Masalah Sastra Indonesia? Para Politikus

A.S. Laksana *
Jawa Pos 8/02/2015

“APA masalah sastra Indonesia menurut Anda?’’ Itu pertanyaan yang sesungguhnya tidak tepat ditujukan kepada saya. Saya bukan orang yang tekun mengamati sastra Indonesia. Namun, saya menjawab juga pertanyaan itu karena dia bertanya. Saya menjawab: Sama dengan masalah persepakbolaan di negara ini, sama dengan masalah pendidikan, sama dengan masalah kemacetan di Jakarta, sama dengan masalah pemberantasan korupsi, sama dengan masalah-masalah lain yang tidak kunjung bisa dibereskan. Continue reading “Masalah Sastra Indonesia? Para Politikus”

Dunia Sastra dan Keriuhan yang Menyenangkan

A.S. Laksana
https://www.jawapos.com

LIMA minggu belakangan saya berkutat dengan kritik sastra, dan masih akan membicarakannya sampai minggu kedelapan bersama Martin Suryajaya, di kelas yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Ini kali pertama DKJ menyelenggarakan kelas kritik sastra; para pengurus Komite Sastra DKJ menganggap kritik sastra adalah urusan yang penting dan kelas semacam ini perlu diadakan. Continue reading “Dunia Sastra dan Keriuhan yang Menyenangkan”

Kuda

A.S. Laksana
Jawa Pos, 15 April 2012

PEREMPUAN itu menyebutnya kuda. Maka ia merasa dirinya sebagai kuda berbulu putih, kuda yang biasa ditunggangi oleh tokoh utama dalam film-film koboi: agak jinak, tapi pada saatnya bisa berlari tak kenal letih untuk menopang sang penunggang yang harus menyelesaikan tugas berat menghabisi para perampok dan lelaki-lelaki kasar. Ia menyukai gambaran diri yang seperti itu. Continue reading “Kuda”

Dodolit: Juara atau Plagiat atau Apa?

A.S. Laksana
Jawa Pos 3 Juli 2011.

Karena tidak bisa hijrah secara fisik dari situasi yang runyam dan satgas-satgas bentukan Presiden, saya memerlukan tindakan mengambil jarak cukup dalam benak saja. Apa yang ingin saya sampaikan tentang pemancungan Ruyati dan pembentukan satgas, misalnya, sudah diwakili oleh komentar satu kalimat dari seorang pembaca berita online, “Negara ini dikelola seperti dalam situasi darurat saja,” Tentang Ruhut Sitompul, sudah diwakili oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, “Ruhut itu pelawak.” Tentang Presiden SBY, saya jadi gagu setelah munculnya SMS dari “Nazaruddin”. Continue reading “Dodolit: Juara atau Plagiat atau Apa?”