Peringatan Kepada Penyair

Akhmad Sekhu
http://asekhu.wordpress.com

Dan penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwa mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya, kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS 26 : 224-227)

Demikian kutipan ayat suci al-Quran pada Surat Asy Syu\’araa bagian ini sebagai sebuah peringatan kepada penyair.

Asy Syuaraa berarti Para Penyair yang berasal dari kata jamak, yaitu Asy Syaair. Allah SWT secara khusus menyebutkan kedudukan para penyair dalam Al Quran. Para penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul. Oleh karena itu tidak patut bila Nabi Muhammad SAW dituduh sebagai penyair dan al-Quran dianggap sebagai syair, karena al-Quran adalah wahyu Allah SWT, bukan buatan manusia.

Peringatan kepada penyair tersebut justru menegaskan akan perihal sikap kepenyairan muslim, yaitu karya sastranya mesti sesuai dengan sikap perbuatannya. Artinya, kita harus lebih berhati-hati dalam mencipta karya sastra. Dalam menyambut Hari Chairil Anwar yang bertepatan pada setiap tanggal 28 April menjadikan sebuah perenungan, bahwa kepenyairan memang mendapat peringatan dari Tuhan.

Simaklah sajak Doa karya Chairil Anwar: //Tuhanku/ Dalam termangu/ Aku masih menyebut nama-Mu/ Biar susah sungguh/ mengingat Kau penuh seluruh// Cahya-Mu panas suci/ Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi// Tuhanku/ aku hilang bentuk/ remuk// Tuhanku/ Aku mengembara di negeri asing// Tuhanku/ di pintu-Mu aku mengetuk/ aku tidak bisa berpaling//. Dalam sajak itu, Chairil Anwar menyampaikan religiositas yang tegas, yakni aku lirik memanjatkan doa, dimana doa sudah dikenal sejak manusia pertama (Nabi Adam AS) diciptakan Allah SWT.

Hal itu bisa dibuktikan dalam uraian tentang sejarah terjadinya surat al-Fatihah, surat pertama dalam Al Quran, yang disebutkan dalam kitab Khazinatul Asrar. Di situ diterangkan, bahwa sesudah Nabi Adam AS diciptakan dan ditiupkan roh kepadanya, ia berdoa kepada Tuhan, kepadanya diajarkan cara-cara berdoa dan sebagai doa pertama yang diucapkan Nabi Adam AS ialah: Ya Tuhanku, tunjukikah aku jalan yang lurus, yaitu jalan mereka yang pernah beroleh nikmat dari-Mu, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Mengapa manusia harus berdoa? Ada beberapa hal yang menyebabkan manusia harus berdoa, yiatu pertama, karena panggilan jiwanya. Kedua, karena mendapat kesulitan atau menghadapi mara bahaya yang dahsyat agar Allah SWT menghindarkannya dari kesulitan atau mara bahaya. Ketiga, karena Allah sendiri yang memerintahkan kepada manusia untuk selalu berdoa. Keempat, karena manusia itu sendiri diciptakan Allah SWT dalam keadaan lemah.

Chairil Anwar yang dianggap sebagai pelopor Angkatan 45 dalam sastra Indonesia itu meninggal pada tanggal 28 April 1949 dan kemudian setiap tanggal 28 April diperingati sebagai Hari Sastra yang menyiratkan kenyataan bahwa penyair itu memang sungguh dianggap memainkan peranan menentukan dalam perkembangan sastra kita.

Beberapa sajak Chairil Anwar menjadi masa depan bagi penyair Indonesia, dan jasa seorang penyair terhadap bangsanya berupa sumbangan terhadap perkembangan bahasanya. Gagasan besar, pendangan hidup yang bijak dan pikiran yang brilian dapat dikembangkan oleh siapa pun, tetapi penciptaan bahasa yang baru, yang mampu menampung emosi dan penghayatan baru pula adalah tugas penyair.
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menegaskan, bahwa keindahan dan kemanfaatam mestilah dicapai dalam karya sastra. Sejumlah sajak mengandung hikmah; hikmah adalah onta orang beriman yang hilang, apabila ia menemukan kembali, ia memiliki kebenaran terbaiknya.
***

13 April 2010