Puisi-Puisi Remmy Novaris DM

Suara Karya, 15 Juni 2013
TALAK TIGA

matahari di kantongmu
menghembuskan musim kering
kau mengigau terus
tentang musim hujan
kau pun menjadi peramal
untuk seluruh musim
membuat sate bawang cabe
kau panggang di pagar rumah
hujan panas pun turun
di bibir istrimu
tentang mahalnya harga
bumbu dapur sambil mengulek talak tiga
karena kau melihat rumput
di luar pagar

* l a 2013

Dongeng yang Tamat

tamat sudah seluruh
kisah tentangmu
tak ada lagi dongeng
pintu dan jendela
yang selalu terbuka
dan tertutup
dengan suara engsel
menyayat telinga
hanya disebabkan
oleh tiupan angin

gendang telingaku pun pecah
oleh dusta yang kau bisikkan setiap hari
hingga udara panas menyengat
setiap percakapan tanpa pernah
aku mendengar bisikan mesra
sekedar penyaput rasa gerah
yang selalu menyelimuti ruang dada

kalau sudah begitu,
bagaimana kau bisa tertawa
apalagi menangis
jika kau tak memberi ruang jeda
sekedar mendengar suaramu
dari rongga mulutmu
yang penuh batu hingga bibirmu pecah
karena tak pernah di basuh
oleh cumbuan aksara
untuk kau tulis
dengan bahasa puisi

dan waktu sudah berlalu
tanpa kau perduli apakah masih dini hari
atau siang hari karena hanya akan
membuat pertengakaran baru
yang tak akan tamat dan kita tak tahu,
apakah aku masih mendengar dongeng
yang sama atau hanya sebuah legenda
tapi tanpa mitos di dalamnya: entahlah….

* l a 2013

Sekental Senyuman

wanita itu sudah menyeberangi malam
mungkin sudah melewati batas impian
dan mengigau tentang harapan
jika esok ia terjaga
menemukan dirinya di beranda pagi
dengan secangkir kopi
dan sehangat sinar matahari
yang diseduh sekental senyuman

Di sana ia akan melangkahkan kaki
pada sebuah dunia yang nyata
bukan sebagai tempat pelarian
di mana ia harus terus
mengejar bayangannya sendiri
hanya untuk menanggalkan
seluruh masa lalu
yang mengendap dalam dirinya

tapi di sana ia melangkah bersama bayangan
sepanjang tubuhnya dan berkisah
tentang sebuah rumah
beratap dan bertiang yang kokoh
yang dibangunnya dari impian
dari masa lalu yang pernah hilang
dan menjadi tempatnya berteduh
pada hari yang penuh kedamaian

* l a 2013

Dijumput dari: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=328693