Tag Archives: Akmal Nasery Basral

Saat Duo Cerbon Berpadu

MAAF, MAAF, MAAF
Karya dan sutradara: N. Riantiarno
Pemain: Syaeful Anwar, Ratna Riantiarno, Prijo S. Wienardi, Sari Madjid, Cornelia Agatha, Embie C. Noer (dalang)
Skenografi: Syaeful Anwar Penata Musik: Embie C. Noer
Penulis catatan: Akmal Nasery Basral
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sepotong senja yang ranum itu dibuka dengan pemotongan tumpeng. Tiga potong tumpeng itu seperti sekumpulan bab dalam sebuah kitab klasik.

Menyoal Dodolit Dodolibret

Akmal Nasery Basral
http://gudangvirtual.blogspot.com/

I/
SEPASANG pembawa acara pada Malam Penghargaan Cerpen Terbaik Kompas 2011 yang berlangsung di Bentara Budaya Jakarta semalam (Senin, 27 Juni) membacakan profil para cerpenis yang karyanya terpilih masuk ke dalam antologi Cerpen Pilihan Kompas 2010. Sebuah layar besar memampangkan foto mereka dengan sinopsis cerpen masing-masing.

Putri Duyung yang Meronta*

Akmal Nasery Basral**
http://www.ruangbaca.com/

Sejak Sabtu, 25 November 2000, beroperasi situs Ceritanet yang dibangun wartawan BBC Seksi Indonesia di London, Liston P. Siregar. Di sana terpampang tiga sajak Arya Gunawan, satu cerpen Liston (Daging Rendang di 36G), esai “Apa Pentingnya Politik Cina” oleh I. Wibowo, laporan Lenah Susianty, “Membawa Taiwan ke Peta Dunia”; dan cuplikan awal novel Dokter Zhivago karya Boris Pasternak yang diterjemahkan Trisno Sumardjo (Djambatan, 1960).

Sekarang Ide Multikulturalisme lebih Diterima

Akmal Nasery Basral, Budi Darma
http://www.ruangbaca.com/

BUDI DARMA selalu dikenal sebagai sosok bersahaja dan rendah hati. Ketika sedang mempersiapkan disertasi doktoralnya yang berjudul Character and Moral Judgment in Jane Austen?s Novels di Universitas Indiana pada 1979-1980, ia menulis novel Olenka yang menorehkan namanya dalam lanskap sastra tanah air. Jauh sebelumnya di tahun 1963 saat usianya baru 26, ia sudah menjabat Dekan Fakultas Sastra dan Seni IKIP Surabaya (kini Universitas Negeri Surabaya/Unesa), kampus yang juga pernah merasakan gaya kepemimpinannya sebagai rektor (1984-1988).

Joko Pinurbo: Saat Ini Puisi bukan hanya Milik Penyair

Joko Pinurbo, Akmal Nasery Basral
http://www.ruangbaca.com/

?RASANYA saya pernah baca puisi di sini,? ujar Joko Pinurbo perlahan. Pandangan matanya lalu mengembara, menjelajah menembus remang malam, seperti ingin mencocokkan apa yang sedang dilihatnya itu dengan sekeping kenangan: tembok yang beberapa bagiannya mengelupas, halaman terbuka yang dirawat seadanya, dan sejarah panjang rumah itu: kantor majalah kampus Balairung, Universitas Gajah Mada, yang terletak di kawasan perumahan dosen Bulaksumur B-21.