Dua Hari Dua Sastra

Zainuddin Sugendal
Radar Jombang, 16 Okt 2016.

Sebelum hujan sering mengguyur kota Jombang, sekitar duapuluh empat hari yang lalu, dua pertemuan sastra digelar di kota ini. Gejalanya terus merambat dan terus merambat. Naskah kumpulan puisi Mazmur dari Timur: Sehimpun Puisi Epik karya Aditya Ardi N dibahas di warung Boenga Ketjil daerah Parimono dan besok paginya, Serat Tripama: Gugur Cinta di Maespati karya Sujiwo Tejo diseminarkan di auditorium kampus UNIPDU. Keduanya mengiringi bulan-bulan hujan yang dingin di Jombang. Continue reading “Dua Hari Dua Sastra”

Borges dan Cerita yang Meragukan

A.S. Laksana
Jawa Pos, 26 Jun 2016

ADA banyak penulis bagus di muka bumi, tapi bagi saya Jorge Luis Borges (1899–1986), penulis Argentina, adalah yang paling menjengkelkan.

Kita sudah sering mendengar atau membaca tuturan orang mengenai fiksi dan realitas. ”Masalah mendasar pada fiksi adalah ia harus bisa dipercaya. Realitas boleh saja tidak masuk akal,” kata Tom Wolfe, penulis dan wartawan sekaligus salah seorang pelopor New Journalism. Satu Tom lagi, yakni Tom Clancy, menyatakan hal yang kurang lebih sama. Continue reading “Borges dan Cerita yang Meragukan”

Denny JA dengan Puisi Esai yang Menghina Islam

Budi Hutasuhut *
facebook.com/budiphatees

SEJAK polemik soal proyek buku puisi esai Denny JA berlangsung di jejaring media sosial, dimana saya pernah menulis status yang intinya mempertanyakan isi kepala sastrawan Sumatra Utara yang memposisikan diri sebagai “anjing penjaga atas gagasan Denny JA”, saya menerima ajakan pertemanan dari sebanyak 500 orang di Facebook. Mereka berasal dari seluruh Indonesia, dan saya mengenali sebagian dari mereka sebagai intelektual sastra (saya pakai istilah ini untuk menyebut orang yang punya minat khusus terhadap sastra), sebagian lannya adalah orang-orang yang tertarik tentang sastra. Continue reading “Denny JA dengan Puisi Esai yang Menghina Islam”

Mencari Ilmu Hitam dalam Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 2 Jan 2018

SEPERTINYA sulit sekali menemukan cerita ilmu hitam dalam karya para sastrawan NTT, padahal cerita ilmu hitam banyak sekali dalam masyarakat kita, diwariskan dengan cara bisik-bisik dari mulut ke mulut. Ceritanya bisa merinding bulu kuduk. Sejumlah istilah berkaitan dengan ilmu hitam, antara lain santet, leu-leu, rasung, suanggi, dukun, potiwolo, dan lain-lain. Continue reading “Mencari Ilmu Hitam dalam Sastra NTT”

PENGARANG GUREM, PAJAK, DAN HONOR

Anindita S Thayf
Harian Fajar, 18/12/2017

Putu Wijaya pernah mengatakan proses mengarang seperti “peristiwa melahirkan bayi, meregang nyawa, menahan sembilu yang menghujam tubuh.” Tentu setiap pengarang mempunyai pengalaman sendiri-sendiri ketika mengarang. Proses mengarang bisa berbeda, namun hilirnya sama, yaitu sebuah tulisan baik dalam berupa cerpen, novel atau puisi. Tulisan inilah yang merupakan sumber penghasilan seorang pengarang. Continue reading “PENGARANG GUREM, PAJAK, DAN HONOR”