Enam Capil F. Rahardi

KETEMU MAS DJOKO DI SEMARANG


Pertamakali membaca karya Sapardi Djoko Damono (SDD) di Majalah Horison Februari 1969; ketika saya masih Guru SD Negeri Pakis, Kec. Limbangan, Kab. Kendal. Majalah itu saya beli di kios koran di pojokan gang Lodoyong, sebelah Toko Roti Pauline, Ambarawa. Di Pakis saya sudah menulis puisi, yang kemudian dimuat di Majalah Basis. Padahal saya tak pernah mengirimkannya. Pas ke Yogya ketemu Rama Dick Hartoko, dia bilang, “Saya tidak tahu yang kirim. Itu dari Mas Djoko (SDD), tanya saja sama dia.” Mas Djoko ini ternyata sudah di Semarang, mengajar di UNDIP. Ketika belanja keperluan sekolah di Pasar Bulu, saya sempatkan mampir ke rumah Mas Djoko. “Puisimu itu ada di tumpukan naskah yang harus saya ACC. Tidak tahu siapa yang naruh di situ.” Sampai sekarang siapa yang berbaik hati mengetikkan dan mengirim puisi saya itu tetap tak terjawab.

PINANGKI


Nama lengkapnya Pinangki Sirna Malasari. Ia beruntung bisa kuliah, bisa menjadi Jaksa di Kejaksaan Agung. Suaminya Komisaris Besar Napitupulu Yogi Yusuf, salah seorang petinggi di Bareskrim Polri. Mestinya, keluarga ini tak miskin-miskin amat. Meskipun juga sulit untuk bisa bergaya seperti selebritis papan atas, mondar-mandir belanja ke LN, oplas wajah di AS. Ternyata, hidup glamor itulah yang justru disukalnya. Ketika Pinangki bertemu Djoko Tjandra, obsesi hidup glamor itu jadi kenyataan. Tentu, dengan mengorbankan sumpahnya sebagai aparat penegak hukum. Ia lupa, di era keterbukaan sekarang ini, foto perjumpaannya dengan buron kasus cessie Bank Bali bisa menjadi awal dari sebuah MALA, yang menyebabkannya SIRNA. Kini, aparat penegak hukum di Kejaksaan Agung ini meringkuk dalam kamar tahanan.

“SANG PEMBANGKANG” ITU BERPULANG


Mgr Pedro Casaldáliga Plá, C.M.F. Uskup Tituler Altava 1971 – 1978; Prelatur São Félix, Mato Grosso, Brasil 1971 – 2005; dikenal sebagai pembela masyarakat Indian Amerika Selatan, dan kaum miskin pada umumnya. Bersama para Imam Serikat Jesus aktif dalam gerakan Teologi Pembebasan. Aktivitas ini menyebabkannya dipanggil ke Vatikan, diperiksa dan diadili. Ia tak bersedia menandatangani berkas pengadilan atas dirinya. Tahun 1980 ia juga menolak ikut ad limina. Paus Fransiskus melihatnya lain. Dalam menyusun Laudato si’, ia sempatkan untuk berkonsultasi dengan Pedro Casaldáliga. Kelahiran Catalonia, Spanyol 1928, Casaldáliga juga dikenal sebagai penyair. Puisinya bertemakan pembelaan terhadap kaum minoritas yang tertindas. Sabtu, 8 Agustus 2020, Sang Pembangkang ini berpulang dalam usia 92 tahun.

MABOK NOVEL


Sebenarnya juga tak terlalu banyak. Hanya sekitar 30an novel. Tapi kalau dibaca semua, ya mabok. Terutama yang jelek-jelek. Dugaan saya yang bagus tak sampai 10. Tapi panitia mintanya saya menominasikan 10. Dari kemarin hanya saya pandangi. Saya lihat-lihat biografi penulisnya, yang kebanyakan takut mencantumkan tahun kelahiran. Lha memangnya kalau tua kenape? Tua itu berkah. Bukan kutukan. Sebab belum tentu yang muda-muda sekarang itu, bisa menjadi tua. Sementara saya masih bengang-bengong, istri saya tak tahu sudah baca berapa judul. Ya nanti tinggal tanya dia mana yang bagus. Baca novel jelek itu badan langsung pegel-pegel, mata berkunang-kunang, hawanya lapar melulu.

PENGAKUAN KEMERDEKAAN INDONESIA OLEH VATIKAN


Tahta Suci Vatikan termasuk paling awal mengakui Kemerdekaan Indonesia, yakni pada 6 Juli 1947. Pada tanggal itu Paus Pius XII langsung menunjuk Uskup Agung Mgr Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye, M.E.P. sebagai Delegatus Apostolik untuk Indonesia. Pengakuan Vatikan ini mendorong negara-negara Katolik Eropa dan Amerika Latin segera ikut mengakui kemerdekaan Indonesia. Ini foto Mgr de Jonghe d’Ardoye saat diterima Presiden Sukarno di Gegung Agung, Yogyakarta, dengan diantar Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. pada 17 Agsustus 1950.

PELAJARAN DARI AJIP


Sabtu 8 September 2018, Seno Gumira Ajidarma menunjuk foto Misbach Yusa Biran (1933 – 2012), di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten. “Wah, kalau tahu istrinya nikah sama Ajip, marah dia.” Karena saya tak merespon, Seno makin mendetilkan gosipnya. Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Ajip masih jadi tema obrolan kami berdua. Saya fokuskan ke Laut Biru Langit Biru. Saya bilang begini. “Orang sekarang itu tak mau belajar dari Ajip. Ketika dia tak setuju dengan Angkatan 66nya Pak Jassin, bukan ngajak duel, tapi bikin antologi tandingan, Laut Biru Langit Biru. Seno sepakat karena tampak manggut-manggut. Dan Rabu, 29 Juli 2020, sastrawah Ajip Rosidi berpulang di Magelang, Jawa Tengah, dalam usia 82 tahun. Ramalan Ajip terbukti. Sekarang langit selalu biru bersih tanpa polusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *