Waktunya Menulis Esai Teater

Reporter: Ribut Wijoto
m.beritajatim.com 2 Agu 2017

SAMPAI kini, salah satu problem teater kita tetaplah pada sepinya penulisan apresiasi pementasan. Drama dipentaskan, sudah itu, selesai. Selebihnya, kesunyian.

Tidak bisa tidak, sedikitnya apresiasi membuat teater jadi marginal. Tulisan ini, secara sengaja dan terus terang, merupakan provokasi didaktis agar insan teater mau menulis esai tentang drama (baca: teater). Baca selengkapnya “Waktunya Menulis Esai Teater”

Mashdar Zainal, Sastrawan dari Malang

Penerima Penghargaan Nasional Acarya Sastra 2017
Khulda Rahmatia *
radarmalang.id 20 Oct 2017

Di kalangan para sastrawan nasional saat ini, nama Mashdar Zainal sangat diperhitungkan. Sebab, cerpen-cerpennya kerap menghiasi koran nasional. Selain itu, dia juga menjadi langganan juara lomba kepenulisan. Karena produktivitas dan kualitas tulisan sastranya, tahun ini dia menerima penghargaan Acarya Sastra. Baca selengkapnya “Mashdar Zainal, Sastrawan dari Malang”

Dunia Sastra Jatim Kian Sunyi

Zaki Zubaidi
koran-sindo.com 25 10 2015

Akhir September 2015, akun Facebook kami ditandai seorang rekan peneliti Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Mashuri. Dia membagikan sebuah brosur agenda kegiatan sarasehan sastra dan budaya. Ada 15 acara diskusi yang dilaksanakan di Surabaya dan beberapa kota di sekitarnya sejak 25 September hingga 26 November.

Di tengah jargon ”kerja, kerja, kerja” yang kini sering diperdengarkan, kegiatan semacam ini seperti sungguh tidak biasa (terlalu sombong untuk disebut luar biasa). Baca selengkapnya “Dunia Sastra Jatim Kian Sunyi”

Maximus & Gladiator Papua, Freeport’s Untold Story

Rayyana Komunikasindo
rayyana.id 10 Apr 2017

Kisah hidup Maximus Tipagau ini unik, lucu, lugu, kadang gila, tapi dramatis dan sangat inspiratif. Kedramatisannya tampak dari perubahan nasibnya yang berbalik 180 derajat. Dari seorang anak yang nyaris tak punya masa depan, yatim piatu sejak usia tujuh tahun, diabaikan lingkungannya, tak tamat SD, buta huruf, hidup di daerah terpencil yang terisolir di Pegunungan Tengah Papua, namun berkat tekadnya yang kuat ia bisa mengubah hidupnya dengan caranya sendiri. Baca selengkapnya “Maximus & Gladiator Papua, Freeport’s Untold Story”

Menghela Narasi Peradaban yang Hilang

Dr. Marsel Robot, M.Si *
Pos Kupang, 11 Sep 2017

Ujung Juli (24-26 Juli 2017), Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan ritual bertajuk: “Dialog Kebudayaan (silaturahmi) Raja-raja Sedaratan Flores dan Lembata”.

Turut hadir perwakilan Raja Rote. Dialog itu dilangsungkan di Lewoleba, Kabupaten Lembata. Dialog yang berusaha meretas jalan ke masa lalu, melewati gundukan peradaban dan lorong-lorong kehidupan komunal yang telah begitu jauh dan merabun. Baca selengkapnya “Menghela Narasi Peradaban yang Hilang”