Catatan dari sebuah novel karya AH J Khuzaini

Jalan Lain dari Kenyataan Genre Dramatik Gerak-Gerik
Rodli TL *

Pada dasarnya novel itu menghibur, bahasanya mengimplisit persuasip. Ia hadir untuk merayu pembaca berempati, merasakan apa yang dirasakan para tokoh, bahkan menawarkan ruang-ruang imajinasi yang kemudian memporak-porandakan emosi para pembacanya. Sungguh tidak realis, membaca novel saja menangis, kata si hidung mancung sambil mentertawakan pembaca novel yang sesenggukan. Continue reading “Catatan dari sebuah novel karya AH J Khuzaini”

Nurul Hadi “Koclok” (23 Juni 1968 – 1 Agustus 2017) dalam Proses Kreatif saya!


Nurel Javissyarqi

Waktu terus bergerak; melengkung lebar, mengumpar, mengerucut, mengurai masa-masa juga mempersempat temponya. Melonjak naik, berkelejatan turun, meringkus tekanan, menggarami luka serta jauh dari perkirakan manusia. Dan searah lembaran telah tercatatkan, banyak orang memberi wewarna dalam proses kreatif saya ke alamnya kata-kata, meski secara tidak langsung atau setengah disengaja, yang melalui laku kehidupan sehari-hari bersamanya. Salah satunya, sang penggerak kesenian yang khususnya di panggung teater dan perfilman di Jogja, yakni Nurul Koclok. Semoga seluruh kalimat yang tertuang dalam catatan ini terbaluti alunan sholawat, dengan harapan kawan tercinta kita ini tenang damai di sisi-Nya. Continue reading “Nurul Hadi “Koclok” (23 Juni 1968 – 1 Agustus 2017) dalam Proses Kreatif saya!”

Pramoedya Ananta Toer Diusulkan jadi Nama Jalan di Blora

Priyo, Akrom Hazami

Adik sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Soesilo Toer, mengusulkan agar jalan Sumbawa Blora yang merupakan rumah keluarga itu, diubah menjadi jalan Pramoedya Ananta Toer.

“Upaya mengubah nama jalan sebenarnya sudah pernah diperbincangkan dalam diskusi dengan beberapa pihak. Dalam diskusi itu ada usulan jika nama jalan yang menjadi alamat rumah keluarga Mastoer atau bapak Pram diubah menjadi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer,” kata Soesilo, Selasa(21/7/2015). Continue reading “Pramoedya Ananta Toer Diusulkan jadi Nama Jalan di Blora”