Narasi Sufisme dan Estetika Lokal

Shofiyatuz Zahroh *
http://www.riaupos.co

Kisah tentang sufisme menjadi semacam virus dan anti klimaks. Perjalanan kesufian dari waktu-kewaktu ter-remajakan oleh intuisi yang memiliki akselerasi tinggi untuk mencapai dimensi rasa paling hakiki. Pesona sufisme mejadi semacam kegandrungan tersendiri kemudian bagi para ulama yang penyair, untuk menggemburkan narasi sufisme itu dalam sebuah ulasan singkat atau pun cerita pendek, sebagai langkah plastis untuk mentransvaluasi nilai transendensi yang tidak terjebak pada mistisisme dan absurdisme yang mengada-ada. Baca selengkapnya “Narasi Sufisme dan Estetika Lokal”

Wabah

A. Mustofa Bisri

Mula-mula tak ada seorang pun di rumah keluarga besar itu yang berterus terang. Masing-masing memendam pengalaman aneh yang dirasakannya dan curiga kepada yang lain. Masing-masing hanya bertanya dalam hati, “Bau apa ini?” Lalu keadaan itu meningkat menjadi bisik-bisik antar “kelompok” dalam keluarga besar itu. Kakek berbisik-bisik dengan nenek. “Kau mencium sesuatu, nek?” Baca selengkapnya “Wabah”

Hak Allah dan Sesama Hamba

A Mustofa Bisri
Kompas, 18/08/12

Bahkan satu bulan—di antara 12 bulan—yang dianugerahkan Tuhan, nyaris tidak kita gunakan sebagaimana mestinya. Rutinitas kesibukan yang tidak begitu jelas tetap saja berlangsung di bulan yang kita sebut-sebut sebagai bulan suci.

Gegap gempita kita menyambut bulan Ramadhan. Bahkan, untuk lebih menunjukkan penghormatan kita kepada bulan istimewa itu, kita perlukan memasang spanduk di jalan-jalan. ”Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Datang, Bulan Ramadhan. Baca selengkapnya “Hak Allah dan Sesama Hamba”

Cinta dalam Religiusitas Gus Mus

Munawir Aziz *
Suara Karya, 9 Nov 2013

MEMBACA sajak-sajak KH Musthofa Bisri (Gus Mus) adalah seperti menyelam dalam kejernihan batin. Sajak-sajak Gus Mus merefleksikan kedalaman jiwa, olah rasa dan refleksi atas kondisi sosial yang jadi sengkarut hidup umat manusia. Sajak Gus Mus sering dianggap “balsem”, dapat menyengat untuk menawarkan panas di tubuh dan telinga, sekaligus mencipta ketenangan. Baca selengkapnya “Cinta dalam Religiusitas Gus Mus”

Nyai Sobir

A Mustofa Bisri
Kompas, 15 April 2012

RIBUAN bahkan puluhan ribu pelayat dari berbagai kota yang menangis itu, tampaknya tak seorang pun yang datang berniat menghiburku.

Mereka semua melayat diri mereka sendiri. Hanya orangtuaku dan beberapa orang famili yang terus menjagaku agar aku tidak pingsan seperti banyak santri yang sama sekali tidak siap ditinggal almarhum. Baca selengkapnya “Nyai Sobir”

Kang Maksum

A. Mustofa Bisri
Jawa Pos, 15 Jan 2012

Masya Allah! Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun!

Tidak mungkin, tidak mungkin! Kang Maksum? Ah….

BERITA itu cepat beredar. Berita yang benar-benar mengguncang kotaku. Di mana-mana—di pasar, di warung-warung, di perkantoran, di sekolah-sekolah—berita itu mendominasi pembicaraan. Seperti biasa, orang-orang pun asyik menduga-duga dan menganalisis. Baca selengkapnya “Kang Maksum”

Gus Mus: Mari Melawan Orientasi Keduniawian (Personality Interview)

Khoirul Anam *
http://www.kompasiana.com/www.chairilanam.blogspot.com

Di luar kegiatan rutin sebagai seorang ulama, Anda juga seorang budayawan, penulis, novelis, pelukis, puitis, dan masih banyak lagi. Apa pertimbangan Kiai saat pertama kali memasuki kawasan budayawan?

Ya, nggak pertimbangan apa-apa, pertimbangan mengamalkan ilmu. Banyak pesantren sekarang itu yang merancaukan antara mengamalkan ilmu, memanfaatkan ilmu, dengan nasrul ilmi. Baca selengkapnya “Gus Mus: Mari Melawan Orientasi Keduniawian (Personality Interview)”