KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)

Aprinus Salam *

Mendesain masa depan berbasis kebudayaan adalah bagaimana berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak dengan mempertimbangkan dan mementingkan nilai kemanusiaan, keadilan, atau secara keseluruhan adalah dengan mempertimbangkan berbagai nilai kebajikan (dan kebijaksanaan). Praktik tersebut sekaligus secara kontekstual dihadapkan melawan tantangan (musuh-musuh) kebudayaan. Konsep tersebut secara normatif dan ideologis telah tertulis dalam Pembukaan UUD ’45. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)”

KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 3)

Aprinus Salam *

Kalau kita berkenan mengingat dan merefleksikan sejarah bernegara dan berbangsa, maka kebudayaan lebih banyak dibicarakan, didiskusikan, diseminarkan, daripada dipraktikkan. Maksudnya, hidup memang suatu kebudayaan. Akan tetapi, berangkat dari konsep dan pemahaman yang telah didiskusikan sebelumnya, desain politik dan ekonomi, menjadi landasan dan memegang peranan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan desain kebudayaan yang menjadi landasan berpijak dalam praktik kehidupan. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 3)”

KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME

Aprinus Salam *

Hingga hari ini kita masih menghidupkan secara sistematis apa yang disebut kearifan lokal. Kita menyeminarkannya, menerbitkan buku, menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan dan atas nama kearifan lokal, seperti permainan dan seni tradisional, berbagai karnaval yang mengandung nilai dan filosofi lokal, dan sebagainya. Persoalannya, apa yang terjadi di balik revitalisasi kearifan lokal, sementara kapitalisme dengan banal terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME”