Category Archives: Sejarah

Dunia Jawa dalam Serat Centhini

Andi Nur Aminah
Republika, 9 Des 2011

Sebagai ensiklopedia, naskah dalam Centhini berisi berbagai pengetahuan dan kehidupan masyakat Jawa yang disajikan dalam bentuk macapat.
SEBUAH tempat makan sederhana menyajikan menu yang unik. Tongseng bajing mlumpat atau tongseng bajing melompat. Biasanya, jenis masakan ini, umumnya menggunakan daging kambing yang dimasak menggunakan kuah berwarna kuning kecokelatan. Rasanya cukup bisa menghangatkan badan dengan perpaduan rempah, seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, dan merica.

Fiksi dalam Pelajaran Sejarah

Junaidi Abdul Munif
Lampung Post, 29 Nov 2011

WASIAT Bung Karno tentang sejarah; jasmerah (jangan sampai melupakan sejarah) menjadi sinyal bahwa sejarah menjadi bagian penting dari sebuah peradaban bangsa. Sejarah menjadi mozaik yang membentuk generasi kemudian, yang dapat mengambil hikmah dari peristiwa generasi tua (masa lalu).

Jangan Sampai Sejarah Indonesia Lebih Dikenal Orang Asing

Jimmy Hitipeuw
Kompas, 1 Des 2011

Pesan dari judul di atas bisa dianggap berlebihan, tetapi justru hal ini yang terjadi saat sejumlah warga asing lebih peduli terhadap sejarah maupun kebudayaan Indonesia. Indikator sederhana yang bisa dijadikan contoh, di antaranya, masih minimnya jumlah pengunjung museum di Indonesia.

Indonesia; Majapahit, Atlantis, Fantastis!

Akhmad Sekhu *
http://www.kompasiana.com/akhmadsekhu

Aku berpikir, maka aku ada. Demikian ungkapan dari Rene Descartes, filsuf kebangsaan Perancis yang hidup pada abad ke-17. Sebuah ungkapan inspiratif yang kemudian menginspirasi saya pada sebuah ungkapan; aku gelisah, maka aku ada. Adakah orang yang tidak pernah gelisah? Semua orang tentu pernah merasa gelisah. Bagai Medusa, saya gelisah. Medusa, raksasa berambut ular dalam kisah mitologi Yunani Kuno. Medusa yang selalu dihubung-hubungkan dengan kegelisahan.

Mendengarkan Narasi Lain

Baskara T Wardaya SJ
Kompas, 8 Mei 2009

DALAM mengkaji suatu peristiwa historis tertentu yang titik tolaknya adalah kesaksian seorang pelaku sejarah, secara teoretis kita perlu memilah antara ”apa yang terjadi” dengan ”apa yang diingat oleh seorang pelaku sejarah tentang apa yang terjadi”. Perlu memilah antara ”peristiwa” dan ”ingatan akan peristiwa”. Baskara T Wardaya