Puisi-Puisi Rakai Lukman

OLAM HABA (Masa Mendatang)

Datanglah kalpa
Semesta gunda-gulana
Pemanggil aion
Siklus berbenturan

Musim dingin sekian ribu
Matahari murung
Waktu pendek kian cepat
Bergulir tanah retak
Tanaman tanpa benih
Kita rayakan penipuan
Miskin syukur kerap dengkur

Tibalah kalpa
Penggembala tanpa alas kaki
Membangun gedung Julang gunung
Ular-ular besi menjalar hilir-mudik
Sungai-sungai batu tak bermuara
Sarang laba-laba raksasa mengeram leher
Lautpun hitam kelam sarat limbah

Keimanan di simpang jalan
Awan muram menggurat langit kelam
Hujan membawa bison bertanduk besar
Menghujam seantero jagat
Banjir bandang juga badai api
Penuh bara fitnah pun malhamah

Inikah kalpa
Bintang biru pengguncang alam raya
Pemanggil siul sangkakala black hole
Bangsa-bangsa serangga
Kera bertameng besi bersandal bulu
Saling berang menista moral
Penyeru matahari ufuk barat

Al-Masih di menara putih
Pelebur Dajjal beserta sekutu
Al-mahdi berseru serupa Nabi
Pelenyap dabbal ard bercincin Sulaiman
Bertongkat Musa
Pasukan penyerang bakkah dilahap gurun
Angin lembut pun membawa jiwa pasrah

Lahirlah kalpa
Suara dari debu
Tiupan pertama porak-poranda
Tiup kedua kebangkitan
Ribuan tahun dinaung matahari di ubun
Sekujur tubuh gigil ditelan keringat

Di sirat menyebrang rambut di belah tujuh
Di Mizan upacara penghakiman digelar
Bangsa semurni kristal disayang Eden
Bangsa sekelam batu durjana
Dilumat api bahan bakar kayu
Dididih minyak ditindih dukaduka

Olam Haba
Penuntas ciptaan
Rinduku
Jiwa murni
Semesta raya
Keabadian

Gresik, 26 Agustus 2019

BACALAH !

Bacalah buku
sebelum membaca ditertawakan
Bacalah status
sebelum membaca dikultuskan
Bacalah berita
sebelum membaca dihoakkan
Bacalah dongeng
sebelum membaca dimitoskan
Bacalah sejarah
sebelum membaca dibengkokkan
Bacalah kitab suci
sebelum membaca diacuhkan
Bacalah kauniyah
sebelum membaca dikerdilkan

Bacalah atas nama
sebelum sifat dilabelkan
Bacalah sebelum berkaca-kata
Bacalah hati sebelum pikiran
Bacalah pekerti selepas kearifan
Bacalah kearifan lantas budi-luhurkan
Bacalah kemuliaan
Bacalah segala puji segala tasbih
Seisi langit seisi bumi
bacalah seisi kehendak

Bacalah deru angin
Bacalah derap ingin
Bacalah irama qudrah
Bacalah berkali-berhari
Hingga lepas segala tafsir
lenyap segala paham
Bacalah karya Tuhanmu
meski itu kesementaraan
Bacalah segala perantara
Bacalah segala yang mengantar
Segala getar
Segala detak
Segala gemeretak
gemericik darah
ricik keringat
rintik air mata
gelegar tawa

Bacalah lantas tersenyumlah
kembali bacalah
lalu merunduk
tunduk
pasrah
bacalah
berserahlah
Salamah dunya
Salamah ukhra
Bacalah fi Silmi Kaffa

Bismillah

Dukun, Maret 2018.

Penghayat Nebula 1

Nebula bertabur di kelopak kening malamku
Adakah berkenan menggendong
Menimang penuh manja
Berayun bersama gugusan nasib
Bayi-bayi yang subuh tadi mekar berdenyar
yang meramu fajar pancawarna
Yang berembun di ubun-ubun jagat raya

Nebula orion memadu kasih
Meramu tetembang Sangkan Paran
Dirapal malam keramat yang lamat
digelayut takdir almanak musim
Lesatlah ribuan kubik cahaya pelangi
Yang mencelup kening pada telaga pancadriya

Kabut penuh plasma suksma
Rahsa bergelantungan di langit-langit impian
Hujanlah penuntun kegersangan mayapada
Benihbenih gemintang tumbuh di lekuk fajar
Doa bertemu mantra penentram kosmos

Nebula kehadiran
Senyap penuntun diacuh naluri hingar-bingar
Lampu-lampu tipu daya ketakberdayaan
Waktu berotasi pada noktah kepingan debu
yang kepalang dikubur hasrat perguliran rotasi

Matahari matabatin waktu
Nebula menjelajah genangan pitutur
dipeluk bantala, bayu, agni dan samudera
Sujud pasrah di haribaan
kembali
Kembalilah
Nebula memanggilmu pulang
Menemui sunyi yang belum kau tuai

Dukun 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *