”Dick”, (Ketika bahasa Indonesia menjadi kasar, cemar, barbar, dan vulgar)

Arswendo Atmowiloto *
Seputar Indonesia, 11 Mei 2008

PROKLAMASI untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan 17 tahun lebih awal dari proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia. Secara resmi pun bahasa Indonesia lebih tua usianya dibandingkan dengan negara kesatuan. Continue reading “”Dick”, (Ketika bahasa Indonesia menjadi kasar, cemar, barbar, dan vulgar)”

Budaya Komunikasi Tabung Hijau

Arswendo Atmowiloto
lampungpost.com

“to whom I must speak today..”

Walt Whitman, penyair

Ketika seorang penyiar radio bertanya: apakah program konversi minyak tanah ke elpiji bisa dikatakan berhasil—atau belum, saya maklum bahwa jawabannya bukan sekadar “sudah” atau “belum”, melainkan on going, masih harus berkelanjutan. Masalah konversi, perubahan dari suatu sitem ke sistem yang lain, si tabung hijau— Continue reading “Budaya Komunikasi Tabung Hijau”

Arswendo Atmowiloto: Menulis agar Percaya Diri

Sutejo
Ponorogo Pos

Kalau ada penulis yang merasa tidak mampu melakukan kegiatan apa pun se¬lain menulis, itulah Arswendo Atmowiloto. Sejak SMA, ia sudah mulai menulis untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Bentuk tulisannya adalah cerpen-cerpen remaja. Kemampuannya baru teruji ketika ia yang masih tinggal di sebuah kampung di Solo memenangi lomba cerpen yang diadakan salah satu koran terkemuka di Jakarta pada akhir 1960-an. Kemenangan ini dijadikannya pertanda bahwa menulis adalah jalan hidupnya. Continue reading “Arswendo Atmowiloto: Menulis agar Percaya Diri”