Sajak-Sajak Anugrah Gio Pratama

AMSAL CAHAYA

Seperti sisa cahaya
yang jatuh ke dalam kaca.

Seperti itu pula
kusebut cerita kita:
indah dan fana.

2020

POTRET SUNGAI

Sungai itu mengalir
setenang bisikan cuaca yang lirih.

Petang datang.
Awan-awan terkapar
di atas ilalang.

Lalu selembar daun melayang:
pulang.

2020

SEPANJANG JANUARI

Sepanjang Januari,
angin dan cahaya retak.
Pada kelopak bunga itu,
tahun-tahun yang resah
memanggil-manggil namaku.

2020

WAKTU MENDENGKUR

Di ruang ini,
waktu mendengkur;
gelap mengental.

Kata-kata terlelap
dan mimpinya: jejak hujan
yang seresah usia.

2020

SEPERTI HARI YANG TERSESAT

Musim berganti.
Aku hanya bergeser
dari kesepian ke kesepian.

Di antara sajak-sajak yang sakit,
malam terlipat dan langit semakin kelabu.
Kulihat perahu menembus gelap
ketika kesedihan berulangkali
menyebut namaku.

Kudengar lagi lagu pilu
dari dalam mimpi. Alangkah merdu
seperti hari yang berulangkali tersesat
ke dalam lukaku.

2020

SOLITUDE

Dalam genggaman sepi,
jarum jam bermimpi.

Di luar, pagi tumpah
dan cuaca tiba-tiba
membekukan rindu.

Dalam detik, dalam tangkapan usia:
menggema suaramu yang jauh
dan bayang-bayang
mengaburkan jejakmu.

2019-2020

________
Tentang Penulis:
Anugrah Gio Pratama lahir di Lamongan pada tanggal 22 Juni 1999. Sekarang ia sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia mengambil program studi Pendidikan Bahasa Indonesia di sana. Puisi-puisinya termuat di beberapa media massadan antologi bersama. Bukunya yang telah terbit berjudul Puisi yang Remuk Berkeping-keping (Interlude, 2019). Akun Medsos Instagram: @anugrah_gio_pratama Nomor: 081513650233.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *