Sastra dan Ruang Publik

Alunk S Tohank *
republika.co.id 28 Okt 2014

Ada sebuah pertanyaan yang sangat menyentuh dari seorang pengamat politik pada acara diskusi sastra, Ahad, 19 Oktober 2014, di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta. “Di manakah peran sastra dan sastrawan terhadap ruang publik?” Bukankah sering kita dengar John F Kennedy mengatakan, “Jika politik bengkok, puisi akan meluruskannya.” Tapi, apakah pada kali ini puisi telah meluruskan politik itu sendiri atau jangan-jangan tidak mempunyai pengaruh apa-apa? Continue reading “Sastra dan Ruang Publik”

Penulis Karya Sastra: Miskin

Alunk S Tohank (Nurul Anam) *
Minggu Pagi, Des 2016

Jangan buang waktu menulis buku! Andaikan bertubuh tinggi dan kekar, lagi pula rupawan lebih baik jadi pemain drama! (Bjornstjerne Bjornson).

Pernyataan Bjornson di atas bukan tanpa alasan, karya sastra dan seni tidak bisa membuat kita kenyang dan tidak cukup untuk membuat kita kaya raya. Karya sastra dan seni seakan-akan hanya ditakdirkan kepada orang-orang yang sabar akan berbagai macam cobaan dan penderitaan, maka tidak salah jika membaca buku-buku sastra yang paling menggugah adalah karya-karya yang isinya menceritakan berbagai maca penderitaan. Continue reading “Penulis Karya Sastra: Miskin”

Sastra Wangi dan Sastra Lendir

Alunk S Tohank *
mpusastra.blogspot.co.id

Berbicara tentang persoalan sastra, jarang sekali kita mengaitkannya dengan seks. Sastra adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia dan masyarakat melalui bahasa sebagai medium, dan punya efek yang positif terhadap kehidupan manusia. Jadi bagaimana mungkin kita memasukkan unsur seks kedalam persoalan sastra? Continue reading “Sastra Wangi dan Sastra Lendir”

Indonesia: Krisis Kritikus Sastra

Alunk S Tohank
riaupos.co

Perkembangan sastra belakangan sangat pesat sekali, hingga jumlahnya tak terhitung. Penulis-penulis sastra bermunculan dari berbagai daerah bahkan bisa dikatakan setiap daerah mempunyai puluhan penulis sastra atau pun ratusan. Itu semua bisa kita lihat pada hari sabtu dan minggu, di mana media massa yang ada rubrik sastranya seakan setiap minggu memuat tulisan penyair-penyair dari berbagai daerah. Continue reading “Indonesia: Krisis Kritikus Sastra”