Mencari Titik Temu antara Sastra dan Agama

Asef Umar Fakhruddin*
http://www.infoanda.com/Republika

Membincangkan relasi antara sastra dan agama memang selalu menarik. Tidak jarang menyeruak pula perdebatan sengit terkait kedua entitas ini. Perdebatan sengit antara “dua kubu” aliran sastra (kubu Taufiq Islamil dkk dengan kubu Hudan Hidayat dkk) beberapa waktu yang lalu dan bahkan sampai sekarang, jika dirunut, juga berujung pada di mana sebenarnya posisi sastra dan agama dalam kehidupan. Continue reading “Mencari Titik Temu antara Sastra dan Agama”

Perempuan yang Mensepuhkan Tombak

M.D. Atmaja

Suatu sore di Tamansari ketika hati sedang diliputi prahara, kecemasan, ketakutan, dan kegamangan arti, Lelaki Pendosa berjalan menyusur setiap puing-puing reruntuhan yang tertinggal. Dia melangkah sunyi dalam hati yang semakin kelam oleh kekosongan, namun di sana dia juga menanggung rindu yang telah lama tak tertahan. Sekali ingin berlari di dalam suatu malam, melompati Sindoro-Sumbing dari Barat, lalu menghempaskan panasnya kawah Merapi yang kini telah sunyi. Continue reading “Perempuan yang Mensepuhkan Tombak”

NOVEL FILSAFAT: TUHAN PUN TAK MELARANG

Catatan Kecil buat Ahmad Nurullah
Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tulisan Ahmad Nurullah (?Yang Betul: Novel Filosofis,? MIM, 27 Februari 2005) memancarkan pesona dan seperti menghipnotis. Dengan menebarkan sejumlah pandangan para filsuf dunia, Ahmad Nurullah (AN) berhasil membekap substansi dua novel yang disinggungnya: Payudara karya Chavchay Syaifullah dan Tapak Sabda karya Faiz Noor. Saya kagum atas penalaran yang dikembangkannya. Memulai dari sebuah kejujuran dan mengakhiri dengan penghakiman. Di tengah itu, ia menebar jaring argumentasi yang pada akhirnya seperti menjerat kita pada perangkapnya. Sebuah esai argumentatif yang lumayan meyakinkan, tetapi sekaligus juga berbahaya dan menyesatkan! Continue reading “NOVEL FILSAFAT: TUHAN PUN TAK MELARANG”

GM dan Pengembalian Bakrie Award

Wijaya Herlambang
http://www.suaramerdeka.com/

GM menyatakan mengembalikan hadiah itu karena tak setuju cara Bakrie akhir-akhir ini dalam memperkuat posisi politik.

SIAPA tak kenal Goenawan Mohamad (GM)? Dia selalu berusaha jadi firgur sederhana, meski sebenarnya sangat berpengaruh. Dia selebritas kebudayaan, pemimpin budaya ?pembebasan?, terutama bagi penggemar ideologi liberalisme. Continue reading “GM dan Pengembalian Bakrie Award”