Novel, Dear Coboy Junior (Mahmud Jauhari Ali)

Judul Buku: Dear Coboy Junior: I Will Always Support You pluk
Penulis: Mahmud Jauhari Ali
Penerbit: Araska, Cetakan I, Mei 2014
Tahun Terbit: Mei 2014
Tebal Halaman: 12×19 cm, 200 halaman
Harga: Rp. 28.000,00
Peresensi: Riska Nur Fitriyani *

Mahmud Jauhari Ali seorang penulis yang lahir di Banjarmasin pada tanggal 15 Januari 1982. Tulisan-tulisannya pernah di muat di surat kabar harian, majalah, tabloid, jurnal ilmiah, dan beberapa antalogi. Salah satu hasil karyanya yaitu novel yang berjudul “Dear Coboy Junior:I Will Always Support You” bukan sekedar menceritakan tentang para idola dan masing-masing penggemar mereka, tetapi akan ditunjukkan akan pentingnya persahabatan dan juga cinta tulus meski ada anggota yang di dalamnya sudah tidak bersama lagi. Bahasa yang digunakan juga sesuai dengan bahasa anak remaja masa kini. Sampul buku yang menarik membuat daya pikat terhadap seseorang yang melihatnya untuk segera membaca novel ini.

Wenda, Latifah, Tiffany, dan Maria adalah para Commate, sebutan penggemar Coboy Junior yang terdiri dari Iqbaal, Kiky, Aldi, dan Bastian. Namun, ketika Bastian sudah dipastikan keluar dari Coboy Junior para penggemar mereka sangat sedih. Terkhusus,para penggemar bastian. Coboy Junior pun berubah nama menjadi CJR. Wenda adalah salah seorang yang merasa terpukul atas keputusan Bastian idolanya tersebut. Sejak keluar dari Coboy Junior, Bastian terus menuai cibiran bahwa keluarnya dirinya untuk mencari sensasi untuk solo karirnya ke depan. Wenda pun sebagai fansnya terus membelanya di dunia maya.

Kemudian ada novel yang isinnya mengesankan penulisnya sentimen terhadap Coboy Junior dan Bastian. Maria memberi tahukannya kepada ketiga sahabatnya itu. Karena Wenda, Latifah, dan Tiffany sangat penasaran, meraka pun segera membeli novel itu. Setelah membaca novel tersebut Wenda benar-benar marah kepada penulisnya, menurutnya penulis itu sentimen terhadap Coboy Junior dan Bastian. Namun, pada akhirnya Wenda tidak lagi menyalahkan penulis novel itu.

Para personil CJR akan mengadakan syuting di AmerikaSerikat untuk film kedua mereka, yakni CJR The Movie 2. Hal itu membuat para Comate senang. Mereka berharap Bastian ikut terlibat dalam film itu. Latifah, Tiffany, Maria, dan Wenda pun tak sabar menanti tayangnya film tersebut. Keempat gadis remaja itu merencanakan nonton bareng sekaligus untuk reunian. Sampai waktu penayangannya film itu tiba mereka sangat antusias, hingga mereka menonton dua kali.

CJR The Movie 2 sudah selesai tayang perdana secara serentak di bioskop seluruh Indonesia. Ketiga sahabatnya Maria, Wenda, dan Tiffany sudah pulang ke rumah masing-masing setelah berlibur beberapa hari di Jogja tempat Latifah Tinggal. Masih berkesan dalam diri mereka tentang acara nobar dan reunian mereka. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuat artikel tentang penilaiannya terhadap CJR The Movie 2.

Setelah mereka berhasil membuat artikel tersebut Wenda, Latifah, Tiffany, dan Maria mengunggahnya dalam blog mereka banyak komentar yang mendukungnya. Keempat gadis ABG itu akan menerbitkan artikelnya. Namun, setelah menungguselama dua bulan naskah mereka di tolak. Dan akhirnya mereka punya ide untuk menerbitkannya secara indie. Kemudian mereka berkumpul di Bandung di acara jumpa penggemar CJR dan Bastian. Disesi tanya jawab banyak yang menanyakan mengapa boyband itu tak kembali seperti dulu. Dan, sebelum para dol itu meninggalkan panggung, Tiffany, Latifah, Maria, dan Wenda berhsil menyerahkan buku merekaaitu di tangan para idola masing-masing. Sebagai tanda terimakasih Aldi, Kiky, Iqbaal, dan Bastian mengajak mereka naik panggung dan foto bareng.

CJR dan Bastian tampil bareng di acara yang digelar oleh salah satu stasiun televisiswasta nasional. Mereka tampil secara mempesona dan nampak begitu akrab. Hal itu dimaknai positif oleh para Comate terlebih Tiffany, Maria, Wendan, dan Latifah. Mereka menganggap sinya untuk bergabungnya kembali boyband itu. Kemudian mereka membuat puisi dan diunggahnya lewat blog masing-masing. Tak lama emudian komentar-komentar datang menghiasi akun mereka. Sementara media massa gencar memberitakan keempat idola remaja itu. Ketidak jelasan membuat banyak orang penasaran. Sementara CJR masih terus berjaya tanpa Bastian.

Ceritanya begitu menyentuh dan mengalir seakan pembaca mengalami berbagai problema yang melilit sang tokoh dalam mesupport idolanya. Penulis secara tidak langsung mengajak pembaca untuk mengetahui betapa pentingnya persahabatan dan juga cinta tulus kepada sahabat agar bisa dijadikan sebagai contoh dalam menjalankan kehidupan nyatanya. Pembaca semakin tertarik akan kisah-kisah hubungan persahabatan yang digambarkan secara menarik dan utuh, dan bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh para pembaca karena sesuai dengan bahasa yang digunakan oleh para remaja masa kini. Dalam novel “Dear Coboy Junior: I Will Support You” dituliskan beberapa puisi pada halaman 181-189 sehingga dapat menginspirasi pembaca, selain itu juga terdapat beberapa lirik lagu dari Coboy Junior yang sekarang berganti nama menjadi CJR dan lirik lagu dari penyanyi Delon yang berjudul Karena Cinta. Dengan demikian akan semakin menambah wawasan pembaca dalam dunia musik dan sebagai sumber belajar dari pengalaman sang tokoh dalam cerita tersebut.

Kekurangan dari novel ini ada beberapa tulisan yang salah cetak misalnya saja kata CRJ yang ditulis pada novel tersebut seharusnya ditulis CJR, kata berahutan yang seharusnya ditulis bersahutan, nama Wena yang seharusnya Wenda,dan masih banyak yang lain. Kata- kata yang salah cetak itu mengharuskan pembaca lebih teliti dalam memahami tulisan yang salah dengan tulisan yang benar. Harga novel terlalu mahal seharusnya disesuaikan dengan pembeli yang sebagian besar adalah anak remaja yang masih sekolah. Akhir cerita tersebut juga tidak diceritakan dengan baik dan sangat memaksakan dengan membuat penasaran banyak orang tentang kelanjutan hubungan antara mantan personil boyband dengan anggota personil boybandnya yang sekarang.

Dengan membaca novel ini kita akan mengetahui betapa berharganya sahabat dan betapa pentingnya cinta yang tulus dari kita untuk sahabat kita. Novel ini juga menunjukkan bagaimana cara mesupport idolanya dengan sungguh-sungguh, dan ada kebahagiaan pada akhirnya jika kita mau berusaha. Jangan meniru hal- hal negatif yang ditunjukkan dari cerita ini.

*) Mahasiswa Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta.
Dijumput dari: http://resensibukupgsdupy.wordpress.com/2014/12/04/1304/