Sastrawan yang Baik sama dengan Kritikus yang Baik

RESPONS TERHADAP TULISAN DARMAN MOENIR DAN HERU JONI PUTRA

Andhika Dinata *
harianhaluan.com

Ada yang bertanya. Ada yang menjawab. Ada yang mengkritik. Ada yang mengulas. Tanya-jawab, kritikan, ulasan menjadi buah pena yang lazim dari suatu kritik sastra. Seorang kritikus tidak disebut “kritikus” apabila ia tidak mampu mengkritik. Begitu juga sebaliknya, seorang kritikus tidak akan dapat pula disebut “kritikus” apabila ia tidak “berbesar hati” untuk dikritik. Budaya kritik-mengkritik dalam konteks -kritik sastra- memang harus terus berkembang menjadi siklus eksistensi yang tidak boleh padam. Continue reading “Sastrawan yang Baik sama dengan Kritikus yang Baik”