetron, Soel (begitu rekan-rekan seniman Aceh dan Sumatera Barat memanggilnya) juga berperan sebagai aktor, sutradara – ia telah menyutradarai 102 pementasan teater di Taman Budaya Aceh dan di Sumatera Barat, serta melakukan pentas keliling: Aceh, Medan, Padang, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Palembang, Jakarta dan Bali. Bersama Sanggar Cempala Karya yang ikut didirikannya di Banda Aceh, serta bersama Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang yang dipimpinnya, Sulaiman Juned kecil sejak tahun 1995-1997 tiap-tiap bulan secara rutin mengisi acara sinetron di TVRI Stasiun Aceh. Sekali-kali di TVRI Stasiun Sumatera Barat dan Jakarta.

Ada beberapa faktor pendukung yang significant sehingga bisa menghantarkan Soel kecil menulis antologi puisi Riwayat. Antologi tersebut terdiri dari 132 puisi yang ditulis dalam kurun waktu tahun 1980-2006 (25/26 tahun). Dibagi ke dalam tiga periode. Periode I, Tahun 1980-1989; Periode II, Tahun 1990-1994; dan Periode III, Tahun 1995-2006. Periode I terdiri dari 22 buah puisi; Periode II 48 buah puisi; dan Periode III 62 buah puisi.

Beberpa faktor pendukung yang dimaksud di atas, antara lain: (1) Secara keseluruhan, antologi puisi Riwayat ini melukiskan respon seorang jurnalis, sastrawan (sebagai teaterawan, dramawan yang penyair) terhadap drama konflik beserta pahit manisnya kehidupan di Aceh sebelum, sesaat, dan sesudah ditandatangani MOU oleh kedua belah pihak yang berkonflik belum lama ini di Swis, dan berbagai bencana alam, termasuk tsunami, dan berbagai dampaknya. Sedangkan Sulaiman Juned kecil yang meriwayatkan peristiwa tersebut adalah warga dunia kelahiran Aceh. Kini ia sudah berkeluarga, beristri dan beranak hasil perkawinannya dengan dara idamannya Iswanti yang sering di sebut Titin, gadis peranakan Jawa-Aceh (Bapaknya dari Jawa Tengah, dan ibunya dari Aceh). Jadi, sebagai saksi dan pelaku sejarah, didukung oleh pengalamannya sebagai jurnalis, ia paham dengan berbagai permasalahan di Aceh; (2) Menurut pengakuannya, atas motivasi dan bimbingan Siti Aisyah, ibu gurunya di bidang studi Bahasa dan Sastra di SMP Negeri 3 Takengon, Aceh Tengah, tempat Sulaiman Juned kecil bersekolah, ia semakin PD (Percaya Diri) menulis puisi. Apalagi setelah puisinya, sejak tahun 80-an, dimuat di berbagai Koran harian dan majalah; (3) Di samping darah seni yang diturunkan dari Abua (abang/kakak dari ibunya) bernama Abdullah, yang biasa dipanggil Syech, Syech Lah Jarum Meueh, pemimpin grup tari Seudati, Sulaiman Juned kecil juga berpendidikan formal sebagai mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia pada Universitas Syiah Kuala Darussalam-Banda Aceh. (1985); (4) Setelah berhasil menyelesaikan studinya, ia juga menjadi dosen di almamaternya, STSI Padangpanjang di Jurusan Teater, di samping dosen luar biasa di berbagai Perguruan Tinggi dan guru SMA dalam bidang studi Bahasa, Sastra, dan Teater Indonesia; (5) Di samping mengajar, Juned kecil (Sulaiman Juned) juga sering sekali mengikuti seminar, diskusi, dan workshop, terutama yang berkaitan dengan dunia sastra (puisi, novel, drama) dan teater. Kini ia sedang mengikuti studi lanjut di Program Pascasarjana STSI Surakarta, Program Studi Penciptaan Seni, dengan Minat Utama Seni Teater.

Faktor-faktor tersebut di atas jelas mendukung hadirnya Antologi Puisi Riwayat yang diharapkan, bukan saja menambah wawasan dan apresiasi seni puisi, riwayat seorang anak bangsa beserta keluarganya di tengah-tengah konflik dan bencana tsunami, serta dampaknya bagi warga Aceh, tetapi juga menambah wawasan pembaca antologi puisi ini terhadap respon dan sikap penulis dalam menghadapi fakta sejarah tersebut dengan tabah, meskipun dendam masih tersisa, dan hatinya sangatlah luka. Terutama dalam hal masih adanya kekerasan, kelicikan, ketidakadilan, banyaknya pengangguran dan kematian sia-sia. Mengapa perbedaan dan konflik tidak diselesaikan dengan toleransi dan cinta kasih? Selamat dan mari kita nikmati karya puisi penyair asal Aceh ini yang layak kita mamah bersama. Salam!

Kartasura, 12 Mei 2006
*) Penulis adalah Guru Besar Fakultas Sastra di Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jawa Tengah.
Dijumput dari: http://kuflet.blogspot.com/2011/12/pengantar-riwayat-oleh-soediro-satoto.html