Aku Menunggumu di Lospalos *

Ahmad Ikhwan Susilo

I
Udara kering dini hari ini masih membuatku terjaga. Dan sudah menjadi kebiasaanku untuk duduk di beranda bilamana aku terjaga dari tidur dan ingin menyendiri. Dua hari yang lalu istriku menerima sepucuk surat yang diantar oleh tukang pos ketika aku pergi ke Pairara. Istriku tak tahu menahu surat itu. Dia hanya berkata dari jauh. Tak ada nama pengirim. Hanya sebuah amplop kuning kecoklatan dengan tempelan dua perangko bergambar tiga kawanan Kanguru sedang berlarian yang bertuliskan; untuk kawan lamaku di Tanah Timor.
Aku mulai menduga… Continue reading “Aku Menunggumu di Lospalos *”