Category Archives: Esai

Segi Sosiologis Sastra NTT, Inilah Penjelasannya

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 17 Juli 2017

Secara umum disiplin ilmu sastra terdiri atas dua bidang kajian, yakni bidang kajian yang bersifat monodisiplin dan yang bersifat multidisiplin. Monodisiplin fokus pada satu bidang kajian, sebaliknya multidisiplin gabungan beberapa bidang kajian.

Sastra Daerah dalam Kegelisahan, Inilah yang Terjadi di NTT dan Indonesia

Yoseph Yoneta Motong Wuwur *
Pos Kupang, 8 Juni 2017

Ajip Rosidi dalam bukunya Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia menjelaskan: …Sekalian sastra yang ditulis dalam bahasa-bahasa daerah yang terdapat di seluruh Nusantara dinamakan sastra Nusantara. Sedangkan sastra Indonesia hanyalah sastra yang ditulis dalam bahasa Indonesia (1986:10). Pertimbangan dari segi bahasa maka di Indonesia kita mengenal adanya sastra daerah, sastra asing dan sastra Indonesia.

BORGES DAN EKSPERIMENTASI SASTRA RELIGI

Faisal Kamandobat
faisal-kamandobat.blogspot.co.id

Hubungan sastra dan agama telah terjalin sejak keduanya lahir dalam sejarah. Kitab suci agama-agama, yang monoteis dan yang bukan, ditulis dalam bentuk sastra. Sementara di luar wilayah revelasi atau kewahyuan, banyak sastrawan menulis karyanya sebagai ungkapan iman kepada Tuhan.

Upacara Bersih Desa

Tulus S *

Adat adalah salah satu unsur kebudayaan yang terdapat di dalam tiap-tiap masyarakat. Menurut Ki Hadjar Dewantara, adat tidak lain merupakan sifat kepatuhan, laras atau harmoni, yang terdapat dalam hubungannya laku, keadaan, atau benda yang satu dengan yang lain. Karena kepatuhan itu, maka dengan sendiri perhubungan atau pertimbangan antara yang satu dengan yang lain selalu tampak sebagai keindahan, yang kemudian menimbulkan rasa senang.

Arah Baru Literasi Indonesia

Ahmad Wiyono *
koran-sindo.com 13 Agu 2017

United Nations Educational Sceintific and Cultural Organization (Unisco) tahun lalu merilis hasil survei gerakan literasi internasional. Yang mengejutkan adalah posisi Indonesia berada pada urutan 60 dari 61 negara yang menjadi objek survei intensif tersebut.