IMAN DAN KEMAKMURAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Pagi tadi, saya mengantarkan sebungkus kopi jenis Arabika ke kediaman Kiai Sutara. Jenis kopi kegemaran beliau. Kebetulan seorang imam masjid mendatangi kediaman Kiai Sutara. Ustadz Abdul Karim namanya. Saya sempat merekam pembicaraan antara Ustadz Abdul Karim dengan Kiai Sutara pagi tadi. Continue reading “IMAN DAN KEMAKMURAN”

PENGGEMBALAAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Sore itu, dalam suasana lebaran, saya sowan ke ndalem Kiai Sutara. Sebagai santri, saya menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin. Beberapa orang juga hadir. Duduk di kursi Kiai Sutara yang kuno, bagi saya asik. Nyaman dan santai.

Di dinding ruang tamu Kiai Sutara terdapat wayang Punakawan, foto Gus Dur terbingkai sederhana, dan sebuah lampu antik. Kitab-kitab kuno, pemutar lagu, android, tembakau dan kopi pahit di mejanya. Buku-buku filsafat dan resensi film. Kiai penggemar film dan bola ini memang unik. Ia menguasai ilmu-ilmu pesantren dengan penguasaan yang menakjubkan. Continue reading “PENGGEMBALAAN”

CINTA YANG MEMBUNUH

Mashuri *

Aku menunggu telepon dari John dalam temaram lampu taman belakang rumah. Tapi yang kutunggu mirip musafir yang lupa jalan pulang. Hingga pukul 01.00, John tak kunjung menghubungiku. Padahal dalam kurun seminggu ini, tepat pukul 00.00, aku menemukan kedamaian, yang sempat raib dalam kalbu. Ibarat padang gersang, oase yang selama ini kering-kerontang mengeluarkan mata air baru dan membentuk kolam. Continue reading “CINTA YANG MEMBUNUH”