Posted by PuJa on November 8, 2010
Arie MP Tamba http://www.sinarharapan.co.id/ Buruh menginginkan perbaikan upah minimum dan tunjangan lembur. Para mahasiswa menginginkan pergantian penguasa. Para aktivis lingkungan menginginkan pergantian menteri lingkungan hidup yang memiliki visi lingkungan sehat. Para pekerja profesional yang menggelar demonstrasinya di depan Bursa Efek mengharapkan adanya ketegasan pemerintah tentang arah kebijakan ekonomi, tegaknya supremasi hukum, dan ”pembersihan” para politikus [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on March 9, 2009
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Rafika adalah tipikal jalinan cerita dan teknik penggarapan sinetron-sinetron kita. Di dalamnya ada kisah balas dendam seorang pria (Abadi/Fadli) terhadap pria (Gunawan/Mathias Muchus) yang dianggap merebut calon istrinya, meskipun yang terjadi sebenarnya adalah perjodohan yang dipaksakan.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on February 17, 2009
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Nol Buku! Itulah puncak sarkasme yang pernah dilontarkan penyair Taufiq Ismail tentang jumlah buku sastra wajib di sekolah-sekolah menengah kita. Padahal, di jenjang pendidikan yang sama, (tidak untuk memuji, tapi mengemukakan fakta), pada zaman Belanda, masing-masing siswa harus membaca 15 sampai 20 buku sastra wajib. Jumlah yang masih terus dipertahankan sampai [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 27, 2009
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Metropolitan ini serba kusut Tiada hari tanpa macet Apalagi Kini muncul si jago serobot Bus Way Macet di mana-mana
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 19, 2009
Arie MP Tamba http://www.jurnalnasional.com/ Sebagai seorang pembaca karya sastra, saya mempercayai apa yang dikatakan Jauss yang kemudian lebih dikenal sebagai paham teori resepsi, bahwa karya sastra bukanlah sebuah obyek yang berdiri sendirian dan menawarkan wajah yang sama kepada setiap pembaca dalam setiap periode. Sebab, lanjut Iser (temannya Jauss), setiap pembaca selalu berpartisipasi aktif dalam pembacaannya, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 15, 2009
Arie MP Tamba http://www.jurnalnasional.com/ Kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda, A Teeuw, pernah merasa ‘kehilangan‘ Rendra. Itulah yang dialami A Teeuw sebagai pecinta puisi-puisi Rendra ‘“ periode sebelum puisi pamflet (1970-an). Puisi-puisi pamflet, yang banyak mempersoalkan kehidupan masyarakat keseharian, termasuk masalah pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kebijakan pembangungan ‘“ yang disampaikan juga dalam bahasa sehari-hari ‘“ membuat [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 12, 2009
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Sejarah sastra meliputi penulisan perkembangan sastra dalam arus sejarah dan di dalam konteksnya. Di dalamnya dibahas periode-periode kesusastraan, aliran-aliran, jenis-jenis, pengarang-pengarang, dan dekade terakhir juga reaksi dari pihak pembaca. Ini semua dapat dihubungkan dengan perkembangan di luar bidang sastra, seperti ilmu sosial dan filsafat.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 5, 2008
Arie MP Tamba http://jurnalnasional.com/ Obyek semua karya sastra adalah realitas. Merupakan hasil kontemplasi dan interpretasi pengarang dengan dunia realitas di sekitarnya, baik berupa realitas sosial ataupun realitas ide. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya. Kepribadian, perasaan, respon, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya.
Filed under: Esai