Misteri Pupuh 15 dan 93 Nagara Krtagama

Imam Nawawi *

Harus saya akui, “kengawuran” Cak Nun (Emha Ainun Najib) betul-betul membayangi hari-hari saya. Setiap malam, pikiran saya tidak tenang sebelum menemukan jawaban versi saya sendiri.

Satu kalimat dari Cak Nun itu berbunyi begini: “Mahabarata itu peperangan di Jawa Timur. Hastinapura itu tiada lain Kerajaan di Jawa Timur.”

Perlahan-lahan namun pasti, kebenaran itu akan tersingkap, walaupun memang harus dibuktikan secara ilmiah. Saya akan berusaha untuk itu, walaupun saya tidak berjanji mampu melakukan hal itu.

Tapi mari kita asumsikan bahwa Cak Nun telah berhasil memahami dengan baik isi Kakawin Desa Warnana atau Nagara Krtagama, salah satunya Pupuh 15 dan 93 yang akan saya bahas di sini.

Pupuh 15 ini secara umum berbicara tentang negara asing yang tunduk kepada Majapahit.

“…Tuhun tang syangkayodhya pura … Nyari yawana mitreka satata.”

Artinya: ternyata Siam, Ayodhya Pura, dan Yawana selalu bersahabat.”

Di sini kita melihat bahwa Kerajaan Ayodhya bagian dari wilayah yang tunduk pada Majapahit. Dalam Mahabarata dan Ramayana, Ayodhya adalah Kota Suci Agama Hindu.

Selain Ayodhya, ada juga Yawana. Negeri Yawana ini adalah Yunani modern. Yawana adalah bahasa Sansekerta, sepadan dengan kata Yona dalam Bahasa Pali, yang merujuk pada Yunani Kuno atau India Barat. Nusantara (Indonesia) adalah India Timur.

Yunani Tahun 335 SM.

Alexander of Macedon adalah orang pertama yang membawa 40 ribu pasukan Yunani menuju India lewat jalur pelayaran. Karena pengkhianatan prajuritnya sendiri, misi itu gagal. Baru berhasil menaklukkan India beberapa generasi kemudian.

Kosta Danaos mengatakan, perjumpaan Yunani dan India menghasilkan satu pertukaran budaya yang bagus. Yunani belajar agama pada India, dan India belajar seni ukir, arsitektur, astronomi, dan matematika. Menandros adalah Raja Helenis pertama yang dinobatkan sebagai Biksu Buddha.

Dan dua Brahmin terkemuka mengangkat bangsa Yunani, yang saat itu sudah disebut Yona atau Iones, sebagai kelompok Ksatria. Kisah bangsa Yawana ini masuk ke dalam kisah Mahabarata (Kosta Danaos, The Magus of Java: Teachings of Taoist Immortal, Rochester: Inner Traditions Internasional, 2000).

Kesimpulannya: India Modern dan Yunani Modern adalah wilayah di bawah Kepemimpinan Jawa Timur Indonesia di zaman lampau.

Sementara Pupuh 93 secara umum bicara tentang kontribusi negara-negara asing itu kepada Majapahit, sebagai bentuk pengabdian dan cinta kasih. Salah satu bentuk pengabdian kepada Majapahit adalah persembahan berupa penulisan naskah kesusastraan.

“Sakweh sang pandhitanganya dharani mangiket kastawan Sri Narendra… Ring Jambu Dwipa tonggwanira…”

Artinya: banyak pendeta dari tanah seberang menggubah pujian buat Sri Baginda.. di Jambudwipa tempatnya..”

Jadi, para pendeta yang tinggal di Jambudwipa memberikan persembahan pada Raja Majapahit dari Jawa Timur berupa penulisan sastra pujian (pujasastra).

Jambudwipa ini secara umum adalah India. Namun, Markandeya Purana dan Brahmanda Purana membagi wilayah Jambudwipa ini menjadi empat wilayah besar dan menggambarkannya mirip mekarnya Bunga Seroja atau Bunga Lotus. Pusat dari Jambudwipa ini adalah wilayah yang memiliki Gunung Sumeru.

Karena saking luasnya Jambudwipa ini maka MPU Prapanca pengarang Nagara Krtagama menyebut wilayah spesifik bagi kota asal pujangga India itu, yakni Kanci Pura, Tamil India.

Dari uraian di atas, kita jadi tahu bawa Yunani dan India adalah wilayah independen yang takluk pada Majapahit Jawa Timur Indonesia.

Saya rasa, pengabdian pujangga Yunani dan India kepada Nusantara (Indonesia) bukan saja sejak abad 14 Masehi di era Majapahit. Tetapi, sejak era Plato sekalipun, Yunani Kuno yang juga disebut Yawana telah mengabdikan prosa-prosa mereka untuk mencatat kebesaran Nusatara.

Ketika Plato menyebut Kota Atlantis dalam dialog Kritias dan Timaeus, sejatinya Plato memaksudkan Nusantara. Bukan hanya Plato, bangsa Yawana hingga abad 14 Masehi pun masih tunduk pada Majapahit.

Semoga bermanfaat.

*) Imam Nawawi, lahir di Sumenep 1989. Sempat belajar di beberapa pondok pesantren seperti PP. Assubki Mandala Sumenep, PP. Nasyatul Muta’allimin Gapura Timur Sumenep, PP. Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, PP. Hasyim Asy’ari Bantul Yogyakarta, PK. Baitul Kilmah Bantul Yogyakarta, PP. Kaliopak Bantul Yogyakarta, dan PP. Al-Qodir Sleman Yogyakarta. Kini sedang menempuh pendidikan jenjang S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *