Komodifikasi Teater Tradisi

Anjrah Lelono Broto *

Perbincangan tentang kooptasi kesenian oleh pelbagai kepentingan eksternal adalah lagu lama yang tidak lagi memikat sejalan dengan kedirian seni itu sendiri. Ketika seni dikooptasi oleh kepentingan eksternal –di antaranya politik- kita tidak perlu melawan lupa dengan catatan sejarah lahirnya Surat Kepercayaan Gelanggang, polemik Lekra vs Manikebu, dan atau maraknya pelarangan pertunjukkan teater di masa Orde Baru. Tetapi ketika seni dikooptasi kepentingan ekonomi, mayoritas dari publik pasti akan memencongkan mulut dan bergumam tentang keafdhalan penghargaan terhadap karya seni, termasuk mengapresiasinya dengan ritus jual-beli. Continue reading “Komodifikasi Teater Tradisi”

Karya Sastra Sejati

Anjrah Lelono Broto *

Masih hangat di telinga kita ketika seorang fungsionaris parpol tertentu melansir puisi tentang lawan politiknya. Puisinya kurang mendapatkan tanggapan serius dari yang bersangkutan, justru para simpatisannya membalas dengan beberapa judul puisi. Fenomena seperti ini bisa jadi pemandangan tak lazim bagi politisi di tanah air, namun sejatinya tipis batas antara sejarah berikut pelaku-pelaku yang terpahat di dalamnya dengan karya-karya sastra. Jacob Soemardjo (1997) menyatakan bahwa sejak manusia mengenal bahasa ternyata mmanusia telah “menyukai” sastra. Rasa suka ini pula yang membuat kehidupan lantas menjadi berwarna. Tangga dramatik kehidupan menjadi inspirasi karya sastra, begitu pula sebaliknya. Continue reading “Karya Sastra Sejati”

Membaca Sebuah Usaha Kilas Baca “Usaha Mencintai Hujan” Karya R. Giryadi

Anjrah Lelono Broto *

Adalah sebuah keberkahan tiada terkira ketika seorang Andhi Setyo Wibowo (CEO Boenga Ketjil) mengontak saya untuk menjadi pengulas buku kumpulan puisi “Usaha Mencintai Hujan” karya R. Giryadi. Keberkahan tersebut tentu saja mengarah pada sang pengarangnya. Bagi insan seni kebudayaan di Jawa Timur, nama R. Giryadi tentu saja bukanlah nama yang asing. Penyair, dramawan, penulis lakon, cerpenis, jurnalis, dan sederet atribut ciamik lainnya melekat pada diri pria kelahiran Blitar yang sekarang bermukim di Sidoarjo dan akrab dengan panggilan “Lik Gir” ini. Sungguh, adalah sebuah keberkahan karena apalah artinya apa yang saya miliki dibandingkan dengan ilmu serta pengalaman beliau yang telah malang melintang di blantika perkesenian-perkebudayaan di Jawa Timur, Indonesia. Continue reading “Membaca Sebuah Usaha Kilas Baca “Usaha Mencintai Hujan” Karya R. Giryadi”