Sastra, Kiyai dan Pesantren [Relasi Kearifan yang Tenggelam]

Aguk Irawan MN *
jalanbuntu22.blogspot.co.id

Setiap kali kami sowan (berkunjung) ke ndalem (rumah) kiyai sepuh yang notabane Pesantren salaf, kami selalu ditanyai, apakah diwan atau kitab kumpulan puisi karya Hadratu Syekh Hasyim Asy’ari sudah diterjemah? Tentu kami jawab belum. Pertanyaan yang paling akhir, misalnya ditanyakan oleh Gus Sholah (KH. Shalahudin Wahid) dengan serius kepada kami saat berkunjung ke kediamannya menjelang bulan Ramadahan belum lama ini. Continue reading “Sastra, Kiyai dan Pesantren [Relasi Kearifan yang Tenggelam]”