Category Archives: Cerpen

Kami Antar Barang sampai Kampung Terujung

Raudal Tanjung Banua *
Jawa Pos, 27 Agu 2017

ZEN menyampirkan handuk kecil di leher, dan sambil bersiul ia turun ke air. Takjub, ia terpaku sebentar, memandang arus memutih seolah baru menemukan sungai susu yang disebut dalam kitab suci. Tapi ketika membuka pakaian, ia sadar bukan orang pertama di tempat itu: ia lihat bungkus sabun dan sampo berserakan di celah batu. Dan, saat ia mulai berendam, sesuatu nyangkut di kakinya, ia angkat: o, bungkus mi instan hanyut terseret arus!

Dua Cerita dari Si Tuan Pengen Tahu Kepada Si Tuan Resep

Mardi Luhung *
Koran Tempo

Halo Kawan, apa kabarmu? Aku sih baik-baik saja. Semoga kau juga begitu. Berapa tahun kita tak jumpa. Barangkali sebelas atau tiga belas tahun. Tak pasti. Yang jelas, sejak perpisahan itu, kita seperti mencari jalan sendiri-sendiri. Kau ke utara. Aku ke selatan. Kau ingin mendalami ilmu masak-memasak. Aku menekuni ilmu ramal-meramal. Dan kabarnya, kau kini telah berhasil jadi juru masak yang top. Sekaliber master ya? Hmm, betapa hebatnya dirimu. Ingin sekali aku mencicipi masakanmu itu. Yang kabarnya juga, penuh aroma rempah dan rasa yang menggigit.

Perawan dan Tiga Serigala

Anindita S. Thayf
Koran Tempo

DAN kini hanya tersisa satu orang perempuan di muka bumi. Satu yang tinggal di dalam bunker perlindungan berpintu platinum lapis lima dan dijaga tiga ekor serigala. Sebenarnya, lebih pantas dia disebut gadis karena usianya masih belia: satu gerhana lagi tujuh belas tahun. Ayahnya, yang kini entah berada di mana—dia lebih suka berpikir orang tua itu masih hidup—berjanji hanya akan pergi sebentar dan bakal kembali sebelum usianya tepat tujuh belas. “Untuk mencari hadiah ulang tahunmu. Yang terbaik, tentu saja,” kata ayahnya pada suatu malam, dan begitu pagi tiba lelaki itu sudah pergi.

Panggil Aku Drupadi

Jihan Fauziah *

Perkenalkan, namaku Drupadi. Ibuku yang memberi nama. Wanita itu, begitu mengidolakan sosok perempuan yang tangguh dengan lima suami.

“Aku tak setuju poligami, tapi aku suka keberanian Drupadi untuk poliandri. Maka, kuberi nama anakku Drupadi,” begitu Ibu menegaskan.

Mayat Yang Mengambang Di Danau

Seno Gumira Ajidarma
cerpenkompas.wordpress.com

Barnabas mulai menyelam tepat ketika langit bersemu keungu-unguan, saat angin dingin menyapu permukaan danau sehingga air berdesis pelan, sangat amat pelan, nyaris seperti berbisik, menyampaikan segenap rahasia yang bagai tidak akan pernah terungkapkan.