Category Archives: Canting

Nurel Javissyarqi, Sastrawan Pelukis Kata

Mofik el-abrar
lpmalmillah.com

Sebongkah berlian akan memiliki nilai jual tinggi jika ia mau keluar dari dalam tanah dan mau bersabar dalam menghadapi proses pengolahan yang membutuhkan waktu lama. Tapi jika sebongkah berlian tersebut tidak mau keluar dari perut bumi dan tidak mau merasakan kerasnya proses pengolahan, maka ia hanyalah sebongkah batu berlumpur yang tidak berharga.

Kritik Sastra Post-Struktural dan Kritis

Sisi Rosida
harian.analisadaily.com

POST-STRUKTURAL me­ru­pa­kan sebuah teori terhadap teks-teks sastra yang menekan­kan keseluruhan relasi antara ber­bagai unsur teks. Aliran post-struk­tural memandang kritik sastra, ha­rus berpusat pada karya sastra itu sendiri. Tanpa harus memper­ha­tikan sastrawan sebagai pen­citra dan pembaca sebagai penik­mat.

Alasan Penyair Afrizal Malna Tolak Achmad Bakrie Award 2016

Arkhelaus W., Diko Oktora
m.tempo.co

Sastrawan dan penyair Afrizal Malna menolak Achmad Bakrie Award 2016 pada bidang kesusastraan. Menurut penyair 59 tahun ini, penghargaan Ahmad Bakrie bisa membuat karyanya terkotak-kotak, cuma bergabung dengan satu kelompok.

STKIP Ponorogo Buka Sekolah Literasi Gratis

Masuki M. Astro
antarajatim.com

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Ponorogo membuka sekolah literasi gratis selama satu tahun untuk para siswa, mahasiwa dan guru serta hibah 10.000 eksemplar buku ke ratusan sekolah.

“Target kami bisa menjangkau 1.200 peserta agar mereka bisa menulis dan terbiasa menulis,” kata Pembantu Ketua II STKIP PGRI Ponorogo Dr Sutejo, MHum di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa.

Merawat Generasi Ideologis

Imas Damayanti
koran-sindo.com

Minimnya ruang sastra dalam publikasi menimbulkan kecurigaan terkait wacana untung-rugi dalam ruang sastra di media. Pasalnya, sastra bukanlah suatu hal yang dapat menarik profit bagi media.

Sementara menyempitnya ruang sastra akan mengikis kehadiran generasi ideologis kelak. Hal itu mencuat dalam diskusi publik bertema, Senjakala Ruang Sastra di Media , di Gedung OLVEH, Jakarta, akhir April lalu. Menurut penulis Djenar Maesa Ayu, terkikisnya ruang sastra akan membuat para generasi ideologis kehilangan ruang untuk berekspresi.

Sastra Kian Kembang Kempis

Reportase: Adinda Pryanka
harnas.co

Dua hal yang membuat sastra koran atau majalah tetap bertahan. Yaitu menciptakan sastra elektronika atau justru menegasi besar-besaran terhadap dunia virtual.
KEHADIRAN media massa, khusus koran atau majalah, sejak lama telah memberi ruang bagi sastra (cerpen, puisi, dan cerita bersambung) berkembang di Indonesia. Adanya sastra koran atau majalah, demikian yang sering akrab dikenal, juga membantu melejitkan nama dan karier sang penulis.