Puisi-Puisi Anugrah Gio Pratama

SEPERTI LAUT

Seperti laut, aku merindukan
nyala api dari pengembaraan
yang jauh.

2019

SAJAK BISU
untuk Willy Fahmy Agiska

Pada bising yang makin getir,
pada batas kesakitan yang bergetar,
aku bisu.

Seluruh suara pulang padaku
tanpa gema dan kata-kata.

Waktu hanya sebutir apel
yang terkupas
dan membusuk
di mulutku.

Sedang di sini,
puisi mengigil.

Bunyi dari seratus kefanaan
mengambang dan terkapar
di antara hari yang
dilucuti kenangan.

2019

DOA SEORANG PENYAIR UNTUK PEMBACA SAJAK YANG ANGGUN
untuk Laili Bariroh

Kepada pembaca sajak yang anggun;
yang matanya hutan dan hatinya hujan.

Semoga sajak-sajakku
mampu menjadi pintu, tempat kau
mengantarkan segala pinta.
Semoga saja.

Kepada pembaca sajak yang anggun;
yang tatapnya teduh serupa senja yang jatuh
di dada waktu.

Semoga sajak-sajakku mampu
melupakan ingatanmu dari sesak dan sesal
yang pernah terasa. Semoga ia membuatmu bahagia.
Semoga saja.

2019

AKU SELALU BERPIKIR

Aku selalu berpikir
bahwa kau adalah bunga-bunga
pelangi yang rekah saat musim semi.

Aku selalu berpikir
bahwa matamu adalah masa depanku yang cerah
sekaligus bait puisi yang indah.

Aku selalu berpikir
bahwa suatu saat kau akan duduk
di sampingku sambil tersenyum melihat
anak-anak kecil yang menggemaskan menghibur kita.

Menghibur aku dan kau, sayang.

2019

Tentang Penulis:
Anugrah Gio Pratama, asal Kedungpring, Lamongan 22 Juni 1999. Sekarang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Puisi-puisinya termuat di beberapa antologi bersama. Karyanya yang terbit tahun 2019 berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude). Akun sosial media: Instagram: @anugrah_gio_p No. HP: 081513650233.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *