OTTO GEMUK, OTTO KURUS


Binhad Nurrohmat

Dekade 1990 saya sering bertemu Otto di perdikan Teater Eska IAIN (sekarang UIN) Yogyakarta dan sekitarnya. Saat itu saya kurus (49 kg) dan Otto Sukatno CR gemuk. Ke mana-mana Otto berjalan kaki dan saya naik sepeda motor Yamaha force one.

Setelah Reformasi saya bermukim di Jakarta dan kemudian di Jombang. Saya masih sering ke Yogyakarta tapi saya tak bertemu Otto.

Antara 2015-2019 saya beberapa kali bertemu dan mengobrol dengan Otto di Magelang di acara tahunan Festival Borobudur ketika saya gemuk (80 kg) dan Otto kurus. Kabarnya dia mengidap diabetes.

Imajinasi saya kaget menyaksikan tampilan Otto yang kuyu, kurus dan ringkih. Dulu dia enerjik dan berbadan subur. Gaya bicaranya masih bertahan: tidak lancar dan suaranya rendah. Kumis Otto tak berubah semasa gemuk dan semasa kurus: tidak tebal.

Dua jam sebelum saya dengar kematian Otto pada malam ini, saya berbincang di warung sate di Jombang dengan Wicaksono Adi, sahabatnya Otto. Sambil menyantap sate, kami mengenang kisah-kisah konyol Ahmad Syubbanuddin Alwy (alm) dan Afnan Malay semasa di Yogyakarta. Alwy dan Afnan adalah sahabatnya Otto. Kami juga membicarakan Otto sekilas sambil merokok setelah makan sate.

Makan sate tidak abadi. Saya berkendara pulang ke Peterongan di bagian timur Jombang dan Adi meluncur ke rumahnya di Sidoarjo, dekat Surabaya.

Saya membuka Facebook setiba di rumah dan membaca berita dari Prof Faruk Tripoli bahwa Otto meninggal dunia. Faruk adalah sahabatnya Otto. Saya segera berkabar ke Adi via WA. “Otto baru saja berlalu”. Ternyata Adi sudah tahu berita ini.

Kematian kerap mengejutkan. Juga dengan kematian Otto. Tak terbersit kematian apa pun saat saya dan Adi melahap sate dan mengobrol dua jam sebelum kematian Otto. Takdir tak suka membuka kartu rahasia, juga kepada yang sedang makan dan mengobrol di warung sate.

Otto kini sudah tahu hakikat kehidupan dunia, namun sayang sekali dia tak bisa mengabarkannya kepada kita lewat facebook.

Selamat jalan dan sampai jumpa, Otto.

Al-fatihah.
***

Keterangan gambar: Otto Sukatno CR, foto dari Romyan Fauzan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *