Ngidam

Aang Fatihul Islam

Ribuan butiran air hujan menetes dari langit, pepohonan mengayun-ayunkan ranting-rantingnya. Dedaunan dan bebatuan menengadah ke atas langit bermunajat pada Sang Pencipta atas apa yang telah terjadi di belahan bumi ini. Lekukan bumi mengendap-endap dalam fatamurgana yang teretas percikan-percikan api neraka yang merayap lewat desiran udara yang begitu menyengat. Burung-burung berkicau riuh dan nampak sumbang tidak seindah dulu lagi seakan ada perubahan atmosfir yang memekikkan kehidupan mereka. Continue reading “Ngidam”

Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat

Aang Fatihul Islam
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Karya sastra merupakan letupan puing-puing mahakarya yang dieksekusi lewat suara-suara masyarakat. Barangkali itu merupakan ungkapan yang tepat untuk mengapresiasi kekaguman saya pada karya sastra. Ketika banyak digembor-gemborkan istilah agen perubahan (agen of change) di tengah-tengah mahasiswa dari zaman orde lama hingga kini, maka saya di sini ingin menguak sebuah agen of change yang berkaitan dengan karya sastra. Seringkali karya sastra dianggap sesuatu yang fiksi belaka dan apa yang dituangkan di dalamnya adalah hanya bualan sang pengarang saja. Benarkah karya sastra hanya berfungsi sebagai hiburan semata? Continue reading “Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat”

Nyanyian yang Sumbang

Aang Fatihul Islam
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Pagi itu mentari mengintip dari ufuk timur bersama desiran angin yang berenang dalam hawa yang menguapkan percikan kecil api neraka. Aku melangkahkan kakiku menuju pintu kereta tua peninggalan zaman Belandah. Di atas kursih yang tidak empuk itu aku melihat segerombolan orang bergaya lux, umur setengah baya lagi bersenda gurau tentang karirnya yang lagi melambung dan ngerumpi tentang penghasilannya yang melejit sukses karena jadi juragan dengan karyawan yang banyak. Continue reading “Nyanyian yang Sumbang”

Sang pengembara

Aang Fatihul Islam
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Awan sore itu berwarna hitam pekat dengan sedikit warna putih menghiasinya, sebagai pertanda akan datangnya hujan. Aku berjalan sempoyongan mencari tempat untuk berteduh. Aku melangkahkan kakiku berjalan menuju sebuah gudang tua di dekat rel kereta api. Kilat dan petir menyambar bagaikan cemeti raksasa yang mengaung di atas awan-awan. Ribuan anak panah akan segera diluncurkan ke bumai yang menjelma menjadi luncuran air hujan. Continue reading “Sang pengembara”

SEPASANG TINTA EMAS

Aang Fatihul Islam
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Pagi itu langit begitu cerah dihiasi indahnya awan putih yang berjalan begitu lembut bersama terangnya sinar matahari yang baru muncul dari biliknya. Beragam aktifitas mulai bertebaran di kota pahlawan dalam percikan-percikan semangat sesegar embun pagi dan sepanas sang matahari. Tiba-tiba melintas sesosok pemuda dengan sorot matanya yang begitu tajam dihiasi dengan alis tebal yang tertata rapi di atas matanya. Pemuda itu postur tubuhnya kekar dengan kulit sawo matang, rambut panjang sebahu dengan kaos oblong hitam dan celana jeans biru tua compang-camping terkesan seperti tampang preman berjalan menelusuri kota Surabaya. Continue reading “SEPASANG TINTA EMAS”