SEDIKIT TENTANG NOVEL “KEALPAAN” KARYA MILAN KUNDERA


Lutfi Mardiansyah *

Novel ini barangkali bisa dibaca sebagai upaya refleksi dari penulisnya yang eksil ke Prancis pada tahun 1975 (Kundera kemudian mendapatkan kewarganegaraan Prancis pada tahun 1981) sebagai akibat “kemurtadan”-nya dari komunisme, ideologi yang pernah dianutnya di bawah pengaruh dua peristiwa besar yang terjadi pada saat itu, yakni Perang Dunia II dan pendudukan Jerman atas Ceko.

Novel ini ditulis Kundera dalam bahasa Prancis, dengan judul “L’Ignorance”, terbit pertama kali pada tahun 2000. Dalam novel ini, Kundera melihat dirinya (atau tokoh-tokoh ceritanya) berada dalam serangkaian dilema: Haruskah ia kembali ke kampung halaman atau tetap hidup di negeri asing? Alasan apa yang membuatnya merasa harus kembali ke tanah airnya atau menetap di tanah pembuangannya? Apa artinya pulang ke kampung halaman dan apa artinya tetap tinggal di negeri asing?

Tamatnya riwayat komunisme di Ceko pada tahun 1989 menjadi premis awal dari novel ini. Berangkat dari premis itu, kemudian Kundera membabarkan banyak hal menyoal nostalgia, ingatan, kenangan, dalam kaitannya dengan eksistensi manusia. Apa fungsi dan peran ingatan bagi seseorang? Mengapa seseorang bisa menyimpan suatu kenangan yang membuatnya acap kali merasakan nostalgia? Hal apa saja yang membuat seseorang merasakan perasaan nostalgia, suatu perasaan menderita yang disebabkan oleh kerinduan tak terkira untuk pulang?

Sebagaimana karya-karyanya yang lain, novel ini juga diracik dengan tiga resep favorit Kundera: lelucon, politik, dan seks. Ada lelucon-lelucon tajam yang membuat kita gamang karena ingin tertawa sekaligus merenung pada saat bersamaan, seperti ketika Kundera memaparkan lucunya (atau mengenaskannya) perasaan nostalgia seseorang yang senantiasa tak berbanding lurus dengan intensitas ingatan. Ada paparan-paparan politik di mana Kundera mengetengahkan pandangan-pandangannya, seperti ketika Kundera menawarkan tafsirannya yang memandang pertemuan komunisme dengan peradaban Eropa sebagai sebuah temu kencan. Dan, tentu saja, ada kisah cinta erotis sekaligus tragis sekaligus komikal.

DUA PERIODE KEPENULISAN MILAN KUNDERA

Kita bisa membagi periode kepenulisan Milan Kundera menjadi dua periode, yakni periode ketika Kundera masih tinggal di Ceko dan menulis karya-karyanya dalam bahasa Ceko (“The Joke”, “Life Is Elsewhere”, “The Farewell Party”, “The Book of Laughter and Forgetting”, “The Unbearable Lightness of Being”, “Laughable Loves”) dan periode ketika Kundera telah menetap di Prancis dan menulis karya-karyanya dalam bahasa Prancis (“Immortality”, “Slowness”, “Identity”, “Ignorance”, “The Festival of Insignificance”).

Kita beruntung sebagian besar karya Milan Kundera telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dari periode Ceko: “The Farewell Party” telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia dengan judul “Pesta Perpisahan”; “The Book of Laughter and Forgetting” telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia dengan judul “Kitab Lupa dan Gelak Tawa”; “The Unbearable Lightness of Being” telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia dengan judul “Entengnya Kehidupan: Sebuah Metafora Tiada Tertahankan”; dan “Laughable Loves” telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia dengan judul “Cinta yang Mengundang Gelak Tawa”.

Dari periode Prancis: “Immortality” telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia dengan judul “Kekekalan”; “Slowness” telah terbit dengan judul “Kelambanan”; “Identity” telah terbit dengan judul “Identitas”; “Ignorance” telah terbit dengan judul “Kealpaan”; “The Festival of Insignificance” telah terbit dengan judul “Pesta Remeh-Temeh”.

Dua buku nonfiksi Kundera juga telah terbit dalam terjemahan bahasa Indonesia, masing-masing berjudul “Seni Novel” (The Art of the Novel) dan “Wasiat-Wasiat yang Dikhianati” (Testaments Betrayed).
***

*) Lutfi Mardiansyah, lahir di Sukabumi, 4 Juli 1991. Menulis puisi dan prosa, serta menerjemahkan karya-karya sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *