Posted by PuJa on August 7, 2011
A.S. Laksana Jawa Pos 3 Juli 2011. Karena tidak bisa hijrah secara fisik dari situasi yang runyam dan satgas-satgas bentukan Presiden, saya memerlukan tindakan mengambil jarak cukup dalam benak saja. Apa yang ingin saya sampaikan tentang pemancungan Ruyati dan pembentukan satgas, misalnya, sudah diwakili oleh komentar satu kalimat dari seorang pembaca berita online, “Negara ini [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on March 9, 2011
Tentang Perempuan Tua dalam Rashomon A.S. Laksana http://cerpenkompas.wordpress.com/ 31 JANUARY 2011 Nama “Surat Senin Pagi” saya pilih karena terdengar enak. Meski surat pertama ini baru muncul pada Senin sore, untuk kesempatan berikutnya, saya akan berusaha ia muncul tiap Senin pagi. Dan ini surat pertama. Teman-teman,
Filed under: Canting
Posted by PuJa on October 18, 2010
A.S. Laksana http://www.ruangbaca.com/ Hudan Hidayat mengirimkan pesan singkat yang panjang sekali pada suatu tengah malam ke telepon genggam saya. Dan telepon genggam saya, benda paling tidak canggih yang saya miliki, memenggal-menggal pesan itu menjadi 14 SMS yang datang berurutan dan masing-masing pesan ruwet bunyinya. Saya baru tahu kemudian, dari pembicaraan teman-teman, bahwa pesan singkat yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 28, 2010
A.S. Laksana http://www.jawapos.co.id/ Jika Anda mengandaikan DPR adalah sebentuk simptom bagi negeri ini, saya kira Anda akan kesulitan merumuskan ia simptom apa. Kadang-kadang ia terasa seperti migren di kepala bagian kiri, kadang-kadang terasa seperti penyakit tempo dulu gondongan, atau sering ia muncul dalam bentuk sembelit. Ketika ia muncul ke permukaan sebagai migren, Anda membahas bagaimana [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on September 6, 2010
A.S. Laksana* http://www.jawapos.co.id/ INGATAN terkuat saya mengenai Malaysia adalah fakta lucu yang tertanam di benak tentang bagaimana penyair mereka membaca puisi. Dalam pembicaraan berdua dengan Sapardi Djoko Damono saat kami pulang dari sebuah acara, dia bilang, ”Penyair Malaysia itu ajaib sekali, Lak. Pernah ada satu acara, mereka membaca puisi secara play back.”
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 24, 2010
A.S. Laksana* http://www.jawapos.co.id/ Sekali waktu kau perlu mendengarkan rintihan benda-benda atau apa saja di sekitarmu yang tak pernah kau beri perhatian. Mungkin itu sebutir kerikil, mungkin seekor kadal, atau sebatang alang-alang, atau apa saja. Sekarang akan kusampaikan kepadamu sebongkah batu yang menangis. Ia mungkin menyampaikan cerita agar kau lebih berhati-hati. Maksudku, kau pasti akan merasa [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on August 16, 2010
A.S. Laksana* http://www.jawapos.co.id/ Dalam setiap upaya orang untuk menjadi sakti, lazimnya ada ritual puasa di dalamnya, mungkin 40 hari atau 40 tahun, terserah aturan yang ditetapkan oleh sang guru. Tentu saja itu puasa yang jenisnya berbeda dari puasa Ramadan, tetapi bagaimanapun tetap bisa disebut puasa. Dan beberapa orang benar-benar menjadi sakti dengan menjalani laku semacam [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on July 25, 2010
A.S. Laksana* http://www.jawapos.com/ Sekarang mari kita membicarakan televisi secara sungguh-sungguh. Ini dunia yang menarik, penuh tepuk tangan, dan mungkin tidak sedikit orang yang ingin terlibat dan terlihat di layar televisi. Jika menyukai tepuk tangan, Anda bisa bergabung ke sana. Atau, Anda ingin menjadi pemandu acara di stasiun televisi? Ada panduan bagus yang ditulis Umberto Eco [...]
Filed under: Esai