Tag Archives: Ahmadun Yosi Herfanda

Identitas Melayu dalam Sastra Serumpun

Ahmadun Yosi Herfanda
sembahyangrumputan.blogspot.com

Sastra, menurut Umar Kayam, adalah refleksi dari masyarakatnya. Karena itu, identitas suatu bangsa, antara lain dapat dilihat pada karya sastranya. Atau, sebaliknya, ketika suatu bangsa membutuhkan penguatan identitas, karya sastra berpeluang untuk memberikannya.

Ombak Berdansa di Liquisa

Ahmadun Yosi Herfanda
Kompas, 27 Juni 2004

Ombak berdansa di Pantai Liquisa. Lidah-lidahnya menari dalam gemuruh hujan yang mengguyur pepohonan di sepanjang pesisir. Dan, dalam cuaca dingin malam Minggu berkabut, di dalam sebuah gedung sederhana di tepi pantai, orang-orang berdansa dalam hentakan musik disko.

Merunut Catatan Kongres Bahasa Indonesia

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 19 Okt 2008

PEKAN depan, 28 Oktober – 1 Novemver 2008, Kongres IX Bahasa Indonesia akan berlangsung di Hotel Bumi Karsa, komplek Bidakara, Jakarta. Kongres bertema Bahasa Indonesia membentuk insan cerdas, kompetitif di atas fondasi peradaban bangsa itu akan membahas topik-topik menarik tentang perkembangan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan penggunaan bahasa asing, serta sastra Indonesia dan sastra daerah.

Novel Borjuis dan Konsep Bersastra STA

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 08 Juni 2008

PEMIKIRAN dan karya-karya sang renaisans Indonesia, Sutan Takdir Alisyahbana (STA), masih tetap menarik untuk dikaji. Selalu ada hal-hal baru yang ditemukan oleh para pengkaji yang tajam dan kritis.

Menyusul diterbitkannya beberapa buku tentang STA, karya dan pemikirannya, berbagai seminar dan diskusi pun digelar dalam rangka 100 tahun sang tokoh Angkatan Pujangga Baru tersebut.

Potensi Sastra Daerah Penyangga Ibukota

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 26 Maret 2006

Sebagai wilayah penyangga ibukota (Jakarta), Tangerang banyak menjadi hunian pilihan para urban, termasuk sastrawan. Dari catatan Yayasan Kesenian Tangerang (YKT), misalnya, sedikitnya ada 49 sastrawan yang tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang. Di luar daftar itu, masih ada nama-nama lain yang pernah mempublikasikan karya di media massa, sehingga jumlah seluruhnya bisa mencapai 70 orang lebih.