Tag Archives: Adek Alwi

Jagat Sastra Indonesia sebagai Dunia Kangouw

Adek Alwi
Suara Karya, 13 April 2013

TEMPO-tempo, saya bayangkan jagat sastra Indonesia sebagai dunia kangouw alias dunia persilatan cerita Kho Ping Hoo. Ada tokoh-tokoh tua atau locianpwee yang dihormati, menyepi dari keramaian memaknai hidup, sesekali saja turun gunung atau tidak lagi melakukannya.

Menjadi Tua

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

AKU tidak ingat persis kapan aku mulai sadar sudah menjadi tua. Seakan tiba-tiba saja ketuaan itu aku rasakan. Atau bisa jadi kesadaran itu bermula pada suatu pagi ketika sebuah gerahamku gompal dan serpihannya berdenting jatuh ke piring sewaktu kami sarapan sekeluarga. Dentingnya nyaring sekali. “Heh, apa ini?” ucapku tertegun.

Lokasi Lepau Cerpen AA Navis

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

Ada empat cerpen AA Navis berlokasi-cerita di lepau kopi atau warung. Yaitu, Politik Warung Kopi (PWK), Kisah Seorang Amir (KSA), Orang dari Luar Negeri (OdLN), Bertanya Kerbau pada Pedati (BKpP). PWK, KSA, OdLN, serta dua cerpen lain ditulis periode 1955-1960, dihimpun dalam Hujan Panas (Nusantara, Bukittinggi, 1964). Pada cetakan ke-2 (Djambatan, Jakarta, 1990), judul kumpulan ini berubah jadi Hujan Panas dan Kabut Musim, dan memuat 10 cerpen.

Cinta yang Melembutkan dari Kurnia Effendi

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

Ada 14 cerpen dalam buku terbaru Kurnia Effendi, “Burung Kolibri Merah Dadu” yang diluncurkan 14 Februari lalu; hari yang tampaknya sengaja dipilih karena seluruh cerpen dalam kumpulan ini bertema cinta. Ada cinta anak muda, persahabatan, cinta anak dengan orang tua, dan kesetiaan, bahkan cinta sepasang merpati alias benar-benar burung.

Gong Bolong, Sisi Lain Kemilau Depok

Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/

SEBUAH kumpulan puisi diluncurkan akhir Januari 2008 lalu di Depok. Judulnya “Gong Bolong-Antologi Penyair Depok”. Apa, atau di mana menariknya; toh sejak dulu sudah ada antologi puisi berembel nama kota atau daerah, seperti “Antologi Puisi Penyair Kedu”, atau Yogya, atau Tegal, Purwokerto, Kudus dan sebagainya?