Tag Archives: Aguslia Hidayah

Cinta dalam Sepotong Puisi

Aguslia Hidayah
http://www.korantempo.com/

Ubiet-Dian H.P. menyuguhkan pentas musikalisasi puisi bertajuk Komposisi Delapan Cinta. Sebuah pentas kolaborasi yang menggetarkan.

Udara yang kuhirup kali pertama
kini entah di mana
kadang aku bayangkan ia kekasih
yang akan bersedih
bila aku tiada

Puisi Cinta bagi Sang Rasul

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah, saat itu suasana gelap seketika menjadi terang-benderang. Nabi suci telah lahir. Seluruh alam memuji dalam tasbih dan tahmid. Allahu akbar. Sang bayi telah datang untuk mengantar permadani bagi kelembutan seluruh nurani. “Ya, Nabi salam padamu, ya, Rasul salam padamu.”

Hamlet Tak Perlu Serius

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

Badut pendek berwajah tua dan menjinjing koper lusuh itu ngotot ingin jadi Hamlet. Popo, nama badut itu, merasa pantas jadi sang tokoh utama dan meminta dukungan penonton. “Hei, ayolah, betapa susahnya datang dari Bombay ke Jakarta. Dikit-dikit macet, dikit-dikit no parking,” keluhnya lantang. Apa mau dikata, penonton setuju, maka akhirnya ia pun terpilih.

Penolakan Kembali Hampiri Penghargaan Achmad Bakrie 2010

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

Memasuki tahun ke delapan, Penghargaan Achmad Bakrie 2010 (PAB), kembali membidik lima ?pejuang? yang berdedikasi tinggi. Mereka adalah Daniel Murdiyarso untuk bidang sains, Daoed Joesoef dari bidang pemikiran sosial, Sitor Situmorang sebagai perwakilan bidang kesusastraan, Sjamsoe’oed Sadjad dalam bidang teknologi, dan S. Yati Soenarto di bidang kedokteran.

Bunga Rampai Kemerdekaan

Aguslia Hidayah
http://www.korantempo.com/

Pameran ini melibatkan 30 perupa dari berbagai kecenderungan dan medium.
Soekarno bisa tampil banyak versi. Sambil duduk, pidato, dalam gelas anggur, di tengah roda ban mobil, bahkan pada kepompong yang bergelantungan. Kadang ditemani Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir atau satu bingkai dengan Tan Malaka. Ia bisa juga berapi-api sendirian meneriakkan arti kemerdekaan.