Teman-teman Malala Berdoa agar Gadis Itu Raih Nobel

Egidius Patnistik
internasional.kompas.com 7 Okt 2013

Di kota asal Malala Yousafzai di Pakistan, teman-teman sekolahnya berharap dapat menyaksikan gadis itu meraih Hadiah Nobel Perdamaian pada pekan ini. Namun mereka hanya bisa secara diam-diam mengharapkan hal itu karena berada di bawah tekanan masyarakat yang sangat ambivalen tentang aktivis remaja tersebut. Baca selengkapnya “Teman-teman Malala Berdoa agar Gadis Itu Raih Nobel”

Mastodon dan Burung Kondor, Kisah Penyair di Tengah Geliat Revolusi

Sinar Harapan, 12 Agu 2011

Naskah drama kepunyaan WS Rendra yang berjudul Mastodon dan Burung Kondor kembali dipentaskan selama empat hari sampai 14 Agustus 2011 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Setelah kali pertama dipentaskan pada 1973, naskah itu kini dimainkan Ken Zuraida Project di bawah arahan sutradara Ken Zuraida, salah satu pengelola Bengkel Teater sekaligus istri mendiang Rendra. Baca selengkapnya “Mastodon dan Burung Kondor, Kisah Penyair di Tengah Geliat Revolusi”

Gugatan Seorang Penyair

Toeti Adhitama *
Media Indonesia, 6 Agu 2010

“Menurut Descarte, membaca dan membicarakan buku yang bagus seperti bercakap-cakap dengan orang-orang hebat dari abad-abad terdahulu.” Kata-kata itu diucapkan penyair Taufiq Ismail hari Minggu lalu, dalam sarasehan antarkerabat menjelang Ramadan. Descarte, filosof Prancis (1596-1650), terkenal dengan ungkapannya “Cogito Ergo Sum”. Kira-kira artinya: karena saya berpikir maka saya hadir. Baca selengkapnya “Gugatan Seorang Penyair”

SUREALISME DALAM PERPUISIAN AMERIKA LATIN

X.J. Kennedy, Dana Gioia
Penerjemah: Indra Tjahyadi
indra-tjahyadi.blogspot.com

Surealisme merupakan salah satu revolusi artistik terbesar di abad dua puluh. Pada mulanya ia muncul pada waktu Perang Dunia I dalam sebuah olok-olok bernama gerakan “Dada”. (Dada merupakan sebutan anak-anak Perancis bagi “kuda lumping”.) Dadaisme merupakan suatu penolakan radikal atas kegilaan yang dilakukan oleh yang-menyebut-dirinya-sendiri dunia “rasional” badai era modern. Pendekatannya adalah sebuah usaha untuk mengguncang dunia agar keluar dari penghancuran tradisinya sendiri. Baca selengkapnya “SUREALISME DALAM PERPUISIAN AMERIKA LATIN”

Korrie Layun Rampan, dari Borneo Menjaga Sastra Indonesia

Oyos Saroso H.N.

Teraslampung | Portal Berita Lampung Terkini dan Terpercaya

Setelah sejak 1997 pindah dari Jakarta ke Lampung, saya tidak pernah bertemu lagi dengan Korrie Layun Rampan. Kami kembali bertemu pada perhelatan Kongres Cerpen Indonesia (KCI) kelima di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhir Oktober 2007 lalu. Saat itu,Korrie masih menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Barat, Kalimantan Timur. Baca selengkapnya “Korrie Layun Rampan, dari Borneo Menjaga Sastra Indonesia”

Posisi M Yamin dalam Sejarah Indonesia

Asvi Warman Adam
suar.okezone.com, 28 Okt 2009

Mohammad Yamin adalah tokoh terpenting dalam perumusan Sumpah Pemuda. Ikrar yang disusunnya telah mengilhami perjuangan bangsa selanjutnya, bahkan tetap menjadi perekat persatuan sampai saat ini.

Sebetulnya bagaimana posisi Yamin dalam sejarah Indonesia? Pada majalah Tempo edisi khusus 16 Januari 2000 tertulis secara eksplisit, “Pakar sejarah Taufik Abdullah menempatkan Yamin sebagai sejarawan terbesar abad ini.” Mungkin Prof Dr Taufik Abdullah hanya berbasa-basi tentang kehebatan Muhammad Yamin, tetapi barangkali pernyataan itu ada benarnya juga. Timbul pertanyaan, besar dalam hal apa? Baca selengkapnya “Posisi M Yamin dalam Sejarah Indonesia”

Peringatan Kepada Penyair

Akhmad Sekhu
http://asekhu.wordpress.com

Dan penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya, kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS 26 : 224-227) Baca selengkapnya “Peringatan Kepada Penyair”