Puisi-Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Mozambique

Di sekolah sperma bisa mengubah angka 5 menjadi 9 dan angka 9 menjadi 5. Gadis-gadis kecil diperkosa bukan hanya untuk angka, bahkan pertaruhan untuk tinggal kelas bertahun-tahun jika tugu dalam celana guru tak memuntahkan racun.

Maria menangis, hatinya hujan, dan keperawannya mendung berawan, masa depan bagai tulang-belulang yang siap lunglai dan menjelma bangkai.

Lalu dengan apa, perempuan berambut tembaga itu, mengubah segalanya di depan gigi kamera?

Hanya hasrat yang terkerat, hanya keberanian paling tekat, yang mampu membunuh belut-belut jahat, yang menjadi monster merah di atas raport, menggeliat-geliat minta diberi denyut V.

Terkutuklah kutu-kutu tradisi yang meloncat-loncat ngeri, tak kunjung lapuk dirawat bakteri berahi!

2019

Anonymous

Tak ada yang tahu postur tubuhnya, orang-orang yang mencintainya seperti memeluk hantu. Kebajikan di hati sesiapa jadi biji ikhlas, meluas, tanpa batas. Ada yang tersenyum memuja, melayangkan doa atas nama manusia, sesuatu yang baik memang tak harus tampak, karena selalu ada kesombongan tak tampik. Terpujilah tangan yang mengulur, di sulur-sulur waktu.

2019

Cinta yang Mengalir Deras Melalui Muara Nama

Kepada yang gampang menyumbangkan kepalsuan, terimakasih. Kepada Eidechse yang rajin amnesia, terimakasih. Kepada Dyren yang bersikap redup-redup pelita jangan pernah padam. Kepada Beibba, aku lupa bahwa boneka panda bisa membuat tertawa. Kepada Yary dengan hati pucat pasi, Hongkong itu bisa lebih hitam dari Kingkong yang kuhindari. Aku akan menyaksikan Mata Elang Merah Jambu hinggap di batang mengkudu. Aku ingan Zuri selalu putih dalam bahasa apa pun. Mirza, Yaa Salam..puisi telah lama tenggelam dalam pusaran setan di kepalaku. Mata, berhentilah mengalir duhai sungai cinta paling deras di bumi.

2018

Breadcrumbs

Dentoj, cinta yang kelewat kudus ini menjadikan aku remah roti dingin, tak hangatkan mata laparmu. Aku terbuang selama keliru, terpuntir pelir-pelir waktu. Batapa cintaku kelewat salah dan benar kehilangan lengan kanan. Dipaku nafsu dipasung rindu, napasku zigzag menyebut namamu. Seperti Yesus dalam ramalan anak-anak agama. Usus cintaku terburai ambigu.

2019

Aku Lupa Siapa Namamu
-untuk Bagus DH

Beruang, aku sebut saja nama sandi itu untukmu. Aku jatuh cinta pada kutuplb yang kauciptakan di kulup kalbu. Sebagai petapa yang memburu hampa, menyebut diri binatang itu ide paling cemerlang.

Aku tidak tahu, sejak dua hari kau hanya tertidur, nyaris tak bergerak, apakah kau sungguh-sungguh hibernasi dan menjadi beruang sungguhan? Atau kau sedang memperagakan keraguan atas hukum penanda orang mati.

Kadang kupikir kau telah gila, telanjang tanpa kata-kata di depan bahasa, menjadi si bisu paling rewel, dan memberiku aba-aba paling embel-embel, kau pikir aku mengerti? Saat kau begitu antusias mengatakan segala yang menyenangkan dalam nyenyak mimpimu, aku sedang mempersiapkan gagal hati. Sebuah rencana anti manusia.

Siapa namamu? Di kepalaku terlalu banyak ranjau-ranjau jalan ke surga, kau Beruang yang kere bulukah?

Tuhan, aku ingin belajar melupakan, amnesia dan tidur bertapa di kutub Antartika. Izinkah?

2019


Muhammad Asqalani eNeSTe, Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris – Universitas Islam Riau (UIR). Mengajar English for Flight di Smart Fast Education. Adalah Pemenang II Duta Baca Riau. Pendiri Community Pena Terbang (COMPETER). Mengajar Puisi Online (profesional) di WR Academy. Bukunya doksologi menjadi Pemenang Lomba Buku Fiksi dari Komunitas Menulis Pontang – Tirtayasa (#Komentar). Melakukan aksi sosial peminjaman buku gratis untuk warga di bawah program Komplek Buku Malam Rabu. Membuat group khusus pencinta buku di Readers Club Indonesia. Sedang mempersiapkan buku ke 10-nya bertajuk Meneropong Beruang Tudur. IG: muhammadasqalanie

3 Replies to “Puisi-Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *