Bercinta di Negeri Fir’aun

Judul: Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo
Pengarang: Mahmud Jauhari Ali
Penerbit: Araska
Tebal: 214
Editor: Evi Candra
Resensiator: Iis Sholihat Damanik
http://suarakampus.com

Moskow, Mei 2012
Langit Moskow tampak cantik bercahaya, matahari juga yang semburat masih enggan beringsut ke ujung barat. Goresan-goresan awan putih pun seperti larik-larik dalam bait cinta yang cerah mempesona tapi keterpesonaanku seketika lesap.

Jika ditanya soal minat, sebenarnya aku tidak berminat sama sekali datang ketempat kelahiran usia 15 tahun aku berada di Kairo. Segala perihal tentang Negeri tempat Fir’aun pernah bertahta itu sudah kekal di ingatanku termasuk bagaimana ibuku melakukan perselingkuhan diam-diam dengan laki-laki yang lebih muda dari padanya. Haaah! Sangat menyakitkan teringat hal ini”.

Ivan Mustofa –alumnus Universitet Imeni M.V Lomonosova, Rusia. Mendapatkan tugas untuk menjadi tenaga ahli dicabang LUKOIL Mesir. Hatinya agak ragu tapi apa boleh buat. Tugas tetaplah keharusan yang wajib dipertanggung jawabkan. Dan di Bandara Domodedovo dia bertemu seorang wanita . Terlihat anggun sekali , perempuan berdarah untuk Rusia dan Mesir itu bergetar oleh seorang lawan jenisnya (Farisa). Seperti ada yang pertama kalinya jiwa lelaki berdarah Rusia dan Mesir. Bergetar oleh seorang lawan jenisnya (Farisa). Seperti ada yang men ariknya kuat pada wanita itu.

Sementara di Kairo sana, Anggelina Tressilia seorang wanita muda pemeluk agama Kristen Katolik Ortodoks yang sangat sabar menunggunya. Meskipun seorang muslim, Ivan selama sepuluh tahun lebih dia sering mendapat dukun Gan kuat dari Abbas William, Pendeta di Gereja Ortodoks Koptik dan juga Anggelina untuk meluruskan keinginannya itu. Bahkan dia sering berdebat dengan wanita berjilbab yang ditemuinya di Bandara Domededovo tempo hari beberapa hal dalam islam. Namun, dibalik perdebatan itu ada rasa sayang dan saling suka antara keduanya.

Banyak kejanggalan-kejanggalan yang Ivan rasakan dalam Agama Islam “Pertama, soal ketidak jelasan Allah SWT. Padahal dikatakan bahwa dia itu wujud. Kedua, doa yang tidak terkabul padahal dia berfirman Niscaya akan mengabulkan permohonan makhluknya. Ketiga, pelemparan Iblis ke api Neraka sebagai hukuman pedih. Padahal Iblis juga berasal dari api. Mana mungkin Makhluk dari api merasakan panas ketika kena api. Keempat, Shalawat. Padahal Nabi Muhammad sudah dijamin masuk surga, tapi mengapa kita diprintahkan mendoakannya dengan ulama.? Mengapa tidak menziarahi dan mendoakan orang –orang yang banyak dosanya.

Belum lagi ia merespon kata-katanya, Adzan Isya berkumandang . pembicaraan kami terhenti, Itulah petikan bantahan-bantahan Ivan yang di utarakannya kepada Farisa tentang kejanggalan yang dirasakan Ivan dalam Islam.

Novel ini “Sebait Cinta di Bawah Langit Kairo,“ merupakan karangan dari Mahmud Jauhari Ali (MJA) yang dilahirkan di Banjar Masin. Novel ini menceritakan tentang seorang lelaki dan perempuan yang tidak disetujui hubungannya oleh ayah laki-laki tersebut. Dikarnakan ayahnya tidak mau putranya menikah dengan seorang wanita Kairo (Farisa). Ia menganngap wanita Kairo tidak berhasil dalam menjalin hubungan cinta, layaknya ibunya yang berselingkuh. Namun keteguhan hati Ivan terhadap Farisa . Ia membuktikan bahwa fitnahan-fitnahan tersebut tidak benar. Hingga akhirnya ayahnya sadar dan mensetujui hubungan mereka.

Melalui Novel ini penulis tidak hanya sekadar bercerita, tapi juga memberikan hikmah dan pelajaran kepada pembaca. Gaya bahasa yang digunakan juga mudah dipahami. Alur cerita yang digunakan penulis juga begitu lugas sehingga setiap pembaca terkesan ingin terus membacanya dan ingin segera menamatkan bacaannya.

Dijumput dari: http://suarakampus.com/?mod=resensi&se=detil&id=19