Islam, Seni, dan Kehidupan Beragama

Abdurrahman Wahid *
nu.or.id 5/08/2012

1
Kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari nilai-nilai keagamaan, betapapun kenyataan ini tidak diakui oleh sementara kalangan. Masalah-masalah pribadi tentang pengaturan hubungan dengan sesama manusia, masalah penyesuaian antara cita dan kenyataan yang dihadapi dalam kehidupan, serta hubungan manusia dengan kekuatan-kekuatan di luar dirinya, kesemuanya itu menghasilkan dimensi-dimensi dalam kehidupan manusia. Continue reading “Islam, Seni, dan Kehidupan Beragama”

KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian I – III)

Sutejo

Untuk menggairahkan kembali spiritualitas umat NU –sesuai dengan pesan tema panitia— maka dapat dieksplorasikan sebagai berikut. Pertama, jika yang dijadikan “patokan” adalah Gus Dur, maka penting kita berkaca pengembangan diri ala Gus Dur, dan mungkin berikut penerus organisasinya, KH. Hasyim Muzadi. Karena itu, mari belajar kepada Gus Dur. Continue reading “KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian I – III)”

KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian IV – VII Habis)

Sutejo
/4/
Aura Gagas Gus Dur

Era demokratisasi dalam konteks Indonesia mutakhir, telah menjebak masyarakat Indonesia pada gelombang eforia kata; yang mengabaikan pada kaidah demorasi itu sendiri. Kalau substansi demokrasi adalah kesederajatan, maka dalam fenomena kehidupan berbangsa mutakhir (politik?), arifnya dapat menghindarkan simbol kata yang cenderung mereduksir pihak yang lain. Continue reading “KAJIAN ISLAM: BELAJAR DARI GUS DUR (bagian IV – VII Habis)”