Category Archives: Cerpen

KERETA SENJA

Nurasiam Khalil
Radar Jombang 30 Okt 2016

Seruni adalah seorang gadis desa yang berumur 15 tahun dia adalah seorang gadis yang sederhana yang memiliki perawakan kecil, ramping, kulit hitam manis dengan rambut sepanjang body yang biasanya diikat dua.

SENO, SI ANAK PEMULUNG

Liya Izzatul Iffah *
Radar Jombang, 27 Nov 2016

Seno adalah namaku, aku hidup bersama ayah angkatku di perkampungan kumuh, beratap langit beralas hamparan bumi yang dipenuhi dengansetumpuk sampah masyarakat. Kehidupanku yang diwarnai dengan cacian, hinaan dan pukulan orang yang tidak mau memberikan secuil rizkinya untukku.

Seorang Hujan

Afrizal Malna

AKU ingin hidup dalam tubuh seseorang, dalam kenyataan orang lain. Aku tahu itu tidak mungkin. Aku tahu itu sebuah dusta yang berusaha aku buat untuk diriku sendiri. Dusta murahan yang membuat manusia menjadi bahan olok-olok di dapur rumahnya sendiri. Suara panci, piring, gelas dan sendok yang menjadi gaduh.

Tiga Sekutu Setan

Muhidin M Dahlan

KAU orang muda Jawa-Arab yang pergi ke tanah haram. Mungkin mengikuti jejak spiritualitas para nabi. Atau berharap mendapatkan barakah kesempurnaan hidup dan kecemerlangan pandangan jiwa dalam menangkap lenggak-lenggok kehidupan. Seperti para nabi. Seperti orang-orang suci yang pernah lahir dan tertempa di sana. Kau ingin mengikuti jalan mereka.

Wabah

A. Mustofa Bisri

Mula-mula tak ada seorang pun di rumah keluarga besar itu yang berterus terang. Masing-masing memendam pengalaman aneh yang dirasakannya dan curiga kepada yang lain. Masing-masing hanya bertanya dalam hati, “Bau apa ini?” Lalu keadaan itu meningkat menjadi bisik-bisik antar “kelompok” dalam keluarga besar itu. Kakek berbisik-bisik dengan nenek. “Kau mencium sesuatu, nek?”

Perempuan Berjangkat Utem *

In Memoriam: Ine, Hj. Inen Hafisah Meriah
Salman Yoga S

Ia terbaring lemah. Tubuhnya kian renta dan tak berdaya. Matanya sayu lurus menatap dinding tembok bercat putih. Rabun dan kosong. Sesekali ia meminta untuk didudukkan di atas tempat tidur dengan bertopang pangkuan, mendesah pelan seperti melepaskan beban berat yang tertimbun dipundaknya selama puluhan tahun, atau entah menikmati indah dan syahdunya perasaan seorang ibu dilayani sepenuh cinta oleh anak-anaknya.