Kulya dalam Relung Filsafat (Januari-Maret)


(Leo Tolstoy, gambar dari Wikipedia)
Prolog: Nang Ning Nung, Inilah selera Kebijakanku
Nurel Javissyarqi

Januari

Inilah penulis tempuh (Kulya dalam Relung Filsafat), setelah membaca susunannya Leo Tolstoy: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day

1. Yang terwujud, menyungguhi kesungguhan.
2. Berapa waktumu yang berkualitas?
3. Keyakinanmu, sudah separuh perpustakaan dunia.
4. Memang ada bedanya batu dan mutiara.
5. Daripada membaca buku tidak bermutu, nikmatilah alam.
6. Taruhlah bacaanmu, agar dapat menyelidiki semangka atau maja.
7. Keyakinan menjelma jalan yang menentukan.
8. Kebenaran diterima seluruh umat adalah akal budi.
9. Tetangga serupa skat kaca yang memantulkan wajah kita.
10. Cahaya mengenai pendahulu, masak hanya menggandeng bayangannya?
11. Benarkah, kebenaran yang berada dalam dirimu?
12. Bedakan penaruh beban dan pemikulnya.
13. Tugas kita mewujudkan keyakinan.
14. Sakit bahagia pun (bisa) hilang oleh datangnya lupa.
15. Kesadaran mewujudkan unsur-unsur bertenaga.
16. Kebaikan keikhlasan seperti orang buta.
17. Dukungan hanya menambah berat perasaan.
18. Bercinta itu wujud peperangan dan kasih sayang.
19. Sia-sialah waktu, berbincang pada yang tidak menghargai ilmu.
20. Dengan ketenangan kau sanggup merasakan.
21. Banyak bersyukur menemukan api, tapi tidak banyak mensyukuri-Nya.
22. Orang timur kalamnya melampaui waktu, tapi (juga) tubuhnya membatu.
23. Berjaraklah kekacauan memetik hikmah, wahai yang berkecamuk.
24. Cermin bermakna sama, hanya pencahayaannya berbeda.
25. Seorang gila yang lapar pun kudu (harus) dihargai belas kasih.
26. Sayang, aku belum menyesuaikan apa yang mereka harapkan.
27. Pencerahan sewujud cahaya jatuh laksana pulung.
28. Kita masih kurang menyelidik akan ketidakwajaran.
29. Pengetahuan sejati dari yang dipelajari, dan terus diperbaiki.
30. Fajar, pagi, siang, sore, senja dan malam adalah sketsa yang mengikat.
31. Ketahuilah dirimu dari orang lain.
32. Membangun kualitas pendidikan seperti mencipta menara keabadian, tapi membangun materialitas berlebihan, berhati-hatilah terjadi penjarahan.
33. Bukan mencari kepurnaan, tapi peluang menambal kekurangan.
34. Dapatkah kau sesuatu dari pujian?
35. Lemparkan batu di telaga untuk menghibur kedalaman rindu.
36. Kesalahan menjelma hantu kerap membayang.
37. Menetapkan sikap menjadi dinding ketenangan.
38. Ilmu pengetahuan sebagai jamu, lainnya racun pembunuh waktu.
39. Merasa bersalah, salah satu tanda keimanan.
40. Pencerahan semacam anak keberuntungan.
41. Mengolah tanah gembur jadi gerabah memikat mata jiwa.
42. Kebijakan itu ruang besar tembus pandang, bagi ke dalamnya.
***

January

These are I, the writer, took; Kulya in the deep space of philosophy, after I had read Leo Tolstoy’s composition: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day.

Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto

1. The concrete one means so much to seriousness.
2. How much do you have quality times?
3. Your conviction is already half of world’s library.
4. There are difference between stone and pearl.
5. You better enjoy the nature, than you read low-grade books.
6. Put your readings in order to be able to research watermelon or maja fruit.
7. Conviction transforms to be decisive path.
8. The truth accepted by all human kind is mind.
9. Neighbors are like glass screen reflects our faces.
10. The light struck ancestors, inconceivable we just hold its shadow?
11. Is it true, the truth is in you?
12. Differentiate between the carrier of burden and the one who put it.
13. Our duty is bring conviction into reality.
14. Pain and happiness are lost by the coming of forget.
15. Consciousness creates powered elements.
16. The kindliness of sincerity is like a blind man.
17. Support is just made heavy use of feeling.
18. Making love is the realization of wars and loves.
19. Talking to the one who doesn’t value the knowledge, just wasting our times.
20. By composure you will be able to feel.
21. Be grateful so much will fin fire, but not much enough to thanks God.
22. The divine inspirations of Eastern beyond the time, but their body petrify like stone.
23. Alas the uproar, get distance of chaos to pick up the wisdom.
24. The mirrors have same meaning, only its reflections are different.
25. Even, a hungry crazy man must be respected by the love and mercy.
26. Unfortunately, I haven’t adapted yet like they hope.
27. Enlighten as a form of fallen light is like pulung.*
28. We are still not enough investigate on improperness.
29. Real knowledge comes from the learned and keeps fixing it.
30. Dawn, morning, noon, afternoon, evening, and night are bonding sketch.
31. Know your self from anyone else.
32. Develop quality of education is like creating tower of immortality, but build pleonastic materiality will make you be careful on robbery.
33. It doesn’t mean to find maturity, but chance patches some lacking.
34. Can you get anything from compliment?
35. Throw stones to the lake to entertain the depth of longing.
36. Mistaken transforms to be ghost that always shadowing.
37. Making a decision becomes the wall of composure.
38. The knowledge becomes tonic, the others become the killer of time.
39. Feel guilty is one of signs of faith.
40. Enlighten is such as a branch of luck.
41. Processing and loose soil and make it as earthenware vessels of captivation to the eyes of soul.
42. Policy is large space that transparent for the one in to it.

*) it comes from Javanese which means flash of light which gives one power enabling him to be legitimazed as ruler.
***

Februari

Inilah penulis tempuh (Kulya dalam Relung Filsafat), setelah membaca susunannya Leo Tolstoy: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day

1. Kebijaksanaan muncul dari bocah menolong temannya yang jatuh.
2. Kebijaksanaan adalah pertolongan dengan ketulusan.
3. Si bodoh dan si pintar bersatu dalam penalaran dan kurang ajar.
4. Memberantas putus asa dengan menerima takdir berlapang dada.
5. Kebebasan pemilik gagasan atas kejiwaannya yang merdeka.
6. Kesetiaan akan perjalanan, sebab gelisah terhadap dambaan.
7. Waspadalah pencuri yang menyelinap dan bangga di permukaan.
8. Ukuran kita berbeda, maka standarisasi sejenis pisau haus eksistensi, palu hakim berharap kekuasaan, atau ego mematahkan kemungkinan.
9. Setelah membaca pandangan para bijak, kita sadar jarak yang disampaikan atas realitas, maka kudu-nya (harus-nya) mengerti di jalan mana melangkah.
10. Kenalilah lahan, agar di musim selanjutnya mengerti yang musti ditanam.
11. Kematian itu putusan. Maka apa yang kau perbuat sebelumnya?
12. Sikap kritis mengurangi kecelakaan yang dibebankan.
13. Kesadaran mempertegas yang seharusnya diperbuat.
14. Kita berasal dari ketidakberadaan segala sesuatu.
15. Kemampuan menentukan batas-batas tangkapan.
16. Tidak harus yang berkerja menghasilkan upah (ini penekanan ke dalam), ketika kerja sebagai kebenaran.
17. Indahnya mencari kebenaran, bukan pembenaran di antara sesama.
18. Kebenaran adalah tahap yang dilalui pencari keimanan, sedangkan keyakinan sebagai kemajuan akhir.
19. Prasangka dan curiga adalah jangkauan mengintriki keyakinan.
20. Dugaan menggayuh positif, rindu sewujud jangkauan pengharapan.
21. Berkurban bukannya tidak menyayangi, lihatlah kegembiraannya.
22. Keterbatasan menimbulkan pengingkaran akan keindahan ciptaan-Nya.
23. Orang bertengkar menyiapkan perangkap dusta dan hianat, padahal dasarnya senang akan kejujuran yang menghadirkan ketenangan.
24. Doa itu kesadaran diri paling hakiki.
25. Jagalah doamu, jangan sampai berlalu.
26. Kebenaran di atas fakta serta logika.
27. Tenangkan dirimu sebelum berhadap kepada yang Maha Damai.
28. Tanyalah hikmah atau yang berfaedah.
29. Pengorbanan tidak selamanya baik, tergantung demi apa dan dengan apa.
30. Karya keindahan itu punjer (pusat) denyutan hidup.
31. Setelah melewati perjalanan, keindahan agung dalam seni kematian.
32. Sebab senilah, para tokoh sanggup memikat.
33. Ilmu seni itu cangkul tajam yang mengolah tanah.
34. Kepurnaan tidak dari kemenjadian, tapi kesadaran menjalani hidup.
35. Rasakan segala unsur tubuhmu, engkau kan mau yang sejatinya kau mau.
***

February

These are I, the writer, took; Kulya in the deep space of philosophy, after I had read Leo Tolstoy’s composition: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day.

Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto

1. Wise comes out from a boy is helping his friend.
2. Wise is sincerely help.
3. The dummy and the smart one are uniting in reasoning and insolent.
4. Wipes out desperation by achieving destiny sincerely.
5. The freedom of idea’s owner is on his free psychology.
6. Loyalty to traveling is because of nervous to the longing.
7. Be aware to thieves who are sneaking and proud on surface.
8. Our standardizations are different, hence it is such as knife that thirsty on existence, hammer of judge hopes on powers, or, ego breaks possibilities.
9. After read views of wise men, we realize the distances that told on the name of reality, hence we must understand which path we are taking.
10. Recognizes the field, in order at next season we know what we will plant.
11. Death is decision. So, what you did before?
12. Critical behave lessen burdened accident.
13. Consciousness affirms what we should do.
14. We all come from inexistence of anything.
15. Capability determines the limits of capture.
16. It shouldn’t be the working one results payment (stressing to inside), when working as the truth.
17. How beauty searches the true, it is not correction among the others.
18. The truth is level passed by faith’s searcher, whilst conviction as the last progress.
19. Prejudice and suspicious are the reaching to intrigue the conviction.
20. Guessing reaches positive, the longing is a form of reaching of hope.
21. Sacrificed doesn’t mean don’t love, look its happiness.
22. Limitedness bears denial to the beauty of God’s creature.
23. The men are getting into mischief prepares some trap of falsehood and treacherous, whereas, basically, they like the truth that attends composure.
24. Pray is the most substantially consciousness of our selves.
25. Look after your pray, don’t let it pass away.
26. The truth beyond fact and logic.
27. Hold your peace before you humbling before the King of Peace.
28. Ask question about wisdom or anything else useful.
29. Sacrificial doesn’t well for always, it’s depend on what is it for and what is it with.
30. Masterpiece of beauty is center of life’s pulse.
31. After passed the journey, the great beauty is in the art of death.
32. Because of the art, all prominent figures be able to attract.
33. The knowledge of art is sharp mattock to process the land.
34. The maturity doesn’t come from being, but from the consciousness to live this life.
35. Feel all substances of your body, you will wish what exactly you wanted.
***

Maret

Inilah penulis tempuh (Kulya dalam Relung Filsafat), setelah membaca susunannya Leo Tolstoy: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day

1. Ingatan akan kematian merupakan puncak kesadaran.
2. Yang sungguh-sungguh gila, tak takut resiko paling fatal.
3. Kematian adalah perpindahan lebih baik dari kesia-siaan.
4. Kehendak hakiki ialah yang terdalam.
5. Lewat pertanyaan, kita tahu pribadinya.
6. Kenikmatan hakiki, berasal dari kebaikan.
7. Makan berlebih, awal timbulnya bencana pada diri serta lingkungan.
8. Memperbaiki diri atas cahaya teman mempercepat kegembiraan, daripada cahaya terpegang sendiri sekaligus bekerja.
9. Julukan bermaksud ejekan itu hinaan berkepanjangan, tapi temukan kebaikannya setelah mengerti makna sebutan, atas nama yang diharapkan.
10. Siapa yang tak hirau kemungkinan kecil, bakal ditinggalkan yang besar.
11. Tuhan tidak berharap dikasihi. Jika mengasihi, Dia mengembalikan lebih.
12. Jangan-jangan kita hanya mengasihi diri sendiri atas nama Tuhan.
13. Pekerjaan dan tempat menjadi penilaian.
14. Kalau sadar asalnya, tentu tak terjadi peperangan, tapi pihak ketiga pemicunya.
15. Perkawinan merupakan kebersamaan cita berpadu kemesraan di dalam kebijakan.
16. Saya tidak nyaman berbicara kebijakan, tapi bagaimana tahu bijak atau bukan, maka kejujuran sebagai awal kebijaksanaan.
17. Eksistensi ialah akal sehat, sedang nurani itu dorongan kesahajaan.
18. Para penulis berujar: perbanyaklah diam, tapi tak menyadari kalau tulisannya itu obrolan. Atau ini soal ukuran, volume, tinggi-rendah serta berat-ringan.
19. Semakin bertambah pengetahuan, persoalan mudah diselesaikan, hanya ‘semoga’ tak seenaknya.
20. Pada hakikatnya orang tak ingin berbuat jahat.
21. Yang kaya harta tanpa kehadiran fakir miskin, tentu lebih menderita.
22. Semua sudah tahu, kekayaan bukan kepemilikan barang.
23. Orang yang paling bebal itu membanggakan kebodohannya.
24. Tak bisa sembunyikan sesuatu dalam diri, inilah hantu yang selalu mengikuti.
25. Semua insan ialah medan magnit.
26. Gairah yang menggelegar tak perlu diterangkan.
27. Gairah adalah cermin tangguh.
28. Hidup yang bagaimana? Maka jangan membuang waktu, cepatlah telusuri masa.
29. Beban mencengkeram memperjelas takdir, daripada yang sambil lalu.
30. Hidup itu perjuangan tidak sia-sia.
31. Hakikat kebenaran bukan yang dimiliki manusia.
32. Berlebihan itu asal kerusakan, kekurangan sebagai awal kepurnaan.
33. Setiap nama tak hanya bersifat materi, tetapi juga spiritual.
34. Seorang bijak menyalurkan bakatnya, tapi si pengecut tidak sama sekali.
35. Kejahatan yang dilakukan bukanlah bakat murni.
36. Cita-cita orang bijak membantu sesama.
37. Penderitaan itu kehormatan sesungguhnya.
38. Badai dahsyat melebihi cinta itu guncangan keimanan.
39. Bedakan keyakinan dengan mitos serta angan-angan.
40. Terbukti orang kuat mampu kendalikan nafsunya. Di mana orang itu?
41. Lakukan yang kau percayai, sebab hidup begitu singkat.
42. Salahkah penglihatan mereka? Dalam menguliti jiwa, perlu khazana hening.
43. Kita belajar dari kehidupan. Lantas apa yang kita berikan kepadanya?
44. Carilah pemberi ilmu, walau berprofesi rendah di dahapan orang lain.
45. Bergaullah dengan yang baik-baik, sebab fibrasinya mempengaruhi.
46. Kuasai dirimu sebelum berhasrat menguasai medan pertempuran.
47. Tidak tersangkal ketekunan mendatangkan keberuntungan.
48. Salah satu jalan mencapai kebijakan itu memaafkan yang lain.
49. Belajarlah filsafat dalam ketenangan lahir-batin, jika berharap lebih.
50. Salah satu cara menghadapi keputusasaan dengan merendahkan diri.
51. Orang kuat memegang tanggung jawab akan terbimbing ke jalan benar. Atau lekas bertaubat jika melakukan khilaf, dan sanggup menerima kebenarannya.
52. Jiwa-jiwa lebih adalah para pemaaf.
53. Rasa bersalah serupa hantu bagi kaum beriman, dan Tuhan Maha Kasih, maka terangilah dirimu dengan mengasihi sesama.
54. Kesalahan tidak disengaja, menyimpan pertolongan Tuhan yang tak tersangka.
***

March

These are I, the writer, took; Kulya in the deep space of philosophy, after I had read Leo Tolstoy’s composition: A Calendar of Wisdom – Wise Thoughts for Every Day

Written by Nurel Javissyarqi
Translated by Agus B. Harianto

1. Remember to the death is the highest consciousness.
2. The really crazy one doesn’t afraid to the most fatal risk.
3. The death is the better removal from the uselessness.
4. The essence wish is the deepest.
5. Trough questions we know someone’s character.
6. The true grace comes from virtue.
7. Pleonastic in eating is the beginning of disaster of our selves and our around.
8. Improving our selves by friend’s lighten, fastens prosperity, is much better than the light held by our selves and in same time work out.
9. Epithet means to make fun of some one is continuation indignity, but finds its benefactions after knew its meaning, by the name you hope.
10. The one ignores little possibilities will be left by great one.
11. God doesn’t hope to be loved. If we love Him, He gives back greater one.
12. Or maybe, we are pity to our selves on the name of loving God.
13. Employment and place becomes justification.
14. If aware where he came from, of course there won’t be any war. But, the third party is trigger.
15. Marriage is togetherness of hope against intimate in policy.
16. I don’t feel comfort talking about policy, but how could we know it is wise or not, hence honesty becomes the beginning of wisdom.
17. Existence is the common sense, whilst heart is motivation of joyfulness.
18. All writers said; you better be silent, but they don’t realize if their writing are conversation. Or, it’s all about values, volumes, high and low, and also weight and light.
19. More knowledge, the problem will be easy to solve, hopefully not as he likes.
20. Substantially, people don’t want to do bad things.
21. The rich men without poor men will feel more suffer.
22. Every body knows; riches are not about properties.
23. The most stupid person is the one who proud on his stupidity.
24. Can’t hide anything in our selves, this ghost always follow.
25. Man kinds are magnetic field.
26. Seethed passion doesn’t need to be explained.
27. Passion is tough mirror.
28. What kind of life? Hence, don’t waste your time; get hurry to go along with times.
29. Gripped burden clarifies destiny, than the one just in pass.
30. Life is useful struggling.
31. The essence of rightness doesn’t belong to human kind.
32. Pleonastic is the beginning of defects, and deficiency is the beginning of maturity.
33. Every name doesn’t only have material character, but also spiritual character.
34. A wise man deals his talents, but the coward doesn’t.
35. The crime had been done does not pure talent.
36. Idealistic of wise men are helping human kind.
37. Suffer is the true honor.
38. Great storm more than love is the shaking of faith.
39. Differentiate between conviction and myth and also escapism.
40. The strong man is proven to be able to control his passion. Where is the kind of that man?
41. Do anything you believe. Because life is short.
42. Are their visions wrong? When skinning the soul, needs clear and silent situation.
43. We learn from life. Then, what can we give to it?
44. Find the knowledge giver, although he has lower level profession in front of the others.
45. Socializes well, because its vibrations are influencing.
46. Control your self before have passion to master the Warfield.
47. It is undeniable, diligence bears some luck.
48. One of the ways to reach policy by forgives another.
49. Study philosophy in composure of your selves, body and soul, if you hope more.
50. One of the ways to solve desperation by condescending.
51. The man strongly holds responsibility will be leaded to the right path. Or, be hurry to repent and forswear if you do some mistakes, and willing to achieve the truth.
52. Great souls are the soul of forgivers.
53. Guilty feeling is like ghost to the believers, and God is the Mercies, hence enlighten your self with love to the others.
54. Intuitively mistaken saves unexpected God’s help.
***

One Reply to “Kulya dalam Relung Filsafat (Januari-Maret)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *