Review Buku: The Iliad of Homer dan The Odyssey of Homer

info-cool.com

Legenda perang Troy dimulai dengan Helen, istri Menelaus, yang jatuh cinta dengan pangeran Paris dari Troy dan kemudian melarikan diri ke Troy. Tidak terima, Menelaus yang merupakan adik dari raja Agamemnon, mengajak kakaknya dan seluruh bangsa Yunani untuk menyebrang lautan guna menggempur Troy. Bagi yang menggemari kisah sejarah dan mitologi pasti sudah paham akan sejarah perang Troy, termasuk bagaimana perang ini berakhir dengan penyusupan pasukan Yunani di dalam patung kuda, yang merupakan ide dari Odysseus.

Buku The Iliad sejatinya adalah kumpulan sajak gubahan Homer, namun di sini sudah dirubah ke dalam bentuk cerita, sehingga enak dibaca. Kisah dalam buku The Illiad tidak menceritakan keseluruhan legenda Troy dari awal, melainkan hanya berfokus pada saat puncak peperangan. Ketika itu raja Agamemnon tengah berkonflik dengan prajurit terkuat Yunani, Achilles, yang menyebabkan pasukan Yunani terdesak oleh pasukan Troy. Buku The Iliad berakhir ketika Agamemnon berdamai dengan Achilles, yang kemudian bertarung melawan Hector, legenda Troy yang belum pernah dikalahkan siapa pun juga.

Buku The Iliad lebih terfokus pada kisah kepahlawanan para prajurit Troy dan Yunani, serta campur tangan para dewa dalam konflik manusia. Para tokoh legenda, seperti Achilles, Hector, Odysseus, Ajax, maupun Paris merupakan prajurit-prajurit yang disayang oleh dewa-dewi Olympus. Nasib mereka dalam peperangan sangat tergantung dari dewa-dewi yang berada di belakang mereka, seperti Zeus, Hera, Athena, Apollo, maupun Poseidon. Perang para manusia adalah perang para dewa juga, sehingga sekuat apa pun manusia berusaha, jika para dewa tidak berkenan, maka kemenangan pun akan mustahil diraih.

Sedangkan The Odyssey adalah kisah tentang kesetiaan. Kesetiaan Odysseus yang bersikeras pulang pada keluarganya, walaupun ia diculik oleh Calypso, seorang dewi cantik yang menginginkan Odysseus menjadi suaminya, dan berjanji akan menjadikannya seorang dewa jika ia bersedia. Juga kesetiaan Penelopia, yang menunggu suaminya, Odysseus, pulang selama 20 tahun, walaupun ia dilamar oleh para bangsawan Ithaca. Dikisahkan bahwa Penelopia baru akan memilih calon suami baru jika ia sudah selesai menenun kain kafan untuk Laertes, ayah Odysseus. Ketika siang, ia mengerjakan tenunannya dengan tekun. Namun ketika malam tiba, ia menguraikan lagi semua hasil tenunannya, dan demikian seterusnya.

Bagi yang belum pernah membaca (atau menonton film) tentang perang Yunani-Troy dan kisah cinta Paris-Helen, agaknya akan sedikit kebingungan ketika membaca buku The Iliad ini. Pun demikian bagi yang hendak melanjutkan untuk membaca The Odyssey, karena akan terjadi kekosongan plot antara waktu setelah pertarungan Achilles-Hector hingga pulangnya prajurit Yunani dari Troy, yang memang tidak diceritakan oleh Homer. Tidak ada cerita rumit yang susah ditebak dari buku The Iliad dan The Odyssey, karena memang legenda dari kedua epik tersebut sudah diketahui banyak orang.

Namun demikian, kedua novel ini tetaplah menarik untuk dibaca karena cerita yang kolosal yang dapat menjelaskan secara detail kejadian-kejadian di balik kisah perang besar Troya dan perjalanan pulang seorang Odysseus. Selain itu epik ini juga mengandung pesan moral yang dalam, yang ditunjang dengan terjemahan yang cukup bagus. Kedua kisah mitologi ini akan menjadi selingan menarik di tengah gencarnya serbuan novel fantasi, teen flick, dan vampir kasmaran.

The Iliad of Homer

Penerbit: Oncor Semesta Ilmu
Pengarang: Homer, diterjemahkan oleh Samuel Butler
Terbit: Februari 2011
Tebal: 254 halaman
Harga: Rp. 40.000

Plot:
Buku The Iliad adalah epik terindah yang pernah ditulis sepanjang sejarah. Kisah peperangan, berlangsung selama 10 tahun; Troy-Yunani, mengerahkan lebih dari 1.000 kapal perang, menghabiskan waktu 20 tahun! 10 tahun pertama mengumpulkan armada perang dan 10 terakhir dihabiskan di medan perang. Berkat ide cemerlang salah satu prajurit Yunani, Odysseus, Troy dapat ditaklukan. Bangsa Yunani kuno percaya bahwa Perang Troy adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada abad ke-13 atau ke-12 SM. Peperangan ini berlangsung di sekitar Dardanelles, daerah Baratlaut Turki sekarang.

The Odyssey of Homer

Penerbit: Oncor Semesta Ilmu
Pengarang: Homer, diterjemahkan oleh W.H.D. Rouse
Terbit: Februari 2011
Tebal: 322 halaman
Harga: Rp. 45.000

Plot:
Akhirnya Troy hancur juga, namun bukan ditaklukkan oleh Diomedes atau Achilles, atau seribu kapal, namun oleh tangisan kepura-puraan. Ketika pasukan Yunani berhasil menerobos benteng kota Troy, mereka merusak kuil-kuil dan membuat para dewa murka. Akibatnya, perjalanan pulang pasukan Yunani dipersulit. Hanya Agamemnon dan Nestor yang tiba dengan selamat tanpa halangan berarti, sementara Menelaus tersasar ke Mesir. Namun Odysseus, tokoh utama dalam novel ini, mengalami rintangan terberat dalam perjalanan pulangnya. Ia mengembara selama sepuluh tahun dari satu negeri ke negeri lainnya, mengalami banyak penderitaan, kehilangan semua anak buahnya, hingga akhirnya dewata mengijinkannya pulang.

Namun penderitaan Odysseus belum selesai; ia harus menghadapi rintangan teakhir, mengusir 108 bangsawan Ithaca yang melamar istrinya, Penelopia. Berkat bantuan Dewi Athena dan putranya yang sudah dewasa, Odysseus berhasil melewati rintangan terakhirnya. Pertemuan kembali Odysseus dengan istrinya setelah terpisah selama 20 tahun, merupakan adegan paling mengharukan nan agung dalam kehidupan manusia.

Dijumput dari: http://info-cool.com/buku-the-iliad-odyssey-oncor/