MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA

Catatan Kesan atas Kumpulan Cerpen “Bocah Luar Pagar”
Ahmad Syauqi Sumbawi

Lahirnya sebuah karya sastra, pada umumnya, merepresentasikan proses berkesadaran. Dimulai dengan pembacaan atas hidup dan kehidupan, manusia membuat jarak. Bukan terpisah, tetapi menjadikannya sebagai “medan makna” untuk kemudian hadir dengan kesadaran atas eksistensinya, yang termanifestasikan dalam karya. Karena itu, sebuah karya sastra tidak hanya bermakna, tetapi juga menciptakan ruang bagi tumbuhnya kesadaran pada diri manusia. Continue reading “MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA”

KAUNIYAH DAN HUMANISME DALAM PUISI *

Catatan Kesan atas Antologi Puisi “Pengembaraan Burung”
Ahmad Syauqi Sumbawi

Kehidupan dunia adalah “kawah penyadaran”, dimana manusia berhadapan dengan realitas yang menuntutnya untuk memahami keberadaan dirinya secara luas. Tidak hanya di dunia, pemahaman itu pun melintasi berbagai alam, baik alam arwah maupun alam barzah dan akhirat—serta hal-hal eskatologis lainnya—. Continue reading “KAUNIYAH DAN HUMANISME DALAM PUISI *”

UNTUK LEAFLET (SURAT SELEBARAN)

Salam Seni dan Budaya
A. Syauqi Sumbawi

“Art For Love and Peace #1”

“Art for Love and Peace #1” merupakan tajuk utama dalam kegiatan seni pertunjukan yang diadakan oleh Class of Art atau Kegiatan Ekstrakulikuler Seni MA Al-Munawwaroh Kembangbahu, Lamongan, Jawa Timur. Tanda (#1) mengindikasikan bahwa kegiatan ini merupakan event yang pertama, sekaligus mengandung konsekuensi keberlanjutan —estafet— untuk yang berikutnya di masa depan, sebagai manifestasi dan target konkrit dari keberadaan kegiatan ekstrakulikuler seni di lembaga tersebut. Continue reading “UNTUK LEAFLET (SURAT SELEBARAN)”

HUKUM ISLAM PADA MASA TABI’IN

Faksionalisme antara Kelompok Rasionalis (Ahlu al-Ra’yi) dan Kelompok Tradisionalis (Ahlu al-Hadits)

Ahmad Syauqi Sumbawi *

A. Pendahuluan

Tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat kaitan langsung antara Islam sebagai doktrin agama dan juga sebagai hukum. Meskipun kegiatan legislasi Nabi Saw baru dilakukan setelah tinggal dan menetap di Madinah Nabi, namun ketentuan-ketentuan yang bersifat legalistik atau kehukuman telah ada sejak berada di Makkah. Continue reading “HUKUM ISLAM PADA MASA TABI’IN”