Tag Archives: Abidah El Khalieqy

Puasa dan Kearifan Perempuan

Abidah El Khalieqy *
http://m.kompas.com/

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban?ibadah mahdloh?bagi orang-orang beriman, khususnya kaum Muslim. Akan tetapi, esensi ibadah puasa bukan hanya sekadar ritus penahanan diri dari nafsu makan, minum, seks, dan sebagainya. Namun, dalam puasa juga termaktub ibadah-ibadah lain yang bersifat kultural, ghoiru mahdloh, yang dianjurkan syariat Islam untuk meraih kemuliaan dan kesempurnaan kemanusiaan kita.

Pulang tanpa Alamat

Abidah El Khalieqy*
http://www.jawapos.co.id/

USAI mandi dan memilih pakaian paling bersih, Gotap menyemprotkan minyak wangi di bawah daun telinga. Di dada kiri tempat jantung bersembunyi, dan sedikit olesan di denyut nadi pergelangan tangan. Senyum cerah tersungging dalam cermin besar dan jernih. Seperti kuncup putih melati, senyum itu ditatapnya berulang kali. Entah siapa yang perintah, tiba-tiba tangannya bergerak, mengambil kembali botol parfum dari atas meja, dan menyemprotkannya di kedua telapak kaki. Tapi, pikirnya, masih ada yang kurang. Telapak tangan dan jari-jariku mesti wangi, agar setiap orang yang kusalami akan dilekati keharuman yang sama.

Perempuan Hajar

Abidah El Khalieqy
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

SEMINGGU belakangan, Putri Angin benar benar bingung. Mau merampungkan kuliah S3 atau balik cepat cepat ke kampung halaman. Sisa uang tinggal cukup untuk hidup seminggu dan bayar tiket pulang. Tak ada pihak mana pun yang bakal menjamin keuangan dan nasib hidup selanjutnya. Tak ortu tak juga sebuah founding di mana pun. Ia benar benar terdesak untuk segera memilih, jadi gelandangan di negeri orang atau pulang kampung dinikahkan dengan laki-laki bukan pilihan.

Penjagal Kota Tua

Abidah El Khalieqy
http://suaramerdeka.com/

INILAH pesan Penjagal Kota Tua sebelum menuruni lapisan terbawah liang lahatnya. “Aku berharap engkau lebih kompak memerangi saudara sendiri. Ada bisa ular dalam kampung panjangmu. Bakar hutanmu, dan bikinlah istana baru.” Tapi pesan itu diterjemahkan oleh para penduduk kampung dengan sebaliknya. Sebab saudara yang dimaksud tuan penjagal itu ternyata dirinya sendiri.

Menari di Padang Prairi

Abidah El Khalieqy
http://www.jawapos.co.id/

OKE! Aku menyerah. Teruslah menari seluas padang prairi. Karena kau adalah benih adalah hujan adalah angin dan matahari. Tunas cinta menyembul darimu per detik. Tak ada jemu. Meski telah kubabat rumputan sabanamu, kuluapkan sungai-sungaimu hingga kering dan kutebas pohonan rimba rayamu. Meski telah kututup pintu-pintu dan kukafani sejarahmu. Meski telah kuhapus huruf-huruf yang mengisahkan namamu.